• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • DAFTAR SEKARANG
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Bermula dari Membaca, Berlanjut Menjadi Karya
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Pendidikan

Bermula dari Membaca, Berlanjut Menjadi Karya

Bermula dari Membaca, Berlanjut Menjadi Karya

Ajakan untuk mulai membaca mengemuka dalam talkshow “Read, Write, Rich: Mengubah Hobi Baca Jadi Cuan” di Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (17/10). Dua narasumber, Agus Mulyadi dan Cahyo Satria, membuka pembicaraan dengan mengenang bacaan pertama serta buku yang membekas dalam ingatan mereka.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Audio Visual Lantai 2 Perpustakaan UII itu membahas hubungan antara kegemaran membaca, proses menulis, dan peluang dalam ekonomi kreatif. Agus hadir sebagai penulis, spesialis media, dan kreator konten, sedangkan Cahyo merupakan penulis, pengusaha, sekaligus CEO Shira Media.

Agus mengisahkan pengalamannya membaca kungfu boy dari Takeshi Maekawa dan majalah bobo. Ia mengenal bacaan tersebut ketika semasa kecil melalui pinjaman dari tetangganya, karena keterbatasan ekonomi keluarganya membuatnya sulit menjangkau buku untuk dibaca. “Komik itu adalah salah satu cara untuk belajar membaca,” ujar Agus.

Pengalaman itu meninggalkan kesan karena ia kerap terbawa suasana cerita Kungfu Boy ke kehidupan nyata. Ia juga menyebut serial novel Ipung karya Prie GS yang mengisahkan anak dari keluarga sederhana yang memperoleh kesempatan bersekolah melalui beasiswa. Tokoh Ipung menarik baginya karena kecerdasannya digambarkan secara realistis dan kisahnya menghadirkan harapan untuk mengubah kehidupan melalui pendidikan.

Dari pengalamannya, Agus mengajak peserta untuk membangun minat baca melalui bacaan yang sesuai dengan ketertarikan masing-masing. Menurutnya, membaca tidak harus selalu dimulai dari buku-buku berat. Jika suatu bacaan justru sulit dinikmati, pembaca dapat berhenti dan mencoba buku lain.

“Ketika saya membaca, kemudian saya merasa kok malah pusing, saya akan menghentikan aktivitas membaca itu,” ujar Agus.

Pembahasan kemudian beralih pada pengalaman Agus mengembangkan gagasan menjadi tulisan dan konten. Ia menjelaskan bahwa membaca dapat memperluas perspektif sekaligus menjadi referensi dalam menulis konten. Namun, menemukan bacaan yang sesuai membutuhkan proses mencoba berbagai buku.

“Untuk menemukan satu buku yang bagus, kita harus menemukan banyak buku yang jelek,” ujar Agus.

Dalam proses kreatifnya, Agus juga memanfaatkan kebiasaan membaca karya Prie GS sebagai referensi untuk mengamati gaya penulisan. Ia mengembangkan tulisan dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kesehariannya, termasuk topik-topik ringan yang dipengaruhi kebiasaannya menggunakan media sosial. Baginya, pilihan kata yang tepat dapat membangun emosi dan memperkuat makna tulisan.

Pertama Menerbitkan Buku

Sementara itu, Cahyo Satria mengenang masa kecilnya di sebuah kota kecil di Jawa Tengah dengan akses bacaan yang terbatas. Serta buku yang mengubah hidupnya adalah buku pertama ia terbitkan pada 2008, Khalil Gibran. Buku tersebut memiliki arti penting baginya karena Ia menggunakan modal sekitar Rp 5 juta untuk mencetak 1.200 eksemplar.

“Bukan karena bacaannya, bukan karena ceritanya, inspirasinya, tapi ini karena buku yang pertama kali saya terbitkan,” tuturnya. Keputusan itu menjadi langkah awalnya memasuki dunia penerbitan.

Cahyo kemudian menjelaskan pengalamannya dalam dunia penulisan, penerbitan, dan usaha. Menurut dia, buku dapat menjadi sarana untuk memperoleh pengetahuan sekaligus memenuhi kebutuhan pembaca, baik untuk hiburan, ketenangan, maupun menambah wawasan.

