| Wakil Rektor I UII Ajak Jama’ah Jadikan Kejayaan Islam di Spanyol Sebagai Pelajaran |
|
| Saturday, 06 August 2011 | |
|
Upaya untuk kembali melihat sejarah kemajuan Islam di Spanyol ini diungkapakan Nandang Sutrisno, SH, LLM, MHum, Ph.D dalam ceramah sebelum shalat tarawih di Masjid Ulil Albab kampus terpadu UII Jum’at (5/8/2011), seusai melihat sebuah patung yang sangat artistik bertuliskan “laa ilaha illallah” di sela kunjungannya ke Valencia, Spanyol. Namun, Wakil Rektor 1 UII ini menyayangkan kejayaan Islam di Spanyol itu sekarang tinggal tersisa artefak-artefak yang bersifat fisik. Kemajuan dalam bidang fisik seperti model bangunan Spanyol memang sangat terkenal. “sekarang sering kita dengar ada rumah gaya spanyol”ungkapnya. Namun menurutnya, dalam sejarah dunia, kejayaan satu rezim senantiasa bergiliran tidak ada yang kekal. Berbagai bangsa atau rezim pernah berjaya seperti yunani, romawi, persia, tingkok pernah dan sekarang giliran Amerika. amerika sekarang memang menguasai pengetahuan, teknologi, ekonomi, politik, sosial budaya dan bidang lain. Akan tetapi tidak ada yang menjamin akan abadi. Sesungguhnya di dalam al-quran sendiripun berdasarkan pemaparannya sudah dijelaskan melalui surat Ali Imran: 140. Dalam ceramahnya, ada beberapa pelajaran yang bisa kita tarik baik dari penguasaan Amerika saat ini atau Islam di Spanyol pada masa lampau. Pertama bahwa yang menentukan kejayaan suatu bangsa adalah faktor penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka dari itu kita perlu kembali meningkatakan ghirah dalam IPTEK, karena dalam ilmu pebangunan tidak ada bangsa di duinia ini yang bisa maju kalau ilmu pengetahuannya masih bergantung pada bangsa lain. Kedua, adalah bagaimana penguasaan IPTEK dibarengi dengan pembangunan karakter seperti kejujuran, disiplin, dan etos kerja. Puasa ini menurutnya adalah momen yang tepat sebagai wahana meningkatkan itu semua. Pasca kejayaan Islam di sepanyol, keruntuhannya perlu diambil pelajaran, yaitu ketamakan, sikap bermewah-mewahan dan kesewenang-wenangan para pemimpin perlu diwaspadai. Berkaca pada sejarah, di mana VOC sebagai penjajah di Indonesia sangat sulit diruntuhkan. Namun karena kekacauan internal yang terjadi maka VOCpun runtuh. “VOC runtuh karena faktor internal” ungkapnya. |