ROTOBUS (Route Display of The Bus) Solusi Masa Kini Terhadap Kurangnya Display Informasi Transjogja

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sektor transportasi menjadi salah satu elemen yang berperan penting dalam membantu dan menunjang kelancaran beraktivitas bagi para karyawan, pekerja kantoran, mahasiswa dan pelajar. Trans Jogja merupakan salah satu moda dari sarana dan prasarana transportasi publik tentunya harus memberikan fungsi yang optimal. Faktanya masih terdapat kesulitan dalam mendapatkan informasi mengenai keberadaan bus, segi waktu tunggu yang lama dan jarak tempuh yang panjang sehingga membuat penumpang merasa jenuh dalam menunggu datangnya bus. Hal tersebut menjadi tantangan intelektual untuk terus mengembangkan sistem layanan informasi transportasi publik.

Dilatar belakangi dari permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas Islam Indonesia, Rofiq Nurdiansyah Teknik Industri, Musyarofah Teknik Industri, Ainurozaq Alif Ihsan Teknik Industri, Safira Alsana Teknik Industri, dan Jatmiko Jati Kusumo Teknik Elektro, yang dibimbing oleh Amarria Dila Sari S.T, M.Sc menciptakan alat yang bernama ROTOBUS (Route Display of The Bus). ROTOBUS merupakan display rute transjogja yang berbasis elektronik dan digital yang bisa menyelesaikan permasalahan itu semua.

Berbagai macam konsep sistem coba diterapkan sehingga pada akhirnya menemukan konsep yang menggabungkan antara software di HP, display di halte, dan display di bus. Ketiga display rute tersebut saling terintegrasi untuk mendapatkan data informasi yang disediakan pada masing-masing display. Sumber data ini terdapat pada bus yang berjalan sehingga bisa ditangkap oleh display di halte dan display di software. Jalannya alat ini menggunakan bantuan sensor GPS yang telah di setting sesuai dengan rute transjogja. Uji coba alat yang tim ROTOBUS lakukan menggunakan rute 1A yang diantaranya meliputi halte Terminal Prambanan, Bandara Adisucipto, UIN Sunan Kalijaga, Gramedia, Tugu, Staisun Tugu, Malioboro, Pasar Sentul, Gembiroloka, dan JEC.

Terdapat 3 jenis display rute di ROTOBUS yaitu display rute di halte, di bus, dan di hp (berupa software). Ketiga display rute tersebut saling terintegrasi yang dihubungkan dengan bantuan internet. Masing-masing display rute ini mempunyai fitur yang hampir sama, diantara fiturnya adalah terdapat peta rute transjogja, waktu sekarang (jam sekarang), waktu estimasi kedatangan, kecepatan, delay, halte transit, dan gambar alur rute 1A sehingga pengguna transjogja dapat dengan mudah mendapatkan informasi melalui display tersebut.

Mahasiswa UII Teliti Performasi Karyawan PT. Aseli Dagadu Djogja dengan Metode Aplikasi NASA-TLX

Tim PKM-UII melakukan penelitian kepada karyawan PT. Aseli Dagadu Djogja terhadap kinerjanya dengan menggunakan keterkaitan beban kerja mental dengan metode NASA-TLX.

Penelitian ini merupakan bagian kegiatan dari Kemenrisetdikti (Kementerian Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi) untuk mahasiswa seluruh Universitas di Indonesia yaitu PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan jenis PKM yang digunakan oleh tim peneliti adalah bidang penelitian atau PKM-P. Tim peneliti sendiri terdiri dari 3 mahasiswa UII (Universitas Islam Indonesia), yaitu Triano Nurhiknmat dari Statistika, Galang Imanta dari Statistika dan Inamul Erik Lazzuardi dari Teknik Industri.

Awal mula berdirinya PT. Aseli Dagadu Djogja berasal dari pemikiran cemerlang 25 mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta yang sebagian besarnya berasal dari Teknik Arsitektur. Pemikiran cemerlang ini memiliki maksud dalam hal kepariwisataan, perkotaan, dan rancang grafis yang menjadi khas tersendiri di Yogyakarta. Awal PT. Aseli Dagadu Djogja beroperasi ketika mendapat tawaran untuk membuka kios kaki lima di Mall Malioboro Yogyakarta pada tanggal 1994.

