| UII Sosialisasikan Sistem Paten Bagi Dosen Penelitinya |
|
| Friday, 28 January 2011 | |
|
Menurut Setya Winarno,ST. MT. Ph.D, berharap bahwa setelah terselenggaranya sosialisasi ini akan menggugah para dosen peneliti untuk melakukan paten atas penelitiannya sebab banyaknya penelitian yang dipatenkan akan berdampak positif bagi pemeringkatan Universitas Islam Indonesia (UII). “Harapannya, UII ke depan bisa menjadi Perguruan Tinggi Swasta Pertama dalam hal Paten”pungkasnya. Sementara itu, Wakil Rektor I, Nandang Sutrisno,SH. LLM. M.Hum. Ph.D mengemukakan bahwa UII telah berhasil menduduki peringkat pertama sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang paling produktif dalam karya ilmiah. Namun hal ini belum menjadi suatu kebanggaan melihat sangat minimnya hasil penelitian di UII yang dipatenkan. Dengan kondisi ini, UII harusnya segera tergugah untuk memperbaiki kekurangan tersebut. “Penelitian yang berorientasi paten seharusnya sudah menjadi prioritas UII, maka segera diniatkan, direncanakan, dan diimplementasikan”pintanya. Nandang Sutrisno,SH. LLM. M.Hum. Ph.D sangat yakin bahwa harapan terseput mudah untuk dicapai sebab UII memiliki banyak Dosen peneliti yang produktif. “Para dosen peneliti ini hanya memerlukan pembinaan sedikit dalam melakukan permohonan paten”tegasnya. Di akhir sambutannya, Wakil Rektor I UII tersebut berterima kasih kepada para panelis terutama kepada Kepala Badan Pemeriksa Paten Ditjen HKI, Ir. Arif Syamsudin,SH. MSi. yang telah memberikan pencerahan bagi UII terkait dengan pengelolaan sistem Paten. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para peserta memahami dan tergerak untuk melakukan penelitian berorientasi Paten. Pemahaman Sistem HKI itu penting
Ada berbagai manfaat yang diperoleh dengan memahami sistem pengelolaan HKI. Ditinjau dari aspek Yuridis, pemahaman terhadap sistem HKI hasil karya penelitian akan terlindungi dan terhindar dari pelanggaran. Dari sisi ekonomis, dapat terhindar dari kemungkinan biaya tinggi dalam melakukan joint venture. Selain itu, khususnya dalam paten, Litbang bersama UKM dapat mengembangkan berbagai macam strategi yakni strategi terhadap inovasi tekhnologi (ke arah mana perkembangan tekhnologi yang akan datang), strategi terhadap inovasi produk (untuk memperoleh produk yang berbeda pada pasar yang sama atau untuk memperoleh produk serupa pada pasar yang berbeda), strategi terhadap HKI yang akan dimiliki, dan strategi mempertahankan pasar. |