PPAr UII Lantik 20 Arsitek Baru
Program Studi Profesi Arsitek (PPAr) Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Wisuda Pendidikan Profesi Arsitek Angkatan ke-18. Sebanyak 20 arsitek baru berhasil menuntaskan proses pembelajaran selama 1 tahun secara resmi diambil sumpah pada Sabtu (17/10) di Auditorium Gedung KH. Mohammad Natsir FTDI UII.
Dalam laporan kelulusan, Ketua Program Studi PPAr UII, Dr. Ir. Ar. Yulianto Purwono Prihatmaji, S.T., M.T., IPM., IAI, menyampaikan rasa syukur atas konsistensi PPAr UII sejak berdiri pada 2012. Aji menambahkan bahwa selama 4 tahun, tingkat kelulusan tepat waktu PPAr UII mencapai 100%.
“Semua lulus tanpa terkecuali. Ini hasil kerja kolektif-collegial, saiyeg saeko proyo, dari seluruh ekosistem PPAr UII. Selain itu, untuk ketiga kalinya lulusan menggunakan gelar profesi baru, P.Ars (Professional Architecture), sesuai Keputusan Dirjen Dikti No. 96/B/KPT/2025 dan sejalan dengan UU No. 6 Tahun 2017 tentang Arsitek,” ungkapnya.
Koordinator Region 2 IAI Nasional, Ar. Sugiarto, IAI, mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan ini merupakan langkah awal sebelum menempuh proses magang dan uji kompetensi. Ia menekankan pentingnya pembekalan Surat Keterangan Kerja (SKK) Jenjang 7 sebagai jaminan legalitas lulusan di dunia kerja. “Hari ini Anda sudah dibekali dengan SKK Jenjang 7 sebagai Asisten Arsitek, artinya setelah ini Anda sudah bisa langsung bekerja dan magang dimentori oleh arsitek senior untuk mempersiapkan diri menjadi arsitek profesional,” tuturnya.
Kemudian, Sekretaris Jenderal APTARI, Dewi Larasati, S.T., M.T., Ph.D., turut memberikan apresiasinya atas komitmen UII dalam melahirkan lulusan arsitek yang siap menghadapi isu-isu global seperti perubahan iklim dan bencana alam. Dalam sambutannya, Dewi menegaskan peran krusial arsitek muda bagi masyarakat. “APTARI berharap lulusan pendidikan profesi arsitek tidak hanya hadir ketika sebuah bangunan akan didirikan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan solusi, ketika lingkungan perlu dipulihkan, dan ketika kehidupan harus dibangun kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU., mewakili Rektor UII menyampaikan rasa bangga serta memberikan lima pesan utama untuk membekali para lulusan. Eko mendorong lulusan untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, berbakti kepada orang tua, menjaga kejujuran, terus belajar, serta menjaga silaturahmi. “Sesungguhnya negara kita ini banyak orang hebat, tetapi kita masih sangat memerlukan orang jujur karena kejujuran punya kekuatan yang luar biasa untuk memajukan bangsa,” pesan Prof. Eko.
Sumpah profesi yang diucapkan hari ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan gerbang pengabdian sesungguhnya bagi para arsitek muda UII. Dengan berbekal keahlian profesional, integritas etis, dan nilai-nilai keislaman yang tertanam kukuh dari almamater, lulusan PPAr UII siap melangkah menjadi garda terdepan yang tidak sekadar merancang ruang dan bangunan, melainkan menghadirkan manfaat nyata serta membangun peradaban masyarakat yang lebih baik. (AHR/RS)






