Index News.....
MM UII Sekolah Bisnis Terbaik ke-12 Versi Majalah Swa 


| MM UII Sekolah Bisnis Terbaik ke-12 Versi Majalah Swa |
|
|
|
| Friday, 04 December 2009 | |
|
Apresiasi kambali diperoleh Program Magister Manajemen FE UII atas prestasi pengelolaan program pascasarjana tersebut. Kali ini Majalah Swa menempatkan MM FE UII dalam urutan ke-12 Sekolah Bisnis Terbaik 2009. Catatan ini tertuang dalam hasil survei yang dipublikasikan dalam Majalah Swa edisi 26 Nopember 2009 lalu. Dalam surveinya, Majalah Swa melakukan penilaian terhadap perguruan tinggi penyelenggara S2 Manajemen Bisnis yang mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT, dengan tahun kedaluarsa akreditasi mulai 2009 ke atas. Dari kriteria ini, terpilih 24 perguruan tinggi yang kemudian dilanjutkan dengan survei terhadap 2190 responden terdiri atas mahasiswa S1 serta mahasiswa S2 dan alumni dari masing-masing perguruan tinggi penyelenggara. Khusus untuk mahasiswa S2 dan alumni, Swa mensurvei minimal 30 orang di setiap perguruan tinggi.
Responden mahasiswa S2 dan alumni diminta memberikan penilaian terhadap sekolah bisnis mereka, sedangkan mahasiswa S1 diminta menilai penyelenggara program S2 Bisnis yang mereka ketahui. Penilaian dilakukan terhadap delapan atribut yaitu: keseimbangan materi kuliah antara teori dan studi kasus, fasilitas yang tersedia, kualitas dosen, pelayanan akademik dan administrasi, reputasi, kualitas lulusan, kesesuaian antara biaya dan manfaat yang diterima, dan kesetaraan dengan perguruan tinggi luar negeri. Survei yang dilakukan antara 29 September -18 Nopember 2009 ini menggunakan pemeringkatan berdasarkan rerata penilaian terhadap 8 atribut yang dibobot berdasarkan tingkat kepentingan atribut dan bobot kategori responden. Hasilnya menempatkan UII dengan program MM nya di posisi ke-12, dengan nilai total mencapai 7,42. Untuk sejumlah atribut, MM UII mampu masuk dalam kelompok sepuluh besar. Pada atribut fasilitas, keseimbangan materi kuliah antara teori dan studi kasus, dan pelayanan akademik dan administrasi, MM UII meraih posisi ke-5. Sedangkan untuk reputasi, MM meraih posisi 7 dan kualitas dosen berada posisi 10.
Menyambut capaian ini, Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menyampaikan apresiasinya karena MM FE UII sudah mendapat pengakuan dari pihak luar untuk kesekian kalinya. Dengan prestasi kali ini, MM menurutnya mampu membuktikan diri termasuk kelompok elit dalam pendidikan bisnis di tanah air. Namun demikian, Rektor menggarisbawahi bahwa sebetulnya capaian saat ini masih bisa ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, menurut Rektor pengelola dan fakultas harus bekerja sama sebaik mungkin untuk merancang sehingga program ini terus meningkat dan menghasilkan alumni yang kompetitif dan menjadi kontributor bagi dakwah dan promoisi UII. Sementara itu, Dekan FE UII, Drs. Asmai Ishak, M.Bus., Ph.D., menyampaikan selamat atas capaian ini sekaligus menyampaikan sejumlah masukan bagi pengembangan MM yang lebih baik. Capaian ini menurut Dekan FE merupakan bukti bahwa akreditasi yang selama ini menjadi perhatian memang memiliki nilai lebih. Artinya bahwa akreditasi A pada program MM dari BAN-PT berkorelasi positif dengan penilaian pihak ekternal lainnya. Terkait kualitas dosen, Dekan menekankan perlunya peningkatan kualitas dosen, diantaranya melalui penguatan pada studi kasus yang lebih membumi dan menyentuh konteks permasalahan di Indonesia. Untuk kerjasama dengan perguruan luar negeri, Dekan menjelaskan bahwa upaya ke arah itu terus dilakukan. Antara lain dari hasil kunjungan ke SolBridge International Business School Korea beberapa waktu lalu yang menghasilkan kesepahaman bahwa mahasiswa MM UII nantinya bisa menempuh pendidikan singkat selama dua pekan di Korea. Hal ini menurutnya akan memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman bisnis dari perguruan tinggi asing.
Ketua Program Pascasarjana FE UII, Drs. Munrokhim Misanam, M.A.Ec., Ph.D., menyebutkan bahwa apresiasi yang diberikan Majalah Swa ini selain merupakan kebanggaan dapat menjadi otokritik bagi pengembangan program MM di masa mendatang. Sebagai ilustrasi, baginya masih rendahnya hasil penilaian yang didapat dari responden mahasiswa S2 yang sedang menempuh studi dibandingkan alumni menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh di MM lebih dirasakan justru sudah diterapkan di lapangan. Ibarat sebuah kompetisi, menurutnya alumni MM UII lebih bisa merasakan ilmunya setelah bertemu, bersaing, dan berkompetisi dengan alumni lainnya. Artinya bahwa proses pendidikan di MM UII secara umum sudah mampu menciptakan alumni yang kompetitif. Terkait peningkatan kualitas dosen, Ketua Program PPs FE menjelaskan bahwa saat ini tengah disiapkan peraturan yang nantinya mengatur syarat dosen minimal lulusan program doktor. Selain itu, diakui bahwa dosen-dosen yang ada sebenarnya telah memiliki kapasitas internasional, terbukti telah banyak yang menulis pada jurnal internasional maupun menjadi pembicara pada seminar internasional. Namun yang menjadi kendala memang, para dosen tidak banyak yang menceritakan capaian tersebut kepada mahasiswa, sehingga persepsi mahasiswa terhadap dosen belum sesuai dengan kapasitas dosen itu sendiri. Dengan kata lain, dosen amat tawadhu’ untuk menunjukkan prestasinya sehingga mahasiswa pun tidak tahu banyak mengenai prestasi internasional yang diperoleh dosennya. Untuk mengatasi masalah tersebut, Ketua Program PPs FE UII menjelaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan kegiatan pameran yang didalamnya karya-karya akademik dosen PPs FE UII akan diekspos untuk mahasiswa dan umum. Dengan kegiatan ini, diharapkannya karya dosen dapat diketahui mahasiswa sekaligus memotivasi mahasiswa untuk mengapresiasi dan mengikuti capaian para dosen. Adapun terkait jejaring internasional, Ketua Program PPs FE UII menegaskan bahwa dalam waktu dekat, dual degree dengan Universiti Kebangsaan Malaysia akan segera dilaksanakan. Peluang pengembangan program internasional ke depan menurutnya akan diupayakan melalui pengembangan studi Ekonomi Islam yang saat ini tengah menjadi diskursus baru dalam dunia akademik di dunia. Ketua Program PPs FE UII mencontohkan buku ‘Ekonomi Islam’ karyanya saat ini tengah dalam proses akhir untuk translasi ke Bahasa Korea dan Bahasa Inggris. Hal ini baginya menunjukkan bahwa sivitas akademik UII dan karyanya memiliki banyak peluang untuk bersaing di dunia internasional.
|