Kehidupan di Yogyakarta

Jika Jakarta adalah ibu kota Indonesia terutama untuk pemerintahan pusat dan hiruk pikuk bisnis, maka Yogyakarta adalah “ibu kota” pendidikan, budaya dan seni. Dengan sejarah panjang peradabannya, Yogyakarta menjadi pusat kebudayaan kontemporer dan juga seni klasik yang terus berkembang dan lestari. Temukan harmoni hidup dan belajar di Jogja bersama dengan keramahan khas masyarakatnya.

Jogja, Rumah Kedua

Yogyakarta, atau juga dikenal sebagai “Jogja”, adalah tempat yang menarik dan nyaman untuk belajar di Indonesia. Keseharian hidup berjalan tenang dan harmonis dengan sentuhan lembut budaya Jawa yang mendominasi dan menjadi ciri khas keramahan masyarakat.

Mahasiswa dapat dengan mudah menemukan tempat yang nyaman untuk bertemu dengan teman, mengadakan kelompok belajar, atau menghadiri berbagai acara publik seperti seminar, festival musik, dan pertunjukan seni. Kota ini juga menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kebutuhan belajar mahasiswa seperti perpustakaan kota, toko buku, internet cafeworkingspace, pusat fotokopi dan alat tulis. Untuk menikmati waktu santai di akhir pekan, Anda dapat mengunjungi berbagai pusat perbelanjaan, bioskop, serta berbagai tempat hiburan dan tempat bersantai yang menyenangkan.

Di mana pun Anda berasal, Anda akan menemukan dan merasakan Yogyakarta sebagai rumah kedua Anda.

Akomodasi

Mahasiswa yang belajar di UII tak hanya berasal dari Kota Yogyakarta dan sekitarnya, namun juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan dari luar negeri. Pilihan akomodasi yang layak menjadi salah kebutuhan bagi mahasiswa, terutama yang berasal dari luar daerah dan luar negeri, untuk mendapatkan kenyamanan tinggal dan belajar selama kuliah di UII. Sebagai kota pendidikan, Yogyakarta menawarkan beragam fasilitas akomodasi yang umumnya mudah diakses di sekitar lokasi kampus.

Akomodasi Dalam Kampus

Fasilitas akomodasi dalam kampus yang dimiliki oleh UII saat ini disediakan terbatas bagi mahasiswa penerima beasiswa unggulan Pondok Pesantren UII. Akomodasi kampus (Pondok Pesantren UII) berada di dua lokasi yaitu:

Pondok Pesantren UII (Putra), berlokasi di Jl. Selokan Mataram, Dabag, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Pondok ini memiliki 33 kamar yang mampu menampung santri putra hingga 66 orang. Lokasi Pondok Pesantren putra ini berada dekat dengan pusat kota, dengan kisaran jarak 2 km menuju ke Kampus Condongcatur (Fakultas Ekonomi), sekitar 9 km ke Kampus Taman Siswa (Fakultas Hukum), dan kurang lebih 14 km untuk menuju ke Kampus Terpadu.

Pondok Pesantren UII (Putri), berlokasi di Kampus Terpadu UII menjadi satu dengan Asrama Mahasiswa Putri. Tersedia 24 kamar dengan kapasitas mencapai 60 santri putri.

Asrama Mahasiswa, berlokasi di Kampus Terpadu UII dan saat ini digunakan sebagai fasilitas pemondokan untuk pelaksanaan program pesantrenisasi bagi mahasiswa baru, dan kegiatan kemahasiswaan. Asrama mahasiswa UII memiliki jumlah total 48 kamar dengan daya tampung mencapai kurang lebih 300 orang.

Akomodasi Luar Kampus

Fasilitas akomodasi yang tersedia di luar kampus UII sangat banyak dan beragam. Mahasiswa dapat memilih menyewa kamar pondokan (indekos), atau rumah kontrakan dengan beberapa kamar yang dapat disewa bersama dan berbagi biaya (sharing cost).

