| Guru Besar FTSP UII, Prof. Sarwidi Terima ATAKI Award |
|
| Tuesday, 03 May 2011 | |
|
Penganugerahan ATAKI Award ini diberikan oleh Menteri Pekerjaan Umum yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum pada acara Musyawarah Nasional ATAKI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Selasa (26/4). ATAKI merupakan salah satu asosiasi profesi konstruksi terbesar yang tergabung dalam Lembaga Pembina Jasa Konstruksi (LPJK). ATAKI mempunyai kepengurusan di tingkat nasional dan di tingkat provinsi serta konsen dalam sosialisasi bangunan tahan gempa di Indonesia. Untuk pengembangan sumber daya di bidang konstruksi, ATAKI sudah mengadakan MOU dengan UII dan akan ditindaklanjuti dengan kegiatan pembekalan dan proses sertifikasi keahlian (SKA) dengan penyelenggara Prodi Teknik Sipil FTSP UII. ATAKI memang merupakan suatu asosiasi yang fokus dalam pengkajian mengenai kegempaan. Terkait dengan kriteria penerima award, calon penerima award ini diusulkan, dibahas, dan ditetapkan oleh seluruh anggota pada Munas ATAKI. Bencana Yang Terjadi Merupakan Cara Menstabilkan Alam Sosialisasi terhadap bangunan rumah tahan gempa (BARRATAGA) ini sebenarnya telah dimulai sejak jauh sebelum gempa di Jogja. Dalam hal ini, Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE. Ph.D., IP-U menginovasi SIMUTAGA (Alat Simulasi Ketahanan Gempa Model Bangunan) yang lebih irit, efisien, dan mudah digunakan seluruh kalangan masyarakat. Namun sosialisasi tidak selamanya berjalan mulus, sebagian besar masyarakat masih mengabaikan kemungkinan terjadinya bencana yang diprediksi. “Masyarakat harus tahu bahwa gempa merupakan suatu siklus fenomena alam yang akan berulang sebab gempa adalah cara untuk menstabilkan alam, begitu juga dengan gunung meletus, atau bencana yang lain” tegas pengarah BNPB RI (Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia) ini. Sebagai salah seorang Guru Besar yang konsen terhadap kegempaan, Prof. Sarwidi menjelaskan bahwa gempa dan segala bencana semisal lainnya tidak bisa ditolak kedatangannya, namun yang terpenting adalah penanganan kita bersama terhadap dampak dari bencana alam itu. Diharapkan ke depannya para peneliti bisa tetap aktif dalam menghasilkan temuan – temuan ilmiahnya sebagai wujud pengabdian pada masyarakat luas khususnya dalam menghadapi dampak bencana. “Para peneliti harus lebih aktif dalam melakukan penelitian sebagai wujud riil pengabdian pada masyarakat luas,” himbaunya. Selain masih aktif sebagai Dosen Program Studi Teknik Sipil dan Pasca Sarjana FTSP UII, Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE. Ph.D., IP-U ini tercatat sebagai Pendiri dan Pembina PAMAN BATAGA (Paguyuban Mandor Bangunan Tahan Gempa) yang bergerak dalam bidang pembangunan rumah tahan gempa, Inovator SIMUTAGA (Alat Simulasi Ketahanan Gempa Model Bangunan), Ahli Utama pada CEVEDS International yang bergerak dalam bidang Rekayasa Kegempaan dan Kegunung-Apian serta Kebencanaan. |