Memahami Indonesia merupakan pekerjaan besar bagi setiap orang yang mencoba memberikan solusi. Setelah rezim orde baru tumbang, banyak harapan tertumpah kepada pundak setiap pemimpin negeri ini. Tak terlepas dengan mahasiswa dan generasi muda lainnya. harapan tadi tertumpah bukan tanpa alasan. Mahasiswa sebagai kaum intelektual telah membuktikan bahwa mereka mampu untuk mengeluarkan bangsa ini dari setiap periodesasi ketidakadilan penguasa.
Semenjak satu dasawarsa reformasi bergulir diakui banyak ketimpangan terjadi walaupun,dalam beberapa hal ada kemajuan dan perbaikan sistem pengelolaan negara. Ketimpangan tadi lebih banyak diakibatkan dari sikap pemerintah yang terlalu mengakomodasi elit. Energi yang tersisa sekarang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dengan baik padahal sector ini sangat perlu mendapatkan penanganan serius.
Harapan yang seharusnya menjadi peluang, ternyata harus berakhir sebatas impian, komunikasi lintas generasi menjadi kebutuhan. Konsepsi yang segera di realisasikan, tertunda karena semua kalangan sibuk memperebutkan kursi kekuasaan. Akhirnya persoalan demi persoalan lahir dan semakin menambah kompleksitas permasalahan.
Pergerakan mahasiswa mengalami kemandekan antara lain disebabkan oleh dua factor. Pertama, persoalan stuktural (terkait kebijakan dan akses sistem terhadap mahasiswa yang ingin melakukan perubahan). Pada akhirnya melanggengkan sebuah cara berpikir bahwa mahasiswa adalah “oposisi” dari kebijakan pemerintah. Kedua, persoalan cultural yaitu etos kerja mahasiswa sering kali mengalami penurunan. Persoalan diatas harus segera diselesaikan. Rakyat kini menanti terealisasinya peran-peran di atas, untuk mencapai tujuan. Peningkatan kebutuhan akan energi yang luar biasa dewasa ini di tengah-tengah ancaman mahalnya sumber energi primer dunia dan pemanasan global telah membuka mata kita betapa sebenarnya kita masih menghadapi masalah dengan ketahanan energi jangka panjang. Beberapa opsi non-konvesional yang dulu dipandang sebelah mata sekarang harus mulai diberi peran lebih. Salah satunya adalah tenaga nuklir.
Menyadari urgensi tersebut, maka pada Milad Universitas Islam Indonesia ke – 66 ini, Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (LEM FMIPA) beserta Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (LEM FK dan LEM FE) berinisiatif mengadakan sebuah kegiatan yang mengangkat tema tentang kemanfaatan energi nuklir yang dipandang pada sudut kesehatan kedokteran, sains teknologi dan dari sudut pandang ekonomi.
Reaktor nuklir untuk keamanan, keadilan dan perdamaian, itulah yang menjadi alasan bagi Iran untuk berjalan tegap dan percaya diri, bahwa putusan dan pilihan bebas ditangan mereka demi kemakmuran rakyatnya. Kalau alasannya itu, mereka tahu bahwa mereka dapat menguasai teknologi pendukung secara sempurna agar mesin penghasil keamanan, keadilan dan perdamaian itu akan sungguh bermakna bagi rakyatnya dan dunia umumnya. Tetapi pertanyaan dibawah ini penting, sekedar membawa kita ke imajinasi bersama PLTN untuk siapa (untungnya) dan dampak (resiko bencana) yang akan bertanggung jawab siapa?
Maraknya penolakan masyarakat terhadap rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria, Jawa Tengah, sejauh ini tidak mengubah konsistensi pemerintah untuk terus mensosialisasikan bahwa energi nuklir sangat tepat jika diterapkan dalam keadaan bangsa seperti ini. Bahwa pengembangan energi nuklir mampu memberikan keuntungan untuk kemakmuran rakyat. Beberapa energi nuklir dapat digunakan untuk pembangunan ketahanan pangan, energi nuklir untuk pengembangan teknologi kesehatan dan obat, serta energi nuklir untuk industri dan lingkungan.
Dan untuk menuju Indonesia 2014 yang sejahtera dibutuhkan penanganan dan tawaran politik terhadap leader bangsa Indonesia sebagai bukti nyata bahwa mereka akan menjalankan sesuatu kebijakan yang sangat bagus yaitu penerapan energi nuklir sebagai energi yang cocok untuk negara Indonesia. PEMBICARA Speaker : 1. Dr. dr. Siti Fadilah Supari Sp.JP(K)* (Menkes RI), 2. Dr.Ir. Arnold Soetrisnanto (Head of Nuclear Project Development, PT Medco Power Indonesia), 3. Dr. Setiyanto, M.Sc. (Kepala Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir, BATAN RI), 4. Komisi VII DPR RI*, 5. Ketua Forum Rektor Indonesia*, 6. WALHI DIY 7. Tokoh Nasional Indonesia*
Moderator: Lutfi Chabib, S.Farm., Apt.
WAKTU DAN TEMPAT Hari/ Tanggal : Sabtu- Minggu 20 - 21 Juni 2009 Pukul : 08.00 s/d selesai Tempat : GKU Prof. Sardjito, MD Phd Kampus Terpadu Univeritas Islam Indonesia
PESERTA 1. Mahasiswa S1/S2/S3 2. Akademisi 3. Stakeholder terkait 4. Umum PESERTA TERBATAS HANYA 250 ORANG
CONTRIBUTION FEE : Early Registration (sebelum tanggal 18 Juni) : Mahasiswa/Umum : Rp. 50.000 Mahasiswa/umum luar daerah : Rp. 75.000 (Sudah termasuk biaya penginapan, dinner, dan breakfast)
Late Registration (19 Juni s/d on the spot) Mahasiswa / umum: Rp. 60.000 Mahasiswa / Umum luar daerah : Rp. 85.000 (Sudah termasuk biaya penginapan, dinner, dan breakfast)
FASILITAS Seminar Kit, Sertifikat, Copy makalah, Lunch, coffe break, Souvenir , dan door prize
INFORMASI DAN PENDAFTARAN : Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang KM 14,5 Yogyakarta CP : LINA MIPA UII'07:081804314884 FANNY FK UII'07 087838238299 TINA MIPA UII'07 0812502575)
Email : Nethesco09[at]yahoo[dot]com
Pembayaran pendaftaran juga dapat melalui tranfer rekening tabungan Bank Muamalat Cabang Banjarmasin 904 299 8 299 an. Ani Agustina
NB : Setelah mentransfer langsung mengkonfirmasi ke panitia.
Organised by : COMMITTEE OF NETHESCO 2009 yang merupakan Inagurasi dari : LEM FAKULTAS KEDOKTERAN UII LEM FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UII LEM FAKULTAS EKONOMI UII
Sponsored by: PT. MEDCO POWER INDONESIA FAKULTAS KEDOKTERAN UII FAKULTAS MIPA UII
Media Partner: UNISI 104,5 FM
*masih dalam konfirmasi Informasi ini bisa diakses juga di http://seminar.uii.ac.id  |