Universitas Islam Indonesia

UII Tolak Tegas Praktik Plagiarism E-mail
Monday, 05 March 2012

ImageAkhir-akhir ini praktik plagiarism kembali mencuat di media masa, diantaranya adalah plagiarism dalam hal karya tulis ilmiah yang dilakukan oleh kalangan kampus sebagai prasyarat pengajuan guru besar. Praktik plagiarism dapat artikan sebagai tindakan kriminal akademik yang mana Dikti sendiri akan menjatuhkan sangsi tegas bila perbuatan tersebut terbukti dilakukan, bahkan hingga sangsi pencopotan gelar guru besar.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Rektor I Universitas Islam Indonesia (UII), Nandang Sutrisno, SH, MH, LLM. PhD., menyampaikan, seperti apa yang di lakukan di Dikti, di UII juga sangat anti dengan plagiarism. Yang mana dalam prakteknya UII juga sudah seoptimal mungkin melakukan pengecekan terhadap karya-karya ilmiah para dosennya, baik yang diusulkan dalam rangka prasyarat kenaikan jabatan maupun sebagai prasyarat guru besar.

 “UII sangat anti dalam hal plagiarism, sebelum diajukan ke Dikti dilakukan pengecekan internal terlebih dulu, teknisnya bilamana rivewer menemukan ada indikasi selanjutnya akan dilaporkan kepada Pembina. Bahkan bila diperlukan akan dibentuk sebuah tim untuk mengecek lebih jauh indikasi plagiarism tersebut,” paparnya.

Lebih lanjut Nandang Sutrisno, SH, MH, LLM. PhD. sebagai Pimpinan yang membawahi bidang akademik UII mengungkapkankan, tentunya UII juga tidak mau menuduh secara sembarangan, tetapi perlu untuk melakukan pengecekan secara cermat terlebih dulu, apakah wujudnya penjiplakan utuh, sebagian besar atau berupa keteledoran dalam mencantumkan sumber, sebagai dasar menetukan sangsi yang akan dijatuhkan.

“Pada dasarnya sudah ada mekanisme tersendiri di UII, baik pencegahan maupun tindakan bila praktik plagiarism dilakukan,” ungkapnya.

 




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!