• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Tujuh Alumni PSAS Diterima sebagai Calon Hakim PA
Berita Kegiatan, Pilihan

Tujuh Alumni PSAS Diterima sebagai Calon Hakim PA

Sebanyak 7 (tujuh) alumni Program Studi Ahwal Syakhshiyah (PSAS) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) diterima sebagai Calon Hakim (Cakim) Pengadilan Agama (PA). Pada tahun 2017 ini, Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) melakukan rekrutmen cakim untuk 3 lingkungan peradilan yaitu peradilan agama, peradilan negeri, dan peradilan tata usaha negara. Momen ini terhitung istimewa mengingat rekrutmen terakhir yang dilakukan MARI adalah tahun 2011 (6 tahun lalu).

Alumnni PSAS yang diterima sebagai cakim tersebut yaitu Samsul Zakaria, S.Sy., dan Tubagus Sukron Tamimi, S.Sy., yang diterima melalui jalur/formasi umum. Selanjutnya, Muhamad Ainun Najib, SH., Hanif Rabbani AS, SH., dan Syaraswati Nur Awalia, S.Sy. Ketiganya diterima melalui jalur/formasi cumlaude. Sementara Ahyaril Nurin Gausia, SH., dan Novia Ratna Safitri, SH., melalui jalur/formasi Papua/Papua Barat.

Setelah diumumkan secara resmi pada awal November 2017, ketujuh alumni melakukan pemberkasan dan akan menjalani pra jabatan pada Maret 2018. Setelah itu dilanjutkan dengan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Balitbangdiklatkumdil MARI di Megamendung, Bogor dan magang selama 2 tahun. Apabila dinyatakan lulus maka akan dilantik sebagai hakim dan ditugaskan di PA se-Indonesia.

Atas raihan gemilang tersebut, Dekan FIAI Dr. Tamyiz Mukharrom, MA., di hadapan Cakim, pada Selasa (22/11), mengucapkan selamat kepada alumni. “Alhamdulillah, mabruk kullun,” ujarnya. Bagi sosok yang akrab disapa Tamyiz tersebut, output adalah cerminan dari sebuah proses yang dijalani. Artinya, keberhasilan alumni menjadi cakim tidak lepas dari rangkaian kuliah yang dijalani di PSAS.

Pimpinan Pondok Pesantren an-Nasyath, Mlangi tersebut juga mengusulkan kepada PSAS untuk mengadakan bimbingan teknis (bimtek) untuk alumni PSAS yang tertarik menjadi calon hakim pada periode berikutnya. Sebab, dikabarkan tahun 2018 MARI akan kembali mengadakan rekrutmen mengingat kouta Cakim PA belum terpenuhi.

Sementara Ketua Program Studi (Kaprodi) Ahwal Syakshshiyah, Prof. Dr. Amir Mu’allim, MIS., mengatakan bahwa menjadi hakim adalah salah satu target kurikulum atau profil lulusan PSAS. Keberhasilan tersebut, menurutnya, adalah bukti bahwa kurikulum dan muatannya telah diserap dengan baik yaitu kombinasi antara keterampilan teoritis dan praktis.

Prof. Amir Mu’allim menyarankan kepada alumni PSAS yang akan mendaftar sebagai calon hakim berikutnya untuk menyiapkan materi tes. Pasalnya ada materi tes yang tidak dipelajari langsung secara mendalam di kelas seperti wawasan kebangsaan, intelegensia umum, dan karakteristik kepribadian. Ketiga materi tersebut tercakup dalam Seleksi Kemampuan Dasar (SKD). Tidak kalah pentingnya, kemampuan baca kitab juga harus diasah.

Berikutnya, Prof. Amir Mu’allim menilai bahwa alumni PSAS yang diterima sebagai cakim bila dilihat dari track record-nya selama menjalani perkuliahan di PSAS memang sudah selaiknya diterima. Hal itu didasarkan pada kualifikasi keilmuan, komunikasi, dan kompetensi lainnya. Terakhir, Amir berpesan bahwa skill pada akhirnya tidak cukup hanya didapat di ruang kelas tetapi mahasiswa harus mampu mengembangkan diri di luar kelas.

Lebih lanjut Prof. Amir Mu’allim menuturkan, PSAS FIAI memiliki keunggulan yaitu menggabungkan antara kompetensi keilmuan syariah (hukum keluarga Islam) dan keilmuan hukum positif Indonesia. Keduanya dikemas dalam pola pembelajaran teoritis dan praktis. Dalam perjalanannya, materi tidak hanya didapatkan di ruang kelas namun juga melalui kuliah lapangan/praktik/magang di KUA, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Pengadilan Militer, Pengadilan Tata Usaha Negara, dan juga lembaga pemasyarakatan (lapas). (SZ/RS)

22 November 2017
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/11/FIAI-UII.jpeg 325 487 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2017-11-22 15:15:422017-11-22 15:15:42Tujuh Alumni PSAS Diterima sebagai Calon Hakim PA

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Tingkatkan Kinerja Riset, UII Gabung Konsorsium Universitas Lintas Negara Link to: Tingkatkan Kinerja Riset, UII Gabung Konsorsium Universitas Lintas Negara Tingkatkan Kinerja Riset, UII Gabung Konsorsium Universitas Lintas Negara Link to: UII Juara Umum Zukhruf UIN Surabaya 2017 Link to: UII Juara Umum Zukhruf UIN Surabaya 2017 UII Juara Umum Zukhruf UIN Surabaya 2017 Scroll to top Scroll to top Scroll to top