Kota Yogyakarta sendiri merupakan kota istimewa yang terkenal sebagai kota pelajar maupun kota pariwisata dimana terdapat banyak objek wisata yang dapat dikunjungi wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Data dari Dinas Pariwisata sendiri menunjukkan bahwa data wisatawan Yogyakarta dari tahun ke tahun semakin naik, pada tahun 2011 terdapat 1607694 wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta dan pada tahun 2015 saja wisatawan meningkat menjadi 4122205. Dari peningkatan wisatawan tersebut tentu saja ini menjadi strategi penting bagi PT. Aseli Dagadu Djogja untuk menjalankan bisnisnya dengan sumber daya yang kompeten untuk mengimbangi jumlah permintaan produk dari wisatawan yang semakin bertambah dari tahun ke tahun. Tim peneliti ingin melihat performasi dari para pekerja dengan metode aplikasi NASA-TLX untuk memberikan solusi terbaik jika terdapat performasi dari pekerja yang menurun.

Hasil survey yang dilakukan oleh tim peneliti menemukan bahwa dari perhitungan menggunakan metode NASA-TLX didapatkan hampir semua responden berada pada beban kerja mental yang tinggi. Pekerja pelipat 2 mendapatkan beban yang agak tinggi dan yang memiliki beban yang sangat tinggi adalah pekerjaan penjahit dan serabutan. Solusi yang diberikan oleh para peneliti dari mahasiswa UII ini menyarankan supaya karyawan perusahaan dapat mengurangi bebannya adalah dengan cara penataan ruangan yang agar para pekerja nyaman selama bekerja dan selalu memberikan motivasi kepada pekerja agar bersemangat dalam bekerja.

Mahasiswa UII Ciptakan Alat Keselamatan Bagi Pekerja Ketinggian Berbasis Otomasi

Salah satu tim PKM-Karsa Cipta Universitas Islam Indonesia menghadirkan alat keselamatan bagi pekerja ketinggian berbasis otomasi yang diberi nama “TOTYBELT”.
Dalam acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknonologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang diberi nama Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang terdiri dari dua jenis PKM, yaitu PKM GT dan PKM V Bidang. Ajang bergengsi ini membuat seluruh mahasiswa maupun mahasiswi yang ada di tanah air berkeinginan ikut serta memaparkan ide-ide yang cemerlangnya. Beberapa mahasiswa lolos dan akhirnya di danai oleh Kemenristekdikti untuk melakukan riset maupun menciptakan alat baru.

Tim PKM Karsa Cipta UII yang lolos di danai salah satunya tim “TOTYBELT”. Nama tim berasal dari alat yang akan di ciptakan oleh mahasiswa tim ini. Tim “TOTYBELT” diketuai oleh Inamul Erik Lazzuardi mahasiswa Teknik Industri yang beranggotakan Adam Ferdian Farizky (Teknik Industri), M. Zharfan Wiranata (Teknik Elektro), Aldy Nur Pratama (Teknik Industri), dan Andi Susilo (Teknik Industri).

Program PKM ini sendiri didanai oleh Kemenristekdikti sebesar 10 juta rupiah yang dimanfaatkan untuk membuat produk yang berasalah dari ide kreatif mahasiswa. Ide kreatif yang akan direalisasikan adalah membuat suatu alat keselamatan yang berbasis otomasi, alat tersebut diberi nama TOTYBELT (Automatic Safety Airbag Belt). Salah satu tim TOTYBELT mengusulkan ide ini dikarenakan dari tim tersebut begitu sering mendengar terjadi kecelakaan pada pekerja ketinggian baik yang meninggal maupun yang tidak. Setelah dilakukan survei ke beberapa tempat proyek yang membangun gedung-gedung tinggi, hampir semua dari tempat yang didatangi pernah mengalami kejadian tersebut. Maka dari itu, hadirlah alat yang diciptakan untuk melindungi pekerja yang jatuh dari ketinggian sehingga mengurangi cedera bahkan resiko kematian.

Bentuk dari TOTYBELT ini berupa sabuk yang di kombinasikan dengan airbag. Yang mana TOTYBELT ini berfungsi secara otomatis ketika pekerja yang berada pada ketinggian jatuh. Pada saat terjadi kecelakaan seperti itu, rangkaian otomasi yang telah di program sedemikiran rupa akan mengirimkan aliran listrik sebagi pemicu untuk memompa airbag, sehingga airbag akan menutupi seluruh tubuh dari kepala sampai dengan kaki. Alat yang digunakan untuk memompa airbag tersebut bernama inflator. Inflator ini merupakan alat yang dapat mengeluarkan tekanan gas dengan jumlah yang telah di tentukan.

