UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
Universitas Islam Indonesia (UII) menyambut kunjungan strategis dari jajaran Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dalam agenda Diskusi Strategis UII dengan Universitas Pertahanan RI pada Selasa (28/07) di Auditorium Gedung Fakultas Hukum UII. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi akademis serta memperkokoh ketahanan nasional berbasis nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.
Dalam sambutannya di acara diskusi tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Komunikasi Strategis, Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D, ASEAN Eng., APEC Eng memaparkan sejarah panjang kampus yang didirikan oleh tokoh-tokoh bangsa seperti Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, hingga KH Abdul Wahid Hasyim. Winda juga menekankan integrasi antara nilai keagamaan dan keilmuan yang disimbolkan melalui tata letak bangunan fisik kampus. “Kenapa masjid dan perpustakaan itu berseberang? Itu dulu menyatakan bahwa UII ini harus menjadi institusi yang bisa menyeimbangkan antara agama dan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Sc. Mayor Jenderal TNI selaku, Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) menegaskan pentingnya posisi strategis UII dalam peta pendidikan nasional serta kontribusinya bagi kepentingan bangsa di tingkat global. Sebagai perguruan tinggi Islam pertama di Indonesia, UII dinilai berhasil mencetak kader pimpinan yang mengintegrasikan keilmuan dengan etika kebangsaan. “Kami memandang UII sebagai mitra yang strategis dalam membangun budaya ketahanan yang berlandaskan nilai Islam, semangat kebangsaan, moderasi beragama, serta etika kepemimpinan,” tutur pimpinan delegasi Unhan RI.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi akademis dari akademisi UII. Guru Besar Hukum Internasional UII, Prof. Dr. Sefriani, S.H., M.Hum menyampaikan materi mengenai Sea Governance dan Maritime Domain Awareness sebagai pilar strategis ketahanan nasional Indonesia. Dalam pemaparannya, Prof. Sefriani menekankan pentingnya tata kelola wilayah laut yang kuat serta kesadaran domain maritim dalam menjaga kedaulatan serta keamanan teritorial Indonesia di kancah hukum internasional.
Sesi pemaparan dilanjutkan oleh dosen Program Studi Hubungan Internasional UII, Hasbi Aswar, Ph.D., yang membawakan materi mengenai kontribusi studi diplomasi pertahanan terhadap penguatan kesadaran pertahanan dan bela negara di Indonesia. Hasbi Aswar mengulas bagaimana kajian diplomasi pertahanan dapat menjadi instrumen strategis untuk memperluas pemahaman masyarakat serta akademisi mengenai pentingnya sinergi instrumen sipil dan militer dalam menjaga stabilitas serta pertahanan negara.
Melalui agenda Diskusi Strategis ini, kedua pihak berharap dapat segera merealisasikan kerja sama konkret yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan kajian strategis lintas disiplin ilmu. Sinergi antara keahlian akademis UII dan fokus kajian pertahanan Unhan RI diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan dan kemajuan bangsa Indonesia. (AHR/RS)





