Universitas Islam Indonesia

Peresmian Nama Gedung Dr. Mohammad Natsir E-mail
Monday, 30 August 2010

ImageUniversitas Islam Indonesia (UII) kembali meresmikan nama salah satu gedung di lingkungannya dengan nama tokoh yang berjasa dan sekaligus founding fathers UII. Kali ini, gedung yang akan diresmikan adalah gedung Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII dengan nama Gedung Dr. Mohammad Natsir. Bertempat di Gedung FTSP UII, acara dilangsungkan pada Jum’at, 27 Agustus 2010 atau bertepatan dengan 17 Ramadhan 1431 H.

Dengan peresmian ini, berarti sudah ada empat gedung di UII yang sudah resmi dinamai dengan beberapa nama tokoh UII sekaligus juga tokoh nasional; pertama, Gedung Auditorium UII dengan nama Gedung KH. Abdul Kahar Mudzakkir; kedua, Gedung Rektorat UII yang bernama Gedung GBPH Prabuningrat; ketiga, Gedung Kuliah Umum dengan nama Gedung Prof. Dr. Sardjito; dan terakhir, Gedung Dr. Mohammad Natsir sebagai nama Gedung Fakultas TSP UII.

Bagi UII, Mohammad Natsir merupakan bagian dari penggagas lahirnya Sekolah Tinggi Islam (nama UII sebelumnya), dan juga tokoh yang ikut menjalankan roda perjalanan STI pada masa-masa awal STI beroperasi bersama tokoh pendiri UII lainnya. Dalam jajaran kerektoratan, Mohammad Natsir adalah Sekretaris Pertama Rektor Magnificus (1945) yang saat itu dijabat oleh karibnya, KH. Abdul Kahar Mudzakkir. Selain itu, di waktu yang bersamaan, Mohammad Natsir juga merupakan bagian dari jajaran Dewan Pengurus/Dewan Kurator dengan jabatan juga sebagai Sekretaris (Ketuanya: Moh. Hatta).

Menjadi kebanggaan tersendiri bagi UII karena Mohammad Natsir juga memiliki jasa sangat besar bagi bangsa Indonesia. Melalui Mosi Integral-nya, Mohammad Natsir dikenal sebagai tokoh kunci bagi pemersatuan bangsa Indonesia setelah sebelumnya Indonesia terpecah kepada beberapa negara bagian (3 April 1950). Natsir juga merupakan tokoh Islam yang memiliki pendirian teguh memegang pendiriannya. Semangatnya memperjuangkan Islam dan pendiriannya tidak pernah luntur walaupun berbagai konsekuensi harus diterimanya. Hal ini menjadi catatan khusus dan tauladan bagi generasi penerus hingga saat ini. Atas jasa dan kiprah Mohammad Natsir bagi bangsa Indonesia, pada tahun 2008, Mohammad Natsir dianugerahi sebagai pahlawan RI.

Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, menjelaskan, nama gedung UII dengan beberapa nama tokoh UII yang sekaligus tokoh nasional ini memiliki tujuan antara lain untuk mengabadikan nama tokoh, mengingat jasa-jasa, dan menjadi tauladan, khususnya bagi sivitas akademik UII. “Penamaan gedung dengan nama-nama para pendiri UII yang sekaligus merupakan tokoh pejuang bangsa, kita harapkan dapat memberi inspirasi khususnya bagi kita semua, sekaligus dapat meneladani semangat perjuangan yang telah mereka contohkan”, katanya.

Diungkapkannya juga, melalui sebuah surat keputusan yang dikeluarkan September 2009 lalu, seluruh gedung unit di lingkungan UII sudah ditentukan namanya. Hanya saja, untuk peresmiannya akan dilakukan secara bertahap. “Pemberian nama gedung di lingkungan UII dengan nama tokoh ini juga diharapkan dapat menghilangkan kesan eksklusivitas unit-unit di lingkungan UII. Dengan begitu, tidak lagi terbatas oleh unit, fakultas, ataupun satuan lainnya yang diidentikkan dengan nama gedung sebelumnya”, Prof. Edy menambahkan.

Berkaitan penamaan gedung FTSP UII dengan nama Dr. Mohammad Natsir, dinilai Prof. Edy merupakan bagian dari harapan pencapaian beberapa tujuan mulia di atas. Prof. Edy menilai, sosok Mohammad Natsir sangat susah didapati saat ini. Keteguhannya dalam mempertahankan prinsip dan ketulusannya dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, menjadikannya sebagai figur yang tidak akan pernah lenyap ditelan masa. “Beliau memang sudah tidak berada di tengah-tengah kita, tapi perjuangannya akan tetap menjadi catatan sejarah bangsa ini, dan semangatnya akan tetap terpatri dalam jiwa kita sebagai generasi penerus bangsa dan institusi ini. Semoga pemberian nama Dr. Mohammad Natsir kepada salah satu gedung di UII ini, menjadikan kita selalu mengingat dan meneladani beliau”, pungkasnya.

Senada, Dr. Mustaqim, SH., M.Si dari Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII juga mengungkapkan bahwa Natsir adalah sosok yang patut diteladani bangsa Indonesia, khususnya sivitas akademik UII. “Natsir tidak bukanlah hanya tokoh nasional, melainkan juga tokoh dengan kaliber internasional”, katanya.

ImagePeresmian nama gedung ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Rektor UII, dan paraf oleh Dr. Mustaqim yang menggantikan Ketua Umum PYBW UII. Setelahnya, Rektor UII yang didampingi pimpinan UII dan PYBW membuka senubung papan nama gedung FTSP UII yang bertuliskan Gedung Dr. H. Mohammad Natsir. Berhubung dalam suasana bulan Ramadhan, acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
Tentang Universitas
Fasilitas Kampus
Pusat dan Departemen
Direktorat
Fakultas dan Program Studi
Laboratorium
Calon Mahasiswa
Kemahasiswaan
Beasiswa
Kontak
Direktori Web
Blog
Email
Peta Kampus
Peta Situs