Asap yang dihasilkan oleh para perokok aktif mampu bertahan cukup lama di udara, bahkan tetap ada meskipun tidak terdeteksi dengan indera penglihatan ataupun penciuman. Dampak paling buruk adalah paparan asap tersebut mampu meningkatkan jumlah perokok pasif, mempengaruhi angka kematian dan beban penyakit masyarakat. Upaya untuk meminimalisir dampak bagi perokok pasif dapat dilakukan dengan penggunaan masker.

Sekelompok mahasiswa UII melalui Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian tahun 2019 yang diketuai Imas Siti Nurhamidah (FMIPA-Analisis Kimia), beranggotakan Nofa Armelia Sari (FMIPA-Analisis Kimia) dan Syahla Alimah Mulyana (FMIPA-Analisis Kimia) melakukan penelitian potensi alang-alang sebagai bahan dasar pembuatan masker asap rokok.

skan Imas alang-alang (Imperata cylindrical) dipilih sebagai bahan utama dikarenakan tanaman ini memiliki kandungan alfa selulosa cukup tinggi. Besarnya kandungan alfa selulosa pada alang-alang, dan keberadaannya yang melimpah di alam namun kurang dimanfaatkan dengan baik, sehingga sangat cocok jika dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan masker asap rokok.

Dijelaskan Imas metode pembuatan masker melalui tiga tahapan penting. Tahap pertama yaitu preparasi dengan penghalusan alang-alang menjadi bentuk serbuk kemudian direaksikan dengan NaOH 17,5% sehingga diperoleh selulosa. Tahap kedua yaitu tahap asetilasi yang terdiri dari tahap swelling (pengembangan) melalui pencampuran serbuk selulosa dengan asam asetat anhidrat.

“Berikutnya tahap asetilasi melalui pencampuran dengan asam asetat glasial dan asam sulfat pekat, kemudian dinetralkan untuk menghasilkan alfa selulosa dalam bentuk gumpalan putih kekuningan,” ujarnya pada Senin (8/7).

Imas menambahkan, tahap ketiga yaitu pencetakan masker melalui penyaringan vacum pump yang menghasilkan larutan dope, kemudian dicetak di atas pelat kaca untuk menghasilkan masker dengan bahan dasar yang dilapisi kain poliester sehingga dapat diaplikasikan secara langsung untuk melindungi perokok pasif.

“Penelitian ini diharapkan mampu meminimalisir dan membantu mencegah resiko penyakit yang ditimbulkan oleh asap rokok, melalui penggunaan masker dari metil selulosa asetat berbahan dasar alang-alang serta menjadi solusi yang berkelanjutan,” pungkasnya.