Index News.....
Sosialisasi Beasiswa Dikti 2010 


| Sosialisasi Beasiswa Dikti 2010 |
|
|
|
| Tuesday, 09 February 2010 | |
|
Kasubdit Pengembangan Ketenagaan, Dra. Istri Hardianti, hadir dalam sosialisasi ini dan menyampaikan materi terkait kebijakan Dikti dalam pemberian beasiswa. Beasiswa yang diberikan kepada para dosen saat ini antara lain dikonsentrasikan pada beberapa model, yaitu beasiswa dalam negeri (BPPS), beasiswa luar negeri yang meliputi beasiswa S2/S3 penuh dan double degree luar negeri, program sandwich, dan program academic recharging (PAR). Seluruh beasiswa ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dosen PTN dan PTS sesuai dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Untuk beasiswa dalam negeri, atau beasiswa pendidikan pascasarjana (BPPS), bentuk beasiswanya telah berkembang sejak pertama kali digulirkan pada 1976 dengan nama Tim Manajemen Program Doktor (TMPD). Program beasiswa TMPD pertama kali diberikan untuk program S3 dari PTN. Sejak 1997, program beasiswa ini berubah menjadi BPPS dengan pelaksanaan dilakukan PTN untuk program S2 maupun S3. Dosen PTN maupun PTS pun dapat mengikuti program ini. Tahun 2007 dilakukan Program Akselerasi 1 pada BPPS yang memberikan kesempatan bagi PTS untuk menjadi penyelenggara beasiswa ini.
Adapun untuk beasiswa S2/S3 luar negeri, calon penerima disyaratkan merupakan dosen tetap PTN/PTS, dengan usia maksimal 50 tahun, memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang memadai serta memperoleh ‘unconditional LoA’ dari perguruan tinggi luar negeri terakreditasi. Untuk tahun 2010 ini dialokasikan sejumlah 400 beasiswa yang terutama diperuntukkan bagi beasiswa penuh S2/S3 sebanyak 300 orang dan sisanya 100 orang untuk beasiswa double-degree terutama S2. Pada 2008 lalu, UII memperoleh 30 beasiswa masing-masing 8 beasiswa untuk dosen pada pendidikan S2 dan sisanya sejumlah 22 orang untuk pendidikan S3 di luar negeri. Jumlah ini menurun pada 2009 menjadi tiga orang penerima beasiswa luar negeri. Untuk program beasiswa sandwich akan diberikan kepada 400 orang untuk melakukan penelitian dan pengembangan akademik lainnya di luar negeri selama 3-4 bulan. Sedangkan program PAR yang terutama diperuntukkan bagi dosen yang sebelumnya memangku jabatan atau tugas non-akademik, dialokasikan bagi sekitar 100 orang dengan durasi 2-4 bulan. |