Universitas Islam Indonesia

>
Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Seminar Nasional Peradaban Islam ; Hitam - Putih Hubungan Indonesia dan Malaysia E-mail
Wednesday, 13 October 2010

SEMINAR NASIONAL PERADABAN ISLAM

“HITAM-PUTIH HUBUNGAN INDONESIA DAN MALAYSIA

 DALAM BINGKAI UKHUWAH ISLAMIYYAH”

 

A.    Latar Belakang

Indonesia dan Malaysia adalah dua negara yang memiliki kedekatan secara geografis maupun historis. Kedua negara berpenduduk mayoritas Islam. Malaysia menjadikan agama Islam sebagai agama resmi negara dan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Hubungan baik antar negara yang bertetangga memang diperlukan untuk mempererat jalinan kerja sama dan mencegah timbulnya konflik. Hal ini juga dialami oleh Indonesia dengan Malaysia dimana kedua negara tersebut memiliki sejarah panjang dalam hubungan kenegaraan, baik dalam lingkup bilateral maupun regional. Seiring dengan proses globalisasi yang semakin meluas, termasuk dalam kawasan Asia Tenggara, maka terjadi perubahan pula dalam hubungan kedua negara tersebut. Perubahan-perubahan tersebut tidak dapat dihindari karena yang memegang peranan penting hubungan antar negara adalah kepentingan nasional masing-masing negara. Permasalahanpun muncul ketika kepentingan-kepentingan nasional negara-negara tersebut saling berbenturan yang pada akhirnya mempengaruhi pola hubungan antara kedua negara.

Dalam tinjauan historis hubungan antara Indonesia dan Malaysia sering mengalami pasang surut setelah terjadinya beberapa peristiwa yang dialami kedua belah pihak.  Bahkan dewasa ini hubungan kedua negara tersebut mulai kembali memanas dan menjadi salah satu isu penting yang menjadi sorotan publik dan hangat diperbincangkan dalam berbagai media. Pemicunya berbagai kasus, seperti pulau Ambalat, TKW (PRT) yang dianiaya majikannya di Malaysia, pembakalan hutan, klaim Malaysia atas hasil seni budaya Indonesia dan terakhir kasus pelanggaran batas wilayah Indonesia oleh Malaysia dalam insiden penangkapan tiga petugas KKP oleh Polisi Diraja Malaysia. Hal-hal tersebut merupakan sekian masalah yang terjadi di antara dua negara bertetangga ini.

Permasalahan di atas spontan tentunya memicu kemarahan masyarakat Indonesia. Hal ini tergambarkan dengan adanya protes keras yang dilancarkan sejumlah kalangan masyarakat dengan melakukan unjuk rasa maupun pernyataan-pertanyaan terhadap pemerintahan Malaysia. Mereka menganggap sikap Malaysia telah menodai kedaulatan Indonesia, bahkan cenderung pelecehan harkat dan martabat bangsa. 

Namun demikian, tanggapan publik mengenai hubungan kedua negara ini sebenarnya cukup beragam. Ada yang secara terang-terangan meluapkan emosinya kepada publik seperti halnya sikap di atas, dan bahkan menyatakan siap perang. Namun ada pula yang menilai bahwa konflik yang terjadi antara kedua negara ini disebabkan oleh adanya pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah antara Indonesia dan Malaysia sebagai negara satu rumpun yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Sebagai warga negara yang memiliki nasionalisme tinggi padangan sebagian kalangan masyarakat di atas juga tidak sepenuhnya salah, sebab di satu sisi Indonesia merupakan negara yang berdaulat, yang tentunya tidak ingin bangsanya dilecehkan oleh bangsa lain, namun di sisi lain kedua negara tersebut juga merupakan negara yang memiliki penduduk moyoritas pemeluk ajaran Islam. Sehingga rasanya tidak pantas untuk saling bermusuhan kepada sesama saudara seaqidah sebagaimana yang diajarkan oleh agama. 

