Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) resmi membuka agenda Global Pharmacy & Indonesia Cultural Engagement (G-PICE) 2026 pada Selasa (04/08), bertempat di Auditorium Lantai 4 FMIPA UII. Acara ini menghadirkan peserta internasional dari International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
G-PICE 2026 berlangsung pada 3–14 Agustus 2026 untuk menguatkan kompetensi akademik kefarmasian sekaligus mengenalkan wawasan budaya Indonesia kepada peserta internasional. Selama dua pekan, peserta dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan akademis seperti short attachment di apotek, promosi kesehatan di sekolah, kunjungan industri ke Odixa, Naturindo, serta situs produksi Calcusol, hingga studi klinis herbal di RSUP Dr. Sardjito. Selain itu, program ini dilengkapi pengayaan budaya dan rekreasi melalui Tour de UII Campus, rafting di Sungai Elo, serta pertunjukan seni.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian FMIPA UII, Nurcahyo Iman Prakoso, S.Si., M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya kemitraan strategis ini bagi pengembangan pendidikan ilmu kefarmasian di kawasan regional. “Pertemuan hari ini sangat penting untuk membangun kerja sama yang kuat antara UII, IIUM, dan UKM, khususnya dalam meningkatkan pendidikan kefarmasian. Melalui ikatan yang kokoh di antara kita, saya yakin kita dapat memimpin perkembangan kefarmasian di Asia,” ujar Nurcahyo dalam bahasa Inggris.
Direktur Kemitraan/Kantor Urusan Internasional UII, Dr.rer.nat. Dian Sari Utami, S.Psi., M.A., turut menyambut hangat para peserta internasional dan mengajak mereka untuk menyelami sains berbasis tradisi lokal yang dikembangkan di lingkungan Farmasi UII. “Saya percaya bahwa di balik sistem pelayanan kesehatan, terdapat tradisi dan pengobatan herbal yang menyimpan filosofi mendalam. Saya berharap para peserta dapat mempelajari dan memahami filosofi tersebut selama berada di sini,” tutur Dian dalam bahasa Inggris.
Sementara itu, perwakilan dari IIUM, Assoc. Prof. Dr. Hamid Fauzi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Farmasi UII dalam memfasilitasi kolaborasi global yang memadukan ilmu sains dan nilai kemanusiaan. “Melalui program G-PICE ini, kita tidak hanya mendiskusikan masa depan pelayanan kefarmasian global, tetapi juga melibatkan diri secara langsung dalam kekayaan budaya Indonesia,” ungkap Dr. Hamid dalam bahasa Inggris.
Rangkaian pembukaan acara kemudian diakhiri dengan agenda foto bersama dan penyambutan seluruh peserta. Melalui penyelengaraan G-PICE 2026, Jurusan Farmasi UII terus mempertegas komitmennya dalam memperluas jejaring akademis internasional serta mencetak lulusan kefarmasian yang berwawasan global.(KS/AHR/RS)





