Mahasiswa Baru UII Diajak Meneladani Nabi Muhammad
Rangkaian Pesona Ta’aruf (PESTA) 2026 Universitas Islam Indonesia (UII) berlanjut pada Jumat (4/9). Memasuki hari kedua, mahasiswa baru mengikuti talkshow keislaman bersama Habib Ja’far Al Jufri, di Kampus Terpadu UII.
Dalam paparannya, Habib Ja’far mengajak mahasiswa baru UII memahami perjalanan peradaban Islam dengan menghadirkan kembali keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan. Menurutnya, setiap peradaban mengalami fase pertumbuhan, kejayaan, hingga kemunduran.
Ia mencontohkan situasi politik dan sosial yang mewarnai masa kemunduran kekuasaan Islam di Andalusia. Persoalan tata kelola, korupsi, dan berbagai penyimpangan di lingkungan pemerintahan turut melemahkan peradaban yang sebelumnya mencapai masa kejayaan.
Di tengah situasi tersebut, para ulama berupaya menjaganya melalui ilmu pengetahuan. Salah satunya dilakukan dengan menulis sirah nabawiah agar umat Islam tetap mengenal perjalanan hidup, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah.
Habib Ja’far berpandangan, menghadirkan sosok Nabi Muhammad saw. dalam diri setiap Muslim menjadi salah satu jalan untuk menghadapi krisis. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengkajian sirah nabawiah serta kegiatan Maulid Nabi, terutama di kalangan generasi muda.
Ia menjelaskan, peringatan Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut merupakan ruang untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mempelajari nilai-nilai yang beliau teladankan.
Habib Ja’far juga mengajak mahasiswa memaknai hijrah secara lebih utuh. Menurutnya, hijrah bukanlah tindakan melarikan diri karena ketakutan, melainkan langkah berani untuk menghadapi persoalan dengan cara yang diridai Allah.
Sejak mengawali dakwah, Nabi Muhammad saw. menghadapi berbagai penolakan, cacian, dan tekanan. Perjalanan menuju Madinah kemudian dilakukan atas perintah Allah dan menjadi titik penting dalam perkembangan dakwah Islam.
Peristiwa tersebut, menurut Habib Ja’far, menunjukkan bahwa keberanian tidak selalu diwujudkan dengan bertahan di tempat yang sama. Keberanian juga berarti bersedia mengambil langkah baru dengan pertimbangan yang matang dan berlandaskan nilai-nilai kebaikan.
Dalam kesempatannya Habib Ja’far juga mengisahkan Abu Bakar ash-Shiddiq yang menyambut dengan bahagia permintaan Nabi Muhammad saw. untuk mendampingi perjalanan hijrah. Sikap Abu Bakar menjadi gambaran tentang kecintaannya kepada Rasulullah.
Habib Ja’far menambahkan, umat Islam patut menyambut kelahiran Nabi Muhammad saw. dengan sukacita. Melalui Rasulullah, manusia mengenal ajaran Islam, Al-Quran, dan sunah sebagai pedoman hidup.
Talkshow keislaman dalam PESTA 2026 diharapkan tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa baru, tetapi juga mendorong mahasiswa baru UII dapat meneladani akhlak Rasulullah. Nilai keberanian, kecintaan, kesetiaan, dan tanggung jawab tersebut dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan akademik maupun bermasyarakat.






