| UII Peringati Hari Jadi RI ke-66 |
|
| Wednesday, 17 August 2011 | |
|
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Edy Suandi Hamid. M.Ec. membacakan amanat dari Gubernur DIY dengan mengangkat tema “Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, kita tingkatkan kesadaran hidup dalam Ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN”. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa warga masyarakat yogyakarta dinilai Istimewa dengan keberagaman Indonesia namun dalam ikatan satu Bangsa, secara metaforis di dada setiap manusia Indonesia seakan tersemat simbol Garuda Pancasila dengan kaki mencengkeram kuat sesanti Bhinneka Tunggal Ika. Meski memiliki keragaman etnik, agama dan keyakinan, budaya dan tradisi, serta bahasa yang paling kaya sekaligus problematik di dunia, kita tetaplah “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa: Indonesia” dalam bingkai NKRI yang tak bias ditawar-tawar lagi, karena sudah menjadi realitas sejarah yang final. Pada lingkup regional DIY, juga terasakan adanya kegelisahan mayoritas masyarakat, karena RUU KeIstimewaan tak kunjung menunjukkan solusi elegan berlandaskan UUD 1945 dan berpijak pada dimensi sosio-kultural-historis yang menjadi karakteristik khas Yogyakarta dan segenap warganya. Usai pelaksanaan upacara bendera, acara dilanjutkan dengan peresmian eskalator masjid Ulil Albab oleh Rektor UII didampingi perwakilan Dewan Pembina Yayasan Badan Wakaf Drs. Sunardi Sahuri. |