Universitas Islam Indonesia

Diskusi Draft Kebijakan E-Learning UII E-mail
Thursday, 11 March 2010

Image Badan Pengembangan Akademik (BPA) UII menyelenggarakan diskusi draft kebijakan e-learning sebagai salah satu model pembelajaran dilingkungan UII. Diskusi yang berlangsung Rabu (10/3) tersebut langsung dibuka oleh Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M. Ec. Dalam sambutannya, Rektor antara lain menyampaikan bahwa saat ini perlu disadari e-learning tidak dapat dihindari oleh institusi pendidikan khususnya perguruan tinggi. Rektor juga menyampaikan bahwa UII saat ini merupakan salah satu perguruan tinggi yang sangat diperhitungkan dalam penerapan pembelajaran berbasis IT. Di UII, Rektor melanjutkan, e-learning sudah berjalan secara tidak langsung banyak dosen dan mahasiswa berinterakasi dengan e-learning dalam proses pembelajarannya.

Dalam diskusi yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung GBPH. Prabuningrat tersebut, Rektor juga mengakui bahwa di UII memang belum ada perangkat hukum dan suatu institusi yang mengawal penyelengaaraan e-learning. Oleh sebab itu diskusi ini diharapkan menjadi jawaban untuk pengajuan bahan kebijakan yang akan di bawa ke rapat pimpinan untuk dijadikan peraturan yang mengikat seluruh sivitas UII, baik itu dosen, mahasiswa ataupun unsur pelaksana akdemik seperti Fakultas. Dalam kesempatan tersebut Rektor juga mengapresiasi hasil kerja tim pengembangan e-learning UII yang di akhir periode kepemimpinannya tetap konsekuen dengan rencana semula.  

Dalam kesempatan yang sama Wakil Rektor II  Dra. Neni Meidawati, M. Si menyampaikan pada dasarnya  e-learning saat ini merupakan bagian yang sangat diperlukan bagi kemajuan suatu perguruan tinggi. Namun demikian, Wakil Rektor II menekankan bahwa pembentukan lembaga atau institusi yang mengawalanya hendaknya diarahkan untuk lebih mengoptimalakan Direktorat atau Badan yang melaksanakan fungsi kebijakan dan pelaksanaan akademik, dalam hal ini Badan Pengembangan Akademik  atau Direktorat Akademik. Sehingga jika nantinya dibentuk suatu Divisi yang menagani khusus masalah e-learning agar tidak berbenturan dengan Peraturan PHBW Nomor 03 Tahun 2006 tentang Struktur dan Organisasi UII.

Image E-learning bagi UII merupakan instrumen penting dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Kebijakan E-Learning sendiri sebenarnya sudah diterapkan UII sejak tiga tahun yang lalu melalui program Klasiber. Demikian disampaikan Kaprodi Teknik Informatika, Yudi Prayudi, S.T., M.T., ketika menyampaikan materi tentang kebijakan E-Learning. Program ini, menurutnya merupakan sarana bagi mahasiswa dalam mengakses materi-materi tambahan yang tidak sempat disampaikan secara menyeluruh di kelas. Namun, program ini kurang efektif karena tersendat dengan kelembagaan. ”Program E-Learning sendiri sudah disusun dengan jelas. Agar efektif, usulan kami agar dibentuk satu unit untuk mengelola dan mengembangkannya”, ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusun Pedoman E-Learning, Dra. Sri Haningsih, M.Ag, sendiri mengaku sangat optimis program ini akan terealisasi dengan baik. Ditemui setelah acara diskusi selesai dilakukan, Dosen Prodi Tarbiyah FIAI UII ini menyatakan Program ini saat ini menjadi tuntutan yang mutlak. ”UII berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswanya. Ini tidak akan berjalan mulus jika tidak didukung dengan hal lainnya. Dalam konteks sekarang, program E-Learning menjadi sangat tepat”, katanya dengan tegas.

Lebih lanjut Sri Haningsih menjelaskan bahwa UII sejauh ini sudah memiliki perangkat yang sudah sangat memadai, seperti Badan Sistem Infomasi (BSI), Badan Pengembangan Akademik (BPA), DPPM, dan juga dosen-dosen yang pakar dalam bidangnya. ”Selama ini terlihat kurang efektif karena tidak terlembaga dengan baik, dan kurang terintegrasi. Dengan wadah ini, kita yakin akan dapat berjalan dengan efektif dan akan menghasilkan sesuatu sangat besar bagi UII”, tandasnya.

Dalam draf kebijakan E-Learning, pelaksanaan program ini tersedia dalam tiga level, sesuai dengan kemampuan pengajar di UII. Level pertama, materi kuliah bersifat pasif, yaitu hanya sebatas menyediakan bahan kuliah berbentuk file aplikasi (seperti .ppt, .doc, .pdf, dan .html). Sementara pada level selanjutnya, materi kuliah akan disajikan secara interaktif. Level ini akan memaksimalkan kemampuan powerpoint untuk melakukan animasi atau memanfaatkan program animasi flash.

Sementara pada level terakhir, materi kuliah akan disiapkan secara interaktif dalam bentuk electronic educational package. Paket materi ini disiapkan dengan baik dengan memanfaatkan secara maksimalkan kemampuan multimedia. Dari diskusi yang diadakan pada kesempatan itu, Sri Haningsih menyatakan bahwa para pimpinan fakultas dan beberapa jajaran direktorat terkait sudah mencapai kesepahaman sehingga dalam waktu dekat kebijakan ini dapat direalisiasikan.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map