Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab
Center for International Language and Cultural Studies (CILACS) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan manajemen RS Panti Nugroho pada Kamis (16/7) di Kantor CILACS UII, Unit Demangan, Jalan Demangan Baru No. 24, Yogyakarta. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dengan dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama layanan interpreter bahasa Arab sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien warga negara asing.
Delegasi RS Panti Nugroho dipimpin langsung oleh dr. Caraka Anto Yuwono, M.M. selaku Direktur, didampingi Pramastuti Murdaningsih selaku Kepala Departemen Keuangan, SDM, dan Umum, Reni Priyandarti selaku Kepala Sekretariat, Budi Purwanto selaku Kepala Seksi Humas PIPP, serta Yunita Susanti selaku Kepala Kerja Sama dan Pemasaran.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala CILACS UII, Rr. Ratna Roostika, S.E., MAC., Ph.D., bersama jajaran manajemen yang terdiri atas Aditya Suci, S.Pt. selaku Kepala Departemen Pemasaran, Enggar Sholihatun, S.H. selaku Kepala Departemen SDM dan Umum, Suprihatin, S.Pd. selaku Kepala Departemen Akademik, Sudharmanto, S.Kom. selaku Kepala Departemen Layanan Tes, serta staf CILACS UII.
Kegiatan diawali dengan penandatanganan MoU kerja sama penyediaan layanan interpreter bahasa Arab. Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah pasien warga negara asing, khususnya dari kawasan Timur Tengah, yang mendapatkan layanan kesehatan di RS Panti Nugroho. Dalam dunia medis, komunikasi yang akurat antara tenaga kesehatan dan pasien merupakan aspek yang sangat penting. Perbedaan bahasa berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang dapat memengaruhi proses diagnosis, penyampaian informasi medis, hingga penanganan pasien.
Melalui kerja sama ini, CILACS UII akan mendukung penyediaan layanan interpreter bahasa Arab yang profesional sehingga komunikasi antara tenaga medis dan pasien dapat berlangsung lebih efektif, akurat, dan humanis. Kehadiran interpreter diharapkan mampu membantu menjembatani perbedaan bahasa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit bagi pasien internasional.
Usai penandatanganan MoU, kedua institusi melanjutkan agenda dengan sesi diskusi. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaborasi, kedua belah pihak turut membahas peluang pengembangan kerja sama di bidang layanan kebahasaan lainnya yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Melalui sinergi ini, CILACS UII dan RS Panti Nugroho berharap dapat membangun kemitraan yang berkelanjutan dalam mendukung pelayanan profesional berbasis kompetensi bahasa. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan yang semakin inklusif, sekaligus memperkuat komitmen kedua institusi dalam memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan, kebahasaan, dan layanan kesehatan di Indonesia. (ANK/AHR/RS)





