Universitas Islam Indonesia

FTI UII: ‘E-Learning’ Solusi Pendidikan Nasional E-mail
Tuesday, 24 January 2012

ImagePendidikan Indonesia masih menghadapi sejumlah masalah. Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia tersebar dalam lingkungan geografis yang sangat luas. Ketersediaan infrastruktur dan kualitasnya pun beragam. Penyebaran SDM yang berkualitas ini pun sangat bervariasi antar daerah. Bagi daerah yang relatif maju, memiliki SDM yang unggul, infrastruktur memadai, dan kaya akan informasi (information-rich area). Namun di sisi lain, masih banyak juga daerah yang kualitas SDM-nya masih sangat rendah, infrastruktur kurang memadai, dan miskin akan informasi (information-poor area). Akibat adanya information-rich area dan information-poor area tersebut, terjadi kesenjangan pengetahuan (knowledge-divide).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, solusi secara konvensional akan membutuhkan waktu yang lama. Padahal, banyak perguruan tinggi yang memiliki sumber daya sangat terbatas untuk mampu menambah jumlah gedung dan ruangnya, memperbesar jumlah mahasiswa dan meningkatkan kualitas dosen, serta menekan biaya operasional pendidikan. Untuk itu, muncul istilah e-learning guna menjadi solusi, yakni proses pembelajaran yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan tekhnologi informasi dan internet.

Oleh karenanya, dalam rangka melakukan sosialisasi terhadap pentingnya pemanfaatan tekhnologi informasi dalam upaya peningkatan pendidikan nasional, FTI UII menyelenggarakan acara Konferensi Nasional Pembelajaran Informatika (KNAPTI) pada Sabtu (21/1), di Gedung ‘Moh Hatta’ Perpustakaan dan Museum UII Lantai 2.

Dijumpai setelah acara, Ketua Jurusan Teknik Informatika Yudi Prayudi, SSi. MKom menuturkan, jika media tekhnologi informasi dapat dimanfaatkan dengan benar, maka akan meningkatkan aksesibilitas, equitas, dan kualitas pendidikan Nasional. “Pemerintah telah mencanangkan penerapan e-Learning ini dalam pelaksanaan proses pendidikan di Indonesia”katanya.

e-Learning, menurutnya, memang sangat relevan dengan karakter geografis Indonesia yang terpisah – pisah antarpulau. Terlebih bagi perguruan tinggi, ke depan mahasiswa tidak hanya on campus saja melainkan juga off campus (tidak selalu berada di kampus). Hal demikian akan menjadikan keterserapan mahasiswa pendidikan tinggi semakin luas. “Seiring dengan hal ini, ketersediaan mendia tekhnologi dan informasi, kualitas staf pengajar dan kurikulum pendidikan tinggi tetap diprioritaskan”tandasnya.

Dalam implementasinya, e-Learning ini diharapkan bukan menjadi hal utama dalam proses pembelajaran. “Ruh pembelajaran, kedekatan personal antara dosen dan mahasiswa tetap harus diutamakan”tegasnya.

KNAPTI sendiri merupakan konferensi nasional pertama di Indonesia yang merupakan suatu forum ilmiah untuk sharing dan diskusi aktif mengenai berbagai aspek dari implementasi pembelajaran bidang ilmu informatika dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran. “Melalui KNAPTI 2012 ini, akan muncul beragam ide positif guna meningkatkan kualitas lulusan yang siap terjun di masyarakat sesuai dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh selama mengikuti proses pendidikan di perguruan tinggi”harapnya.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
Tentang Universitas
Fasilitas Kampus
Pusat dan Departemen
Direktorat
Fakultas dan Program Studi
Laboratorium
Calon Mahasiswa
Kemahasiswaan
Beasiswa
Media Relations
Kontak
Direktori Web
Blog
Email
Peta Kampus
Peta Situs