Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Konten Berbasis Search Engine Optimization (SEO) dan Kecerdasan Buatan (AI) bagi para pengelola website unit di lingkungan UII pada Rabu (23/09) di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII. Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk memperkuat visibilitas digital, reputasi, serta tata kelola informasi universitas di tengah pesatnya perkembangan teknologi pencarian informasi berbasis AI.
Dalam sambutannya, Direktur Komunikasi Strategis UII, Aqida Shohiha, S.E.I., M.E., menekankan bahwa website unit merupakan kanal utama dalam membangun citra universitas. “Kegiatan ini penting karena website saat ini bukan sekadar tempat menyimpan informasi, tetapi telah menjadi salah satu kanal utama UII untuk menyampaikan informasi dan layanan, membangun reputasi, serta memperkenalkan aktivitas dan keunggulan universitas kepada masyarakat,” ujarnya.
Perkembangan teknologi AI dan mesin pencari kini mengubah cara publik mengakses informasi, sehingga konten web tidak hanya dituntut menarik tetapi juga akurat dan mudah dipahami oleh algoritma AI. Menanggapi hal tersebut, Aqida menegaskan pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab moral. “SEO dan AI kita tempatkan sebagai alat untuk membantu memastikan informasi UII dapat ditemukan oleh masyarakat yang membutuhkan, dipahami dengan baik, serta menyajikan informasi yang benar dan dapat dipercaya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika Program Sarjana sekaligus narasumber kegiatan, Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., memaparkan tantangan baru ekosistem web di era AI. Ia menjelaskan bahwa AI menciptakan peluang visibilitas sekaligus risiko, seperti munculnya jawaban yang tidak akurat jika data web terpecah atau tidak terbarui. Oleh karena itu, UII perlu membangun halaman resmi terpusat (canonical pages) yang memuat fakta-fakta kunci universitas secara konsisten.
Andri menambahkan bahwa standar penilaian konten digital kini telah bergeser dari sekadar promosi generik menjadi pembuktian berbasis bukti (evidence-based content). Bukti nyata seperti data riset, status akreditasi, keahlian dosen, hingga rekam jejak lulusan menjadi elemen vital agar mesin pencari AI merekomendasikan UII sebagai sumber pengetahuan yang otoritatif dan terpercaya.
Melalui pelatihan ini, seluruh pengelola website di lingkungan UII diharapkan mampu menerapkan prinsip tata kelola konten berbasis AI dan SEO pada unitnya masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan ekosistem digital UII yang terhubung secara harmonis, akurat, serta mudah dijangkau oleh masyarakat luas. (AHR/RS)