| Rektor Lepas Wisudawan FPSB UII |
|
| Tuesday, 27 July 2010 | |
|
Kepada para wisudawan FPSB ini, Rektor UII berpesan supaya terus meningkatkan kompetensi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Dia menilai, FPSB sejauh ini menjadi fakultas teraktif dalam mengirimkan mahasiswanya menjadi salah satu wisudawan terbaik yang diumumkan dalam setiap prosesi wisuda universitas. Dalam tiga periode wisuda terakhir, mahasiswa FPSB secara berturut-turut menjadi salah satu mahasiswa terbaik UII, baik dalam kategori mahasiswa dengan indeks prestasi tertinggi, maupun mahasiswa dengan studi tercepat. “Bahkan, pada upacara wisuda periode V bulan Mei yang lalu, kedua predikat terbaik ini diraih semua oleh mahasiswa FPSB UII”, katanya. Dalam kesempatan itu, Rektor juga sempat mengapresiasi keaktifan mahasiswa FPSB dalam berbagai kegiatan ilmiah yang diadakan berbagai lembaga. Keikutsertaan dua tim FPSB yang dikirim mewakili UII dalam Pekan Ilmiah Nasional di Denpasar, juga turut diungkapkannya. “Alhamdulillah, dua tim dari FPSB yang tergabung dalam empat tim yang dikirim UII ke Pimnas 2010, keduanya mendapatkan hasil yang dapat dibawa pulang”, ungkapnya. “Ini menunjukkan bahwa pengkaderan yang dilakukan di fakultas ini sudah menemukan jati dirinya, dimana peningkatan kualitas pengajaran dan pengkaderan sudah efektif berjalan terus menerus”, Prof. Edy menambahkan. Selain para wisudawan yang didampingi keluarga, hadiri pula dalam kesempatan tersebut Dekan FPSB UII, Sus Budiarto, M.Si dan Dr. MG Adiyanti, Psi yang mewakili Ketua Umum Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) Pusat. Selesainya acara ini ditandai dengan santap siang bersama antar wisudawan dengan hadirin. Hal ini dilakukan guna lebih mempererat hubungan antara FPSB dengan para wisudawan. Profesi Psikolog Dibutuhkan Lintas Lembaga Profesi psikolog tidak hanya dibutuhkan lembaga yang berfokus pada psikolog saja. Hal ini diungkapkan Ketua Departemen Kode Etik, Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi), Dr. AG Adiyanti dalam pelepasan wisudawan sekaligus pengambilan sumpah psikolog UII tersebut. “Profesi psikolog saat ini menjadi kebutuhan lintas lembaga. Dalam bidang kesehatan, profesi psikolog saat ini sudah mutlak diperlukan. Hal ini terlihat dari pengakuan dari Departemen Kesehatan terhadap keberadaan psikolog di setiap rumah sakit. Oleh karena itu, ungkapnya lebih lanjut, para psikolog saat ini sudah mendapatkan tunjangan fungsional”, paparnya. Selain di bidang kesehatan, Dr. MG Adiyanti juga memaparkan kiprah psikolog yang saat ini juga diperlukan di bidang pendidikan, industri, dan organisasi. “Berkaitan dengan ini, pendidikan psikolog saat ini harus benar-benar meningkatkan kualitas proses belajar mengajarnya, supaya psikolog yang dihasilkan benar-benar menjadi psikolog yang berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan dan tantangan di masyarakat yang semakin sadar terhadap profesi psikolog”, katanya. Kepada dua Psikolog baru UII, Dr. MG Adiyanti yang mewakili Himpsi Pusat juaga menghimbau agar secepatnya mendaftarkan diri menjadi bagian dari Himpsi. Hal ini berkaitan dengan pentingnya perlindungan hukum bagi psikolog ketika mendapat gugatan dari masyarakat terhadap praktik mal praktik psikologi. Diungkapkannya, bahwa Himpsi dapat menjadi sarana yang melakukan advokasi kepada psikolog yang terlibat dalam perkara mal praktik. |