UII Gelar IC3PE 2026, Dorong Kimia Hijau dan Proses Sirkular untuk Ketahanan Lingkungan
Program Studi Kimia Program Sarjana dan Magister, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan The 6th International Conference on Chemistry, Chemical Process and Engineering (The 6th IC3PE 2026) secara hibrida pada Selasa (29/9) di Gedung Mohammad Hatta, Perpustakaan, Kampus Terpadu UII. Bekerja sama dengan Himpunan Kimia Indonesia (HKI) serta HKI Cabang Yogyakarta, forum dua tahunan ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, dan mahasiswa lintas negara guna mengkaji peran strategis sains dan teknologi kimia dalam menjaga ketahanan bumi.
Sebanyak 112 makalah dijadwalkan dipresentasikan oleh para peserta dari 15 negara di kawasan Asia, Afrika, Oseania, Timur Tengah, hingga Eropa. Forum ini mencakup 81 sesi presentasi oral dan 31 presentasi poster yang terbagi ke dalam enam ruang paralel bertema material hijau, penyimpanan energi, kimia analitik, hingga rekayasa bahan bakar berkelanjutan. Sejumlah riset terapan berbasis potensi lokal turut diangkat, seperti biochar jerami padi untuk serapan tumpahan minyak, bioplastik dari kulit jeruk dan kelapa sawit, hingga bahan bakar penerbangan berkelanjutan dari minyak jelantah.
Ketua Panitia 6th IC3PE 2026, Prof. Dr. Is Fatimah, S.Si., M.Si., menekankan bahwa paradigma konsumsi linier konvensional sudah tidak lagi relevan dalam merespons krisis lingkungan global. “Almost all aspects of human being is related to the chemistry and chemical process by increasing the industrial activities, we need a strategy because there is a challenge in environmental pressure,” ujar Prof. Is Fatimah dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa riset kimia hijau harus terhubung langsung dengan teknologi aplikatif guna memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Dukungan terhadap sinergi ini turut ditegaskan oleh Ketua HKI Cabang Yogyakarta, Prof. Dr. rer. nat. Nuryono, yang mewakili Ketua Umum HKI. “The chemistry, chemical process, and engineering are not merely tools to understand what is the challenge, but they are the very key to unlocking their solutions,” tutur Prof. Nuryono. Ia menyebutkan bahwa konferensi ini memainkan peran penting sebagai ruang pertukaran pengetahuan, wadah dialog lintas disiplin, sekaligus panggung pemberdayaan bagi peneliti muda dan mahasiswa.
Wakil Rektor UII Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU membuka acara secara resmi dan membagikan refleksi pentingnya membangun jejaring internasional. “We believe that science achieved its highest purpose when it becomes innovation, and innovation becomes impact that creates a better future for humanity and our planet,” tegas Prof. Eko. Beliau juga mendorong mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk menjalin kolaborasi global yang berpeluang membuka akses riset hingga beasiswa luar negeri.
Sesi pleno konferensi menghadirkan empat pembicara kunci internasional, yaitu Prof. Jaebum Choo, Ph.D. (Chung-Ang University, Korea Selatan), Prof. Samir Kumar Khanal, Ph.D. (The Hong Kong University of Science and Technology), Dr. Mehru Nisha (Universiti Kuala Lumpur, Malaysia), serta Prof. Dr. rer. nat. Gereon Elbers (FH Aachen University of Applied Sciences, Jerman). Selain itu, enam pembicara undangan dari universitas dan lembaga riset ternama—termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan King Fahd University of Petroleum & Minerals—turut membagikan riset mutakhir mereka di sesi paralel.
Seluruh makalah terpilih yang lolos proses telaah sejawat (peer-review) nantinya akan dipublikasikan pada prosiding internasional EDP Sciences yang terindeks Scopus, serta jurnal nasional terakreditasi SINTA. Melalui penyelenggaraan IC3PE ke-6 ini, UII dan HKI berharap hasil-hasil riset fundamental yang didiskusikan dapat segera bertransisi menjadi inovasi konkret yang mempercepat terwujudnya masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan. (AHR/RS)






