| Pelantikan dan Sumpah Dokter FK UII Periode XII |
|
| Friday, 01 April 2011 | |
|
Membuka sambutannya Dekan FK UII dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes mengingatkan bahwa sumpah dokter bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan sebagai awal dari proses belajar untuk menjadi dokter yang sesungguhnya. Para dokter baru, lulusan non KBK yang telah lulus UKDI dan mendapatkan STR dapat langsung mengabdikan diri di masyarakat sebagai dokter. Namun untuk para dokter baru yang lulusan KBK, setelah pengambilan sumpah diharuskan untuk mengikuti proses pemahiran atau internsip yang diatur oler Komite Intersip Pusat Indonesia (KIPI). “Pada tahap internsip inilah para dokter baru akan terus mendapat latihan dan memahirkan ketrampilan dibawah bimbingan dokter pembimbing di rumah sakit selama satu tahun. Sehingga melalui proses pemahiran ini, ketrampilan dokter baru akan semakin terasah dan lebih siap saat mengabdi di masyarakat”, paparnya. Menambahkan lebih lanjut, proses yang akan dijalani para dokter baru masihlah panjang dengan tuntutan peningkatan kompetensi profesionalitas yang terus menerus, termasuk didalamnya keharusan untuk selalu meng-update ilmu dan teknologi kedokteran yang sangat dinamis. Bila dilihat jumlah dokter di Indonesia saat ini masih jauh dari kata ideal, diharapkan para dokter baru yang telah diambil sumpahnya siap ditempatkan dimanapun untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.. Wakil Rektor III Ir. Bachnas M.Sc dalam sambutannya berpesan, agar dokter baru selalu bersyukur atas raihan yang telah dicapai, tentunya keberhasilan yang diperoleh ini melalui perjuangan dan usaha yang gigih serta berkat bantuan dari berbagai pihak. Seorang dokter dituntut mempunyai kemauan untuk terus belajar dan mengupdate pengetahuannya, hal ini mengingat ilmu kedokteran yang selalu berkembang. “Dokter menjadi seorang pemikir, sehingga dapat mencari formula serta ide baru dalam rangka menangani berbagai permasalahan para pasien”, ungkapnya. Ir. Bachnas M.Sc. menambahkan, para dokter baru hendaknya juga dapat menjaga komunikasi dengan alumni UII yang lain, sehingga informasi yang diperoleh dapat merata dan bermanfaat. Dalam penilaian hasil karya dan produktivitas yang dihasilkan sebagai praktisi klinik, keluaran dokter akan di lihat dari peranannya sebagai agent of treatment, agent of change dan agent of development. Mengamalkan ilmu kedokteran pada derajat yang tertinggi, diantaranya konsisten dengan isi sumpah kedokteran, KODEKI dan selalu mengikuti perkembangan terkini ilmu kedokteran. Selain merubah mindset masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern dimana masih banyak wilayah tertinggal dan terbelakang di Indonesia yang kiranya perlu untuk diberikan sentuhan sehingga dapt terlepas dari masalah kebodohan dan kemiskinan, dokter juga diharapkan dapat membuka jalan mensejahterakan masyarakat. |