Pada saat ini TOTYBELT sedang di kembangkan dengan menyatukan antara Body Harnes dengan TOTYBELT sendiri.

Genteng Beton Limbah PET: Ringan, Aman, dan Ramah Lingkungan

Masyarakat di Indonesia memiliki ketergantungan dalam melakukan aktivitas yang menggunakan plastik, terutama bahan plastik yang sekali pakai seperti bungkus makanan dan botol minuman. Tercatat oleh Indonesia Solid Waste Association (ISWA) pada tahun 2016 produksi sampah plastik di Indonesia mencapai 5,4 juta ton/tahun. Ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengolah kembali limbah plastik agar dapat digunakan lagi relatif kurang digalakka, sehingga limbah plastik terus menumpuk di tempat pembuangan akhir dan langsung dibakar begitu saja. Padahal tindakan tersebut dapat mencemari udara akibat kandungan asap yang terdiri atas karbonmonoksida (CO), hidrogen sianida (HCN), serta senyawa dioksin yang berbahaya bagi manusia.

Agar dapat menekan jumlah limbah plastik tersebut perlu dilakukan tindakan recycle, artinya mendaur ulang kembali limbah plastik tersebut. Dalam mendaur ulang, harus diperhatikan jenis dari plastik tersebut agar cara pengolahan serta penggunaan limbah plastik dapat dimaksimalkan. Contohnya, limbah plastik Polyethylene Terephthalate (PET) yang biasanya didapat dari botol minuman baik air mineral maupun soda. Pada penelitian kali ini, digunakan limbah PET yang memiliki sifat tahan panas, bertekstur kaku dan cukup keras sebagai alternative agregat halus. Limbah PET ini telah dicacah dengan ukuran tertentu sehingga menyerupai ukuran agregat halus.

Genteng beton limbah PET ini lebih ringan dibandingkan genteng beton pada umumnya. Terbukti, dari penelitian ini bahwa variasi campuran limbah PET 0% – 40 % dapat mereduksi berat genteng beton hingga 13,8%. Sehingga, dengan penggunaan genteng beton limbah PET pada bangunan dapat mengurangi berat bangunan. Di sisi lain, Ketika terjadi bencana misalnya gempa kerusakan bangunan yang menyebabkan probabilitas korban jiwa paling besar adalah kerusakan non struktural, seperti lantai, dinding, tangga, serta atap. Karena genteng limbah PET beton ini lebih ringan dibandingkan genteng beton konvensional, sehingga cukup aman bagi penghuni bangunan tersebut.

Dengan adanya genteng beton limbah PET ini, maka dapat mengurangi limbah plastik di Indonesia sehingga menjadi salah satu penyelesaian dan solusi untuk pengolahan limbah plastik terutama limbah PET serta menerapkan konsep yang ramah lingkungan atau eco-friendly.

Sumber Air Tercemar,Mahasiswa UII Mengelola Air Limbah Batik Dengan Bahan Dasar Limbah Batu Bata Yang Ramah Lingkungan

Penemuan baru dari Tim UII yang mampu menjadi solusi efektif dalam pengelolaan air limbah batik sebagai antisipasi menipisnya sumber air bersih karena tercemar oleh air limbah batik di Kota Yogyakarta.Penelitian yang telah dilakukan oleh Tim UII selama kurang lebih 3 bulan ini berhasil menemukan solusi alternative untuk mengelola air limbah batik dengan bahan dasar batu bata dengan bantuan TiO2 sebagai katalis dengan metode fotokatalisis sehingga air limbah aman dibuang ke lingkungan.

Ketua Tim penggagas ide Rico Nurillahi mahasiswa kimia UII angkatan 2015 mengatakan penelitian ini berawal dari suatu bentuk keprihatinan terhadap sumber air yang tercemar oleh air limbah batik disalah satu daerah di Yogyakarta.Padahal seperti yang kita ketahui Yogyakarta telah dinobatkan sebagai kota batik dunia oleh UNESCO sehingga produksi batik harus terus ditingkatkan.