Pengalaman mengelola Shira Media memberinya pemahaman mengenai pengembangan akses dan pengalaman literasi melalui kegiatan yang mempertemukan pembaca, penulis, dan toko buku. Ia mendorong adanya Jakal Bookshop Festival 2026 untuk memperluas jangkauan audiens dan membantu toko buku di Jalan Kaliurang bertahan. Ia mencontohkan, sebuah toko buku di Jakal bahkan batal tutup karena dampak dari Jakal Bookshop Festival 2026.

“Pada akhirnya, ini membentuk ekosistem yang menguntungkan penulis, penerbit, sampai toko buku,” ujar Cahyo.

Dalam sesi tanya jawab, Riagung dari Hubungan Internasional 2023 menanyakan pertimbangan Agus Mulyadi dalam menggunakan banyak bahasa Jawa dalam bukunya, meskipun target pembacanya tidak terbatas pada masyarakat Jawa. Ia juga menanyakan alasan Cahyo Satria percaya diri menerbitkan buku dengan konteks dan bahasa yang tidak selalu dipahami oleh pembaca secara umum.

Menanggapi hal itu, Agus menjelaskan bahwa buku-buku yang telah diterbitkannya membantunya membangun nama dan pembaca setia. Hal tersebut menjadi modal untuk menghadirkan karya berbahasa Jawa kepada pembaca yang lebih luas.

Sementara itu, Cahyo menilai bahwa buku berbahasa Jawa tetap memiliki pasar tersendiri karena banyaknya masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut. Menurutnya, pemasaran buku tidak hanya bergantung pada bahasa dan isi tulisan, tetapi juga pada daya tarik penulis serta cara karya diperkenalkan kepada calon pembaca.

Komitmen Direktorat Manajemen Pengetahuan

Kegiatan talkshow yang diselenggarakan oleh Direktorat Manajemen Pengetahuan UII ini diikuti peserta dari kalangan umum hingga mahasiswa. Teguh prasetyo Utomo selaku panitia kegiatan mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan minat baca, mempromosikan layanan perpustakaan melalui kegiatan yang interaktif serta mengembangkan hasil bacaan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

“Tidak sekedar membaca saja tetapi kemudian membaca, mengelaborasi kemudian dari hasil yang anda baca tadi, itu bisa bernilai, dan in this economy, itu bisa bernilai sesuatu yang ekonomi,” kata pustakawan UII ini.

Sebagai penutup, Agus menjelaskan bahwa proses berkarya dapat dimulai dengan mengamati hal-hal sederhana di sekitar dan mengolahnya menjadi cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Cahyo menunjukkan bahwa menerbitkan karya juga membutuhkan keberanian mengambil langkah awal, seperti yang ia lakukan ketika mencetak buku pertamanya pada 2008.

Kedua narasumber menunjukkan bahwa berkarya tidak harus bermula dari sesuatu yang besar, tetapi dapat tumbuh dari hal yang diminati dan dikembangkan secara konsisten hingga menjangkau pembaca. (DHP/RS)

18 Oktober 2026
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/10/Bermula-dari-Membaca-Berlanjut-Menjadi-Karya.jpeg 900 1600 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-10-18 11:03:452026-10-18 12:11:48Bermula dari Membaca, Berlanjut Menjadi Karya

Berita Terakhir

  • Bermula dari Membaca, Berlanjut Menjadi Karya
  • Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Usaha Kampus, UII Jalin Kerja Sama dengan Universitas Lancang Kuning
  • Dorong Kepedulian Kesehatan Mental Mahasiswa, UII Gelar Seminar Youth Mental Health
  • UII Bersama Kemendiktisaintek Gelar Workshop Penulisan Proposal Hibah Nasional bagi Dosen Muda dan Vokasi
  • UII Jadi Tuan Rumah Liga Voli Mahasiswa 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2026 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 10 Oktober 2026
Link to: Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Usaha Kampus, UII Jalin Kerja Sama dengan Universitas Lancang Kuning Link to: Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Usaha Kampus, UII Jalin Kerja Sama dengan Universitas Lancang Kuning Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Usaha Kampus, UII Jalin Kerja Sama dengan Universitas... Scroll to top Scroll to top Scroll to top