Dengan keadaan tersebut, Indonesia harus mulai melakukan berbagai pemikiran dan tindakan yang dapat dilakukan untuk mencari jawaban terhadap problematika hubungan kedua negara ini. Sebab walau bagaimanapun rakyat Indonesia selalu menginginkan yang terbaik bagi bangsanya, kedaulatan bangsa tetap terjaga dan  kesejahteraan rakyat dapat tercapai.

Berdasarkan latar belakang di atas, Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII akan melaksanakan kegiatan seminar nasional yang berkenaan dengan hal di atas, dengan harapan akan mendapatkan solusi yang terbaik dari berbagai permasalah nasional yang tengah terjadi di nusantara ini.

 B.   Maksud dan Tujuan

  1. Munculnya solusi atas permasalah yang tengah terjadi sehingga dapat memberikan masukan kepada pemerintah dalam menyelesaikan  konflik yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia.
  2. Masyarakat dapat lebih arif dalam menyikapi konflik yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia.
  3. Peserta seminar mendapatkan wawasan baru berkenaan Islam dan hubungan Internasional, khususnnya hubungan Indonesia dengan Malaysia.

 C.   Waktu dan Tempat Pelaksanaan

1. Hari/Tgl.         : Sabtu, 16 Oktober 2010 

2. Waktu            : Pukul 08.00 WIB – selesai

4. Tempat           : GKU Prof. Sardjito,  Kampus Terpadu UII Jalan 

                            Kaliurang KM 14,5 Yogyakarta.

D.   Nara Sumber

1. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi, MA., M.Phil., Ph.D (Tinjauan Islam Internasional)

2. Prof. Jawahir Thontowi, SH., Ph.D (Tinjauan Islam dan Hukum Internasional)

2. Nur Kholis, S.Ag., M.Sh.Ec.  (Tinjauan Ukhuwah Islamiyah)

3. Wili Ashadi, SHI (Moderator)

 E.    Peserta Seminar

Peserta seminar nasional ini adalah dari kalangan masyarakat dan akademisi (mahasiswa, dosen dsb).

 F.    Penyelenggara

Penyelenggara kegiatan ini adalah Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia (UII).

 

Contact Person ;

Nurul Hakki MS         :  081328002929

Fathur Rohman, SHI  :  085743702030

Tian Wahyudi, S.PdI  :  085640444181




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
Image The Muslim College London UK Buka Kemungkinan Kerjasama dengan UII Penyebaran agama Islam di Eropa khususnya di Inggris beberapa decade terakhir ini mendapatkan respon yang positif dari masayarakat, terbukti dengan semakin banyaknya penduduk yang memeluk agama Islam. Selain itu banyak pula masjid yang dibangun sebag...
 
Image Majelis Mudzakarah: UII Membutuhkan Standardisasi Aktifitas Dakwah Dalam ajaran Islam, menyeru kepada kebaikan (dakwah) merupakan salah satu kewajiban agama, terlebih bagi orang yang berilmu. Sebagai kampus bernafaskan Islam, UII telah mengintegrasikan dakwah sebagai bagian dari catur dharma perguruan tinggi, bersam...
 
Image Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Raih Gelar Doktor di UII Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Titik Tejaningsih, SH., M.Hum. berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum pada Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu (10/2). Titik Tejaningsih berhasil mempertahankan disert...
 
Image Gus Mus dan Syafiq A Mughni Jadi Pembicara dalam Seminar Nasional Sinergi NU dan Muhammadiyah di UII NU dan Muhammadiyah merupakan dua organisasi Islam besar yang telah memberikan banyak kontribusi bagi bangsa Indonesia, termasuk dalam upaya meraih kemerdekaan, bahkan berdirinya UII pada tahun 1945 juga merupakan hasil kerja keras tokoh-tokoh dari N...
 
Image Ingin Perbaiki Mutu dan Raih Akreditasi A, UMI Makassar Studi Banding ke UII Persaingan global yang semakin kompetitif menuntut perguruan tinggi meningkatkan mutu dan pelayanan. Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta harus mampu menjamin mutu dan output yang baik kepada masyarakat jika tidak ingin tertinggal oleh pergurua...
 
More News ...

LOGIN UNISYS






Forgot your password?
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
SAP University Alliances

Edoc UII

Document Centre

Journal UII

Formulir Tracer Alumni UII