UII Resmikan Pembukaan POMDA DIY 2026
Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (POMDA DIY) 2026 resmi dibuka pada Senin (02/11). Acara pembukaan ajang olahraga cabang olahraga bola basket ini berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Ki Bagoes Hadikoesoemo, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII).
Pembukaan turnamen bola basket antarmahasiswa se-DIY ini dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, pengurus BAPOMI DIY, perwakilan KONI DIY, serta beberapa tim basket mahasiswa se-DIY. Selain memfasilitasi upacara pembukaan, UII juga bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara untuk seluruh pertandingan cabang olahraga bola basket dan mengirimkan tim basket putra dan putri yang tumbuh bersama almamaternya.
Pada kategori putra, pertandingan terbagi menjadi dua grup. Grup X diikuti oleh Universitas Islam Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, dan Universitas Amikom Yogyakarta. Sementara itu, Grup Y diikuti oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Kristen Duta Wacana, dan Universitas Negeri Yogyakarta.
Sedangkan kategori putri diikuti oleh empat perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) KONI DIY, Wesley Heince Parera Tauntu, S.E., menyampaikan apresiasinya atas kesiapan UII dalam menggelar cabor bola basket ini. “POMDA DIY merupakan ajang kompetisi multi-event yang bergengsi bagi mahasiswa di DIY yang bertujuan mengembangkan potensi dan prestasi atlet, serta menjadi ajang seleksi menuju POMNAS 2027 di Jakarta,” ujarnya dalam sambutan pembuka.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Kealumnian UII, Dr. Nurjihad, S.H., M.H., mengingatkan para atlet basket untuk tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas saat bertanding di lapangan. “Junjung tinggi sportivitas dan kejujuran. Kemenangan yang dinilai dari kejujuran tentu jauh lebih bermakna daripada kemenangan yang mengorbankan sportivitas,” pesannya di hadapan para atlet.
Ketua Umum BAPOMI DIY, Prof. Dr. Guntur, M.Pd., menambahkan bahwa kejuaraan POMDA DIY ini memperebutkan ratusan medali serta menjadi ajang evaluasi pembinaan atlet daerah. “Dalam POMDA ini ada 573 medali yang diperebutkan. Ketika menang kita termotivasi, dan ketika kalah perlu ada evaluasi agar kita bisa segera bangkit untuk berprestasi,” ungkap Prof. Guntur.
Pertandingan cabang olahraga bola basket di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII ini menjadi salah satu dari 10 cabor yang dipertandingkan dalam POMDA DIY 2026. Melalui ajang ini, para pebasket mahasiswa diharapkan mampu menyajikan pertandingan berkualitas tinggi dan melahirkan talenta terbaik untuk mewakili DIY di tingkat nasional. (AHR/RS)






