Universitas Islam Indonesia

Prof. Dr. Ir. Chairul Saleh, M.Sc Guru Besar ke-8 UII E-mail
Thursday, 25 March 2010
ImageProf. Dr. Ir. Chairul Saleh, M.Sc dikukuhkan menjadi Guru Besar Program Studi Teknologi Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) setelah membacakan pidato pengukuhannya dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu (24/3) pagi di Auditorium Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII. Di hadapan Senat UII dan para undangan, Prof. Chairul Saleh yang menjadi Guru Besar ke-8 yang dikukuhkan di UII itu membacakan pidato pengukuhannya dengan judul Model Penggabungan Sistem Manufaktur Tekan dan Tarik untuk Meningkatkan Efisiensi Perusahaan. Dengan pengukuhan itu, jumlah guru besar yang ada di UII saat ini berjumlah 17 guru besar.
 
 Mengawali Pidato Ilmiah Guru Besar UII itu, Prof. Choirul Saleh sempat menceritakan perjalanannya hingga mencapai derajat guru besar di UII. Ia menceritakan, mencapai guru besar butuh perjuangan yang keras. ”Saya melewati berbagai rintangan dan cobaan untuk mencapai gelar ini. Dengan ketabahan dan ketekunan, gelar ini dapat diraih juga”, ungkapnya dengan nada yang gembira.
 
Terkait dengan tema yang diangkatnya dalam pidato pengukuhan guru besarnya itu, Prof. Dr. Chairul Saleh mengakui mendapat petunjuk dari beberapa ayat Al Qur’an. ”Model penggabungan sistem manufaktur tekan dan tarik untuk meningkatkan efisiensi perusahaan merupakan hasil dari inspirasi bersumberkan ayat Al Qur’an yaitu surat Yasin ayat 36, surat Luqman ayat 27, dan surat Al Kahfi ayat 109”, paparnya.
 
Dalam naskah yang disampaikan melalui pidatonya itu juga, Prof. Chairul Saleh mengemukakan dua tujuan inti dari model yang dirancangnya itu. Di samping bertujuan untuk mengintegrasikan model sistem produksi tekan (MRP) dan tarik (JIT) yang pada dasarnya memiliki perbedaan yang mencolok dalam penanganan proses produksinya, model penggabungan ini juga secara bertahap dapat membantu perusahaan yang semula menggunakan sistem tekan dapat merubahnya menuju sistem tarik yang dinilai lebih menguntungkkan.
 ”Dengan demuikian, upaya peningkatan produktivitas perusahaan dapat dilakukan, karena dari aspek efisiensi (biaya minimum) dan efektivitas operasi (kepuasan konsumen) sekaligus kedua aspek tersebut dapat dicapai”, paparnya lebih lanjut.

Menurut Prof. Chairul Saleh, model-model penelitian penggabungan dua sistem produksi yang telah dikembangkan mula dari model yang sederhana sampai yang komplek telah terbukti memberikan penambahan manfaat dalam pengembangan keilmuan sistem produksi. Pendekatan analitik terhdap model sendiri dapat diselesaikan dengan berbagai alat optimasi dan simulasi.
 
”Solusi optimal dari model penggabungan sistem tekan dan tarik yang telah dibangun ini sendiri, dapat diperleh melalui optimasi menggunakan alat artificial intelligent (AI), Algoritma Genetik (AG), Simulated Annealing (SA) dan Tabu Search (TS)”, ungkapnya.
Paparan yang disampaikan Prof. Chairul Saleh dalam pidatonya ini kembali dikemukakannya di hadapan para wartawan. ”Hasil penelitian ini sangat berguna bagi perusahaan-perusahaan, terutama yang besar dalam efektivitas produksi dan efesiensi pendanaan”, paparnya.

Ditanya mengenai penggunaannya pada perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, Prof. Chairul Saleh mengakui belum banyak perusahaan yang memakai model penggabungan seperti ini. ”Hal itu disebabkan karena berbagai keterbatasan, termasuk dalam hal peralatan. Namun begitu, ini bukan berarti model ini tidak dapat diterapkan. Sangat mungkin diterapkan meskipun secara bertahap”, tegasnya.
Selain anggota senat UII, acara yang berlangsung secara formal tersebut juga dihadiri kalangan keluarga Prof. Chairul Saleh yang terdiri dari ibu, isteri serta dua tiga anaknya.



Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
Tentang Universitas
Fasilitas Kampus
Pusat dan Departemen
Direktorat
Fakultas dan Program Studi
Laboratorium
Calon Mahasiswa
Kemahasiswaan
Beasiswa
Kontak
Direktori Web
Blog
Email
Peta Kampus
Peta Situs