Universitas Islam Indonesia

Kodisia dan Jafana Semarakkan Idul Adha di Desa Turgo E-mail
Monday, 30 November 2009

Idul Adha selalu menjadi momentum istimewa bagi lembaga dakwah kampus Universitas Islam Indonesia (UII) dalam proses pengembangan dakwah di masyarakat. Setiap lembaga dakwah, baik di tingkat fakultas maupun universitas mengadakan berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Raya Kurban sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di desa binaan masing masing.

Image Hari Raya Idul Adha 1430 H kali ini, Jamaah Fathan Mubina (Jafana) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya dan Korps Dakwah Universitas Islam Indonesia (Kodisia) merayakan Idul Adha di Desa Turgo, Purbowinangun, salah satu desa yang terletak di dekat lereng gunung Merapi. Dengan menggabungkan nama menjadi Jafasia, kedua lembaga dakwah ini menyelenggarakan rangkaian acara di desa tersebut. 

Panitia acara ini mengusung tema "Jadikan Idul Adha Sebagai Momen Perbaikan Umat Melalui Pendidikan dalam Bingkai Jalinan Ukhuwah Islamiyah". Rangkaian acara sendiri sudah dimulai pelaksanaannya sejak sore hari menjelang malam Idul Adha dan berakhir pada sore hari raya Idul Adha.

Ketua Kodisia, Pambudi, menjelaskan ada lima acara yang diadakan dalam rangkaian kegiatan ini, yaitu Lomba Santri TPA, Takbir Akbar, Takbir Keliling, Penyembelihan Hewan Kurban, dan Bazar Murah. "Takbir Keliling tidak jadi dilaksanakan sebab diminta oleh masyarakat setempat, sehingga digantikan dengan acara pengajian", katanya.

Ditanya mengenai tanggapan masyarakat setempat, Ketua Kodisia mengaku disambut hangat oleh masyarakat setempat. Menurutnya, masyarakat Desa Turgo jarang menikmati kegiatan keagamaan semacam ini sehingga kehadiran jama'ah dengan rangkaian kegiatan ini disambut dengan baik. " Mereka mengharapkan ada pendampingan yang terus berkelanjutan dari kita", ungkapnya.

Seksi Humas kegiatan ini, Rizki Priha Atmaja, melihat antusiasme masyarakat yang sangat besar dari setiap acara yang dilakukan. Pengajian yang diadakan pada malam Idul Adha misalnya, seluruh anggota masyarakat setempat memenuhi Masjid Jumadil Kubro, tempat pelaksanaan acara pengajian Idul Adha. "Bahkan masyarakat setempat sudah hadir memenuhi masjid sebelum pembicara hadir di tempat", katanya menerangkan.

Kehadiran Kodisia dan Jafana dengan rangkaian kegiatan ini sebenarnya masih pertama sekali dilakukan di Desa Turgo. Namun, melihat sambutan masyarakat yang sangat besar ditambah dengan kebutuhan mereka terhadap pendampingan keagamaan, kedua lembaga ini meyakinkan akan menjadikan desa ini menjadi desa binaan.

Menurut Ketua Kodisia, pada tahap awal jama'ah akan menjajaki potensi masyarakat terlebih dahulu, termasuk dengan menjalin hubungan baik dengan anggota masyarakatnya. Setelah itu kedua jama'ah ini akan menyusun program-program yang dapat diterapkan di desa tersebut pada tahap selanjutnya. "Masyarakat setempat sendiri sangat mengharapkan penyelenggaraan banyak acara keagamaan" tandasnya mengakhiri penjelasan.

Masyarakat tampak sangat menikmati suasana keakraban dalam kegiatan yang diselenggarakan bersama Kodisia dan Jafana tersebut. Sekitar dua puluh anggota jamaah ikut dalam kegiatan di desa tersebut dan bergabung dengan masyarakat pada semua lapisan umur. Sebagian mereka ada yang mengurusi penyembelihan hewan kurban, ada yang mengurusi acara Bazar Murah, dan sebagian lainnya ikut bermain dengan anak-anak. Enam belas kambing kurban yang dipotong setelah Sholat Id, menjadi pelengkap kebahagiaan masyarakat Desa Turgo menikmati Hari Raya Kurban kali ini bersama para aktivis dakwah UII.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map