Melibatkan mahasiwa dari jurusan yang sama yaitu Lita anggreyani angkatan 2014,Dwi Nur Halimah angkatan 2015, dan Vivi Dwi Fitriani angkatan 2015.Rico menerangkan inovasi ini memanfaatkan limbah batu bata hasil pembangunan yang sudah tidak terpakai dan dikombinasikan dengan TiO2 sebagai katalis menggunakan bantuan cahaya, metode ini tidak beracun, memiliki efektifitas yang tinggi,dapat mengadsorpsi zat warna pada limbah batik dan yang terpenting metode ini cukup ekonomis serta ramah lingkungan, karena memanfaatkan limbah yang sudah tidak terpakai.

Penelitian ini tidak akan berjalan lancar tanpa peran dikti yang telah memberikan bantuan dana sebesar 9 juta rupiah melalui Progam Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian.”Diharapkan untuk kedepannya inovasi ini dapat bermanfaaat bagi para pengrajin batik di Kota Yogyakarta pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya sehingga para pengrajin dapat terus produktif memproduksi kain batik tanpa perlu khawatir terhadap limbah yang dihasilkan dan industri batik tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga dapat bersahabat dengan lingkungan”,terang Halimah.

Alternatif Pengolahan Limbah Tekstil Efisien, Murah, Ramah Lingkungan Mahasiswa Kimia UII

Menjamurnya industri tekstil di yogyakarta baik industri pembuatan batik maupun pencucian jeans menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Limbah yang dihasilkan industri tekstil mengandung amoniak dan senyawa-senyawa organik. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari pembuangan limbah ke lingkungan yaitu menyebabkan pencemaran air, bersifat toksik bagi bioindikator (ganggang dan ikan) serta mengganggu kesehatan manusia.

Metode pengolahan limbah tekstil yang umumnya digunakan memiliki beberapa kelemahan yaitu memerlukan bahan kimia tambahan sehingga tidak ramah lingkungan serta biaya yang relatif lebih mahal.

Hal tersebut mendorong 4 mahasiswa Kimia UII yang terdiri dari Yulan, Jumardin Rua, Zaina Rohayati dan Mega Maghfirotul Fajrin melakukan penelitian menemukan metode alternatif pengolahan limbah tekstil berbasis green technology menggunakan metode gabungan elektrodegradasi dan elektrodekolorisasi dalam satu sel elektrolisis.

Yulan sebagai ketua Tim menjelaskan bahwa metode ini relatif lebih sederhana dan ramah lingkungan karena hanya membutuhkan garam dapur sebagai penghantar listrik serta membutuhkan arus listrik yang relatif rendah untuk dapat menjernihkan limbah tekstil sehingga lebih menguntungkan secara ekonomi.

Penelitian ini didanai oleh Dikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa serta telah dipublikasikan ke berbagai seminar dan lomba baik Nasional maupun Internasional. Dengan penelitian ini diharapkan mampu menjadi solusi pengolahan limbah industri tekstil yang lebih yang relatif murah serta ramah lingkungan. Kedepannya diharapkan inovasi ini dapat bermanfaat bagi para pelaku industri tekstil untuk mengolah limbah nya secara efisien.

Berbahan Bakar Arang, Alat Gasifikasi Hidupkan Genset dan Kompor

Di era modern ini, tidak jarang orang melupakan hal-hal kecil seperti arang. Bahan bakar padat berwarna hitam pekat yang terbuat dari kayu ini mungkin hanya akrab di kalangan masyarakat pedesaan atau pedagang kuliner. Arang dianggap tidak praktis lagi karena sudah banyak bahan bakar yang lebih instan dan modern. Tidak mengherankan jika arang hanya dikenal sebagai bahan untuk menghidupkan api, memanggang makanan, dan sejenisnya. Padahal menurut penelitian sekelompok mahasiswa UII, arang memiliki potensi untuk dijadikan sumber bahan bakar yang dapat menghidupkan genset.

Read more

Apa Itu Donor ASI ?

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan dengan gizi lengkap yang sesuai dengan kebutuhan bayi. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sampai bayi berusia enam bulan. Rekomendasi ini dilanjutkan dengan memberi makanan pendukung lain setelah bayi berusia enam bulan sampai dengan usia dua tahun, namun tetap diiringi pemberian ASI. Selain WHO, pemberian ASI untuk bayi juga dianjurkan di dalam Al-Qur’an. Seorang ibu pastinya ingin memberikan ASI kepada anaknya, namun tidak semua ibu dapat memberikannya. Terdapat beberapa kondisi tertentu dimana ibu tidak dapat memberikan ASI, salah satunya adalah apabila ibu memiliki penyakit yang dapat ditularkan kepada bayinya melalui ASI. Dalam keadaan ini, ibu memiliki pilihan apakah akan tetap memberikan ASI untuk anaknya atau menggantikan ASI dengan susu formula.

