| PSI UII Kaji Buku Karya Dosen Tarbiyah |
|
| Thursday, 11 March 2010 | |
|
Ditemui sebelum acara dimulai, Direktur PSI, Dr. Muntoha menjelaskan, sejumlah buku berdasar disertasi dan tesis karya sivitas akademika UII dan jejaringnya sudah dijadwalkan untuk dikaji. Program ini sendiri diharapkan dapat memperkuat Kampus Demangan UII sebagai salah satu kantung budaya untuk studi Islam Nusantara. “Oleh karena bersifat nusantara, maka lingkup yang akan berperan serta dalam diskusi ini tidak hanya melibatkan dari Islam saja. Bahkan sebagai nara sumber, tokoh dari agama lain mendapat prioritas yang sama”, ungkapnya. Dalam serimonial pembukaan, Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec mengaku menyambut baik program ini. Seperti yang diungkapkan Dr. Muntoha, Prof. Edy Suandi Hamid juga menyatakan program ini dapat menjadi salah satu sarana mempopulerkan insklusifitas UII. “UII sangat menghargai langkah PSI ini, terlebih dengan melibatkan beberapa tokoh dari lintas agama”, katanya. Terkait dengan buku karangan Dr. Junanah sendiri, Prof. Edy menilai sangat layak untuk dikaji. Selain itu, Serat Centini karya Dr. Junanah yang dipilih sebagai objek kajian ini, lanjut Prof Edy patut dinilai sebagai salah satu upaya penggalian terhadap nilai-nilai dan pelestarian budaya lokal, khususnya budaya Jawa. “Apa yang dilakukan PSI UII melalui acara semacam ini, semoga menjadi bagian dari tanggungjawab UII dalam ikut serta membangun dan mempertahankan nilai luhur budaya dalam rangka mewujudkan umat menuju yang lebih baik”, harap Prof. Edy beberapa saat sebelum mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, GKR Wandansari mengungkapkan bahwa Serat Centini hanyalah merupakan salah satu dari karya dari banyak pujangga surakarta pada masa lalu. “Namun, karya ini memiliki keunggulan karena memuat banyak sisi kehidupan manusia. Bahkan ada juga yang secara detail. Di antara karya kepustakaan Jawa lainnya, penampilan Serat Centini boleh dikatakan paling paripuna”, ungkapnya. Sebelum mengakhiri paparannya, Gusti Mung yang merupakan adik kandung Paku Buwana XIII ini sempat mengungkapkan apresiasinya terhadap UII yang sudah beberapa kali menggali karya-karya bersejarah di Kraton Surakarta. “Masih banyak karya-karya peninggalan para pendahulu yang patut untuk digali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya sehingga dapat diterapkan dalam pembangunan masyarakat kita”, pungkas GKR Wandansari. |