Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem informasi yang umum digunakan perusahaan berskala besar, tak terkecuali di sektor manufaktur. Sistem ini mengintegrasikan berbagai lini perusahaan agar berjalan lebih efektif dan efisien. Lalu, apa itu ERP? Bagaimana pula penerapannya di industri manufaktur?

Laboratorium ERP Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan ERP Talks pada Ahad (25/10) siang. Edisi kedua ini menghadirkan tema “How ERP Works in Manufacturing Company”. Tidak hanya mahasiswa Teknik Industri, sebagian peserta berasal dari Program Studi (Prodi) lain bahkan di luar rumpun teknik.

Alumnus Prodi Teknik Industri UII 2014, Ulfia Rahmi, menjadi pembicara pada kesempatan tersebut. Ia merupakan Marketing Associate di PT Krakatau Nippon Steel Synergy, perusahaan manufaktur yang menerapkan ERP dalam operasionalnya. Untuk memberi pemahaman kepada peserta terkait penerapan ERP, ia memberi gambaran pada alur pemesanan barang.

“Dalam semua prosesnya, dari awal order input sampai ke billing ini, kita menggunakan satu sistem yang terintegrasi. Jadi semua proses yang ada di sini dilakukan di sebuah sistem, dimana kita bisa mengontrol progres di tiap tahapan yang ada itu secara real-time. Ketika ada sebuah order, kita mau ngecek, sebenarnya progresnya tuh lagi dimana sih? Kita nanti tinggal masukin aja kode ordernya. Misalnya, ohh sudah siap dikirim, atau ternyata masih di produksi, gitu,” paparnya.

Sebelumnya, ia mendefinisikan ERP sebagai konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya perusahaan meliputi dana, sumber daya manusia, waktu, mesin, material, suku cadang, dan sebagainya. Integrasi menjadi kunci di dalam ERP.

“Kenapa ERP penting banget buat perusahaan? Karena itu tadi, karena memungkinkan kita untuk mengontrol semua proses bisnis yang ada di perusahaan dalam satu platform. Kalau kita masih melakukan dengan cara manual, pasti banyak waktu yang terbuang, masih menggunakan kertas juga. Nah, dengan adanya ERP kita bisa mengurangi pekerjaan yang masih dilakukan secara manual, jadi lebih efisien,” ungkapnya.

UII, dalam hal ini Laboratorium ERP, telah bekerja sama dengan perusahaan multinasional penyedia perangkat lunak ERP terbesar dunia SAP sejak 2010. Melalui program SAP University Alliance, UII merupakan salah satu dari enam perguruan tinggi pertama di Indonesia yang difasilitasi materi pembelajaran, sertifikasi, akses ke forum akademik SAP, dan fasilitas lain dalam menunjang proses pembelajaran. Kerja sama juga dilakukan dengan Queensland University of Technology Australia sebagai SAP University Competence Center.

Dengan fasilitas yang ada, ia menyebut apa yang didapat di bangku kuliah sudah sangatlah memadai. Teori yang dipelajari serta studi kasus dengan perangkat lunak SAP lebih dari cukup untuknya sebagai bekal terjun di perusahaan mengoperasikan ERP.

Bagi mereka yang merasa sulit belajar perangkat lunak ERP termasuk SAP, ia berpesan agar tetap berusaha dan membiasakan diri. “Teman-teman jangan berpikiran kalau sebuah sistem itu akan sulit. Kita itu bisa karena terbiasa. Kita mikir, SAP itu kok ngga user friendly banget ya, atau kok susah banget sih eror terus. Sebenarnya kesalahan itu karena apa sih? Bukan karena sistem itu yang eror, tapi karena kesalahan kita,” tuturnya. (HR/RS)