DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa
Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan acara Career Class bertajuk Unlock Your Potential: The Real Strategy to Get Hired pada Sabtu (11/7).
Bertempat di Ruang Teatrikal Lantai 2, Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, acara ini menghadirkan Apri Rokhyadi, seorang BUMN Professional & Educational Content Creator, guna membedah strategi komprehensif bagi mahasiswa dalam menyusun peta jalan karir mereka.
Dalam sesi pemaparannya di hadapan mahasiswa, Apri menegaskan pentingnya mengubah paradigma mencari pekerjaan (job) menjadi membangun karier (career). Membawa ijazah saja kini tak lagi cukup untuk menarik perhatian recruiter di perusahaan BUMN, multinasional, maupun korporat.
“Mencari pekerjaan (job) adalah untuk bertahan hidup dan mencari uang. Namun, karier (career) adalah panggilan hati. Di dalam karier, ada pengembangan kompetensi dan proses yang berkelanjutan,” tegas Apri membuka sesinya.
Lebih lanjut, Apri membagikan empat tahapan krusial dalam perencanaan karier yang wajib dipersiapkan mahasiswa sejak di bangku kuliah. Tahap pertama adalah asking yourself atau mengenali diri sendiri secara objektif melalui penilaian diri (self-assessment), baik lewat tes psikologi maupun konsultasi langsung dengan DPKA UII. Langkah kedua adalah melakukan riset mendalam (research) terkait prospek industri target dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, termasuk standar gaji dan keterampilan spesifik yang dibutuhkan.
Setelah itu, mahasiswa harus mengambil tindakan nyata (taking action) seperti mengikuti program magang, mengambil sertifikasi profesional, dan meningkatkan kemampuan bahasa asing. Tahap terakhir adalah membangun support systemdengan cara mencari mentor serta memanfaatkan jejaring alumni UII yang telah tersebar luas di berbagai sektor strategis.
Selain kompetensi akademik, Apri juga menyoroti aspek Personal Branding. Ia mengatakan bahwa mahasiswa itu harus bijak bermedia sosial, mengingat perusahaan kini rutin melakukan background checking digital. Seperti pada platform seperti LinkedIn harus dimaksimalkan sebagai etalase profesional yang merangkum portofolio.
Menariknya, proses rekrutmen tidak hanya berhenti pada uji kelayakan CV yang kini wajib ramah Applicant Tracking System ujian akademik, atau wawancara dan Focus Group Discussion. Banyak kandidat cerdas justru berguguran pada tahap akhir, yakni Medical Check-Up. “Teman-teman harus membiasakan pola hidup sehat dari sekarang. Jangan sampai gagal di tes kesehatan hanya karena kurang olahraga,” pungkas Apri.
Dengan melalui persiapan dan proses berlapis mulai dari penguasaan kerangka berpikir analitis, pembenahan CV, hingga menjaga rekam jejak digital dan kesehatan, peserta Career Class DPKA UII diharapkan tidak hanya siap masuk ke pasar kerja, tetapi mampu menjadi outstanding dimanapun berada. (RMD/AHR/RS)





