UII Bersama BSN Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global Melalui Pemahaman Standarisasi dan Sertifikasi Kompetensi
Universitas Islam Indonesia (UII) berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global di dunia industri maupun profesional. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi erat dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam penyelenggaraan acara bertajuk “SNI Goes to Campus” yang bertempat di Auditorium Gedung Mohammad Natsir, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Kampus Terpadu UII pada Selasa (07/07).
Acara yang dibuka secara resmi oleh Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. menghadirkan sinergi multi-sektor yang lengkap, mulai dari jajaran akademisi, hingga perwakilan regulasi/badan standarisasi. Hadir sebagai pembicara di antaranya Hendro Kusumo selaku Pelaksana Tugas Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Dini Maestirani, S.T., M.M. selaku Direktur Operasional PT. Citra Warna Abadi, dan Johanita Anggia Rini, S.T., M.T., Ph.D selaku Dosen Jurusan Arsitektur UII.
Dalam sambutannya, Dekan FTSP UII, Miftahul Fauziah, S.T., M.T., Ph.D menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BSN atas kolaborasi strategis ini. Acara ini dinilai sebagai langkah nyata untuk lebih “membumikan” dan mendekatkan Standar Nasional Indonesia (SNI) ke dalam dunia akademik.
Miftahul menekankan bahwa pemahaman terhadap regulasi dan standarisasi adalah pilar penting bagi akuntabilitas mahasiswa, baik saat menempuh proses bisnis akademik maupun ketika kelak terjun ke dunia profesional industri.
“Di lingkungan FTSP, mahasiswa banyak berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan infrastruktur, perumahan, pengairan, hingga lingkungan binaan. Oleh karena itu, semua proses harus mengikuti aturan mutu yang diwujudkan dalam standarisasi. Melalui acara ini, kami ingin menanamkan kesadaran (awareness) tersebut sejak dini, bahkan sejak semester awal ketika mereka mulai mengenal pengujian material hingga metode pelaksanaan bangunan. Ini adalah bekal utama bagi mereka untuk tumbuh menjadi engineer (insinyur) dan arsitek yang siap kerja,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Rektor UII menekankan bahwa standarisasi kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses, mulai dari manajemen pendidikan tinggi seperti ISO 21001 dan ISO 9001:2015 , hingga implementasinya di dunia kerja. Sebagai perguruan tinggi yang telah meraih Akreditasi Unggul, UII memandang standarisasi sebagai landasan untuk melangkah lebih jauh menuju international standard (standar internasional).
“Sinergi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman standar yang kuat. Jika lulusan saat ini keluar tanpa mengantongi kompetensi, mereka akan sulit bersaing. Oleh karena itu, kami telah menginstruksikan agar setiap mahasiswa yang lulus setidaknya memiliki sertifikasi kompetensi. Kolaborasi dengan lembaga standardisasi seperti BSN menjadi kunci agar lulusan kita mampu bersaing secara global,” tegas Prof. Hari.
Acara ini disambut antusias oleh para mahasiswa, terbukti dengan kehadiran lebih dari 190 peserta dari berbagai program studi di lingkungan FTSP UII. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk lebih “membumikan” dan mendekatkan Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada para calon insinyur dan arsitek masa depan.
Di dunia profesional, khususnya dalam bidang teknik sipil, arsitektur, dan industri, para lulusan akan selalu bergesekan dengan peraturan, metode pengujian material, serta standar pelaksanaan bangunan dan lingkungan binaan. Memahami standarisasi sejak bangku kuliah akan membangun akuntabilitas dan kesiapan kerja yang matang.
UII juga berencana untuk semakin mengintegrasikan materi standardisasi ini secara mandiri ke dalam kurikulum mata kuliah khusus di masa mendatang, tidak sekadar menyisipkannya di beberapa mata kuliah seperti yang berjalan saat ini.
Berbeda dengan kuliah umum formal pada umumnya, rangkaian acara SNI Goes to Campus di UII dikemas secara interaktif dan disesuaikan dengan bahasa anak muda. Selain sesi talk show bersama para pakar , acara ini juga memuat kompetisi lomba poster. Melalui media poster dan presentasi, para mahasiswa ditantang untuk mendiskusikan serta mengeksplorasi isu-isu standarisasi dengan cara yang kreatif, seru, dan inovatif.
Melalui kegiatan ini, BSN dan UII berharap kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya standar mutu dapat meningkat sejak semester awal , sehingga saat lulus nanti mereka tidak hanya membawa ijazah, melainkan juga kualifikasi kompetensi yang diakui secara global. (ELKN/AHR/RS)