Bagi sebagian ibu, masih banyak yang belum mengetahui tentang donor ASI. Hal ini terkait kurangnya informasi mengenai adanya donor ASI di Indonesia sehingga apabila dalam keadaan tidak dapat memberikan ASI, ibu langsung memberikan susu formula untuk bayinya. Kandungan susu formula yang tidak dapat dicerna oleh alat pencernaan bayi dengan baik dapat menimbulkan masalah untuk perkembangan bayi. Bagi sebagian ibu yang mengetahui donor ASI namun tidak menggunakannya memiliki alasan terkait dengan hubungan mahram menurut Islam. Menurut beberapa sumber, keputusan ibu dalam mengambil pilihan donor ASI atau menggunakan susu formula dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan ibu.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam melakukan penelitian yang berjudul hubungan tingkat pengetahuan dan persepsi religi dalam keputusan menggunakan donor ASI atau susu formula di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Hasil yang didapatkan adalah tidak ditemukannya hubungan yang bermakna antara pengetahuan umum terkait ASI maupun pengetahuan religi ibu dalam memutuskan untuk menggunakan donor ASI. Jadi, belum tentu ibu yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi akan setuju dengan donor ASI. Begitupun sebaliknya.

ERASI, Teknologi Terbarukan Untuk Remediasi Limbah Logam Berat Dengan Tanaman Akar Wangi (Vetiveira zizanioides L) Inovasi Mahasiswa UII

Kegiatan industri di Indonesia berkembang dengan pesat setiap tahunnya, keadaan ini menyebabkan semakin luas wilayah yang terkontaminasi oleh limbah yang dihasilkan, sehingga 4 mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta 1 mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam indonesia (UII) Yogyakarta mengembangkan teknologi remediasi dengan memanfaatkan tanaman akar wangi sebagai tanaman akumulator. Mahasiswa UII tersebut yaitu Iis Setianingrum (Kimia 2015), Durrotul Uuliyah (Kimia 2015),Vivin Viani (Kimia 2015),Ega Dwi sintadani (Kimia 2015), dan Muhammad Faiq Faridani (Teknik Informatika 2014).

“Alasan melakukan penelitian ini karena keprihatinan kami terhadap keadaaan lingkungan yang semakin memburuk, diakibatkan oleh kegiatan industri”, kata Iis Setianingrum, Kamis (15/5).

Teknologi remediasi yang mereka kembangkan dinamakan ERASI. Metode ERASI ini merupakan metode gabungan fitoremediasi yang kemudian ditambahkan bantuan arus listrik searah DC yang menggunakan elektroda stainless steel (katoda) dan titanium (anoda) serta supply oksigen terlarut ke dalam limbah (aerasi) dengan memanfaatkan tanaman akar wangi.

“Menurut literatur yang telah kami baca tanaman akar wangi merupakan salah satu tanaman akumulator yang baik karena jaringan tanaman tersebut memiliki daya adaptasi yang luas dan mampu tumbuh pada berbagai lokasi ekstrim sehingga, cocok digunakan untuk remediasi logam berat”, kata Ulya, Kamis (15/5).

Penelitian ini dibiayai oleh DIKTI melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pada awalnya, mereka tidak pernah menyangka jika proposal “ERASI” yang mereka ajukan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017 akan lolos didanai oleh DIKTI. Mereka memulai penelitian sejak akhir Maret 2017.

“Dengan adanya Metode erasi ini diharapkan akan menjadi solusi baru dalam menangani lingkungan yang terkontaminasi limbah terutama limbah logam berat yang dihasilkan oleh industri,” kata Iis Setianingrum, Kamis (15/5).

Kurikulum ASEAN Perlu Diintegrasikan Dalam Sistem Pendidikan Nasional

Semakin terintegrasinya Indonesia ke dalam kawasan ASEAN perlu diimbangi dengan edukasi nyata kepada masyarakat tentang pentingnya hal itu. Kesadaran akan proses integrasi ini belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat. Padahal tidak sedikit manfaat yang bisa dipetik dengan memahami proses integrasi Indonesia ke dalam ASEAN. Oleh karena itu, salah satu jalan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan meningkatkan pemanfaatan skema integrasi kawasan ini adalah melalui pendidikan.

Read more