Untuk mendapatkan informasi tentang akomodasi di sekitar kampus, mahasiswa dapat mengunjungi dan melihat secara langsung berbagai pemondokan (indekost) yang tersedia. Agar lebih memudahkan pencarian informasi, mahasiswa juga dapat memanfaatkan tautan di bawah ini atau langsung mengunjungi berbagai situs web atau media sosial yang menampung informasi tentang pemondokan mahasiswa di Kota Yogyakarta.

Biaya Hidup

Universitas Islam Indonesia memahami bahwa akomodasi yang layak dan fasilitas yang lengkap memegang peran penting dalam mendukung kenyamanan tinggal dan keberhasilan akademis bagi mahasiswa. Berbagai pilihan akomodasi seperti indekost atau rumah kontrakan dengan tarif sewa dan fasilitas yang beragam dapat ditemukan dengan mudah di lingkungan sekitar Kampus UII.

Selain itu, biaya hidup yang relatif terjangkau tentu juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi mahasiswa yang ingin kuliah di Jogja. Perkiraan biaya hidup untuk mahasiswa selama tinggal dan belajar di Yogyakarta sebagai berikut:

KEBUTUHAN KISARAN BIAYA (PER BULAN)
Tempat tinggal (Indekos) Rp400.000       –      Rp1.000.000
Transportasi Rp100.000       –      Rp200.000
Makanan Rp1.000.000    –      Rp1.800.000
Buku dan Fotokopi Rp100.000       –      Rp150.000
Komunikasi Rp100.000       –      Rp200.000
Hiburan/Kenyamanan Rp1.600.000    –      Rp3.350.000

Makanan

Beragam pilihan kuliner dengan harga terjangkau dapat ditemukan dengan mudah di warung, toko swalayan, mal atau bahkan pasar tradisional lokal di Yogyakarta. Sajian menu makanan yang menarik juga dapat ditemukan di berbagai warung makan jalanan, kafe, dan restoran. Selain menyediakan masakan tradisional Yogyakarta, berbagai hidangan tradisional dari seluruh Indonesia dan masakan internasional juga tersedia.

Fasilitas Pendukung & Kenyamanan

Pusat fotokopi, toko komputer, dan toko periferal elektronik mudah ditemukan di Yogyakarta. Pengiriman pos dan transfer dana internasional tidak akan menjadi masalah karena kantor pos dan bank dapat ditemukan di setiap kecamatan. Untuk melepaskan diri dari kegiatan akademik rutin, Yogyakarta menawarkan banyak pilihan ruang publik untuk bersantai, berbelanja, serta destinasi wisata seperti candi dan pantai yang indah untuk dikunjungi. Sebagaimana sebagian besar wilayah Indonesia, Yogyakarta mempunyai iklim tropis. Suhu rata-rata harian antara 23 hingga 32 derajat celcius.

Photo credit: www.spotunik.com

Transportasi

Selain akses yang mudah dari kota-kota besar lainnya melalui New Yogyakarta International Airport (NYIA), Bandara Adisutjipto, Stasiun Kereta Yogyakarta (Tugu) dan Lempuyangan, serta Stasiun Bus Giwangan dan Jombor, Akses transportasi publik ke NYIA dapat ditempuh dengan beragam moda seperti kereta api khusus, taksi, dan juga angkutan bus khusus terjadwal (SatelQu atau Damri).

Yogyakarta juga memiliki transportasi dalam kota yang andal. Mahasiswa dapat dengan mudah mengakses transportasi publik seperti bus kota (Trans Jogja) atau menggunakan taksi. Layanan perjalanan berbasis aplikasi daring seperti GO-JEK dan Grab juga dapat diandalkan dan sangat mudah ditemukan di wilayah kota. Selain itu, sepeda motor pribadi dan mobil juga banyak digunakan oleh mahasiswa.