Universitas Islam Indonesia

62 Dokter Muda UII Siap Terjun Di Tengah Masyarakat E-mail
Thursday, 19 April 2012

ImageSejumlah 62 dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) siap terjun di tengah masyarakat sebagai bagian dari proses pendidikan klinis seusai mengikrarkan janji dokter, di Auditorium KH. A. Kahar Mudzakkir, Kamis (19/4) pagi. Ke 62 dokter muda FK UII tersebut selama kurang lebih dua tahun kedepan akan menempati dua rumah sakit, yakni RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga dan RSUD dr. Soeroto Ngawi, Jawa Timur.

Rektor UII Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam kesempatannya menyampaikan, penerjunan para dokter muda bagi UII bukanlah dimaknai hanya sekedar bagian dari syarat pendidikan yang harus ditempuh setiap mahasiswa Fakultas Kedokteran, namun terangkai pula di dalamnya implementasi Catur Dharma UII, yakni pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan dakwah Islamiyah.

Oleh karena itu menurut Rektor, dalam setiap proses pengambilan janji dokter, para dokter muda dituntut untuk dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan sebaik mungkin. “Amalkanlah ilmu yang telah Saudara dapatkan selama ini di bangku kuliah, dan mintalah masukan dari pembimbing ketika ada persoalan,” ungkapnya.

Selain itu disampaikan Rektor, bahwa soft skill seperti Sopan santun dan kemampuan berkomunikasi sebagai sarana pendukung didalam memberikan pelayanan yang maksimal hendaknya juga dapat dikuasai oleh para dokter muda.

Hal senada disampaikan Dekan FK UII, dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes, bahwa Model kelulusan yang dipakai saat ini dengan menempuh Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang merupakan ujian komponen yang harus diikuti. “Menurut pendapat rumah sakit penempatan sebagai mitra, bahwa para dokter muda UII dapat memberikan suatu sikap dan perilaku yang baik, karena melekat atribut Islam pada FK UII dan Islam sebagai rahmatan lil alamin,” paparnya.

Sementara itu Direktur RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga, dr. Nonot  Mulyono, M.Kes. dalam kesempatannya menyinggung keberadaan rumah sakit yang dipimpinnya. Menurut dr. Nonot Mulyono, rumah sakit yang terletak di utara Banyumas dan sebelah barat Banjarnegara tersebut dalam perkembangannya merupakan Rumah Sakit dari kelas C menuju kelas B, yang terus menambah jumlah dokter Spesialis.

“Bagi para dokter muda, Ilmu dapat ditimba selain dari dokter di sana, selain juga ditunjang akan aktifitas dan keaktifan dalam menangani pasien sesuai standar,” pungkasnya.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!