UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan pertunjukan UII Light Show di kawasan Pintu Timur Stasiun Tugu Yogyakarta pada Sabtu hingga Minggu (11–12/06). Pertunjukan yang berlangsung setiap pukul 19.00 hingga 22.00 WIB tersebut menjadi bagian dari kampanye UII untuk memperkenalkan kampus kepada masyarakat luas melalui media visual yang kreatif dan mudah diakses.
UII Light Show memanfaatkan teknologi projection mapping, yakni teknik pemetaan visual yang memproyeksikan berbagai animasi, ilustrasi, serta informasi ke permukaan dinding di pintu masuk timur Stasiun Tugu Yogyakarta. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis karena menjadi salah satu titik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, baik penumpang kereta api maupun wisatawan yang datang dan berangkat dari Kota Yogyakarta.
Melalui pertunjukan tersebut, UII menghadirkan visual yang menampilkan identitas universitas, perjalanan sejarah, serta nilai-nilai yang dimiliki kampus. Tayangan yang diproyeksikan dikemas secara dinamis sehingga mampu menarik perhatian para pengunjung yang melintas di area stasiun. Selama pertunjukan berlangsung, tidak sedikit masyarakat yang berhenti sejenak untuk menyaksikan visual mapping tersebut. Sejumlah pengunjung juga tampak mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.
Berbeda dengan bentuk promosi konvensional, UII memilih pendekatan yang lebih interaktif melalui pertunjukan cahaya. Selain memberikan pengalaman visual yang menarik, konsep ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal Universitas Islam Indonesia dengan cara yang lebih menyenangkan. Kehadiran pertunjukan di ruang publik memperluas jangkauan kampanye kampus sehingga dapat menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum memiliki banyak informasi mengenai UII.
Salah seorang pengunjung Stasiun Tugu, Fajri, mengaku telah mengetahui keberadaan Universitas Islam Indonesia, meskipun belum mengenalnya secara lebih mendalam. Menurutnya, pertunjukan projection mapping tersebut menjadi pengalaman baru yang menarik bagi para pengguna jasa kereta api.
“Universitasnya tahu, cuma nggak begitu ini ya. Jadi ya baru lihat ini aja,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara.
Fajri juga menilai bahwa konsep promosi yang dilakukan UII menghadirkan warna baru di kawasan stasiun. Ia mengapresiasi penyajian visual yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga menyampaikan informasi mengenai sejarah melalui ilustrasi yang ditampilkan.
“Keren sih, jadi warna baru untuk pengunjung kereta api khususnya ya. Dengan adanya ilustrasi-ilustrasi ini kita bisa melihat sejarah-sejarah yang dulu ya. Jadi yang tadinya tidak tahu menjadi tahu,” katanya.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang berhenti untuk menyaksikan pertunjukan dan mendokumentasikan visual mapping tersebut.
“Terus bagus sih, banyak juga tadi ngelihat banyak orang-orang yang mengambil dokumentasi berarti antusiasnya sangat bagus ya,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat yang terlihat selama penyelenggaraan UII Light Show menunjukkan bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi yang efektif antara institusi pendidikan dengan masyarakat. Melalui pendekatan kreatif seperti projection mapping, informasi mengenai kampus dapat disampaikan secara lebih menarik dibandingkan melalui media promosi biasa.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat yang berada di kawasan stasiun, pertunjukan ini juga menjadi salah satu upaya UII untuk membangun kedekatan dengan publik. Pengunjung yang sebelumnya belum mengenal UII secara mendalam memperoleh kesempatan untuk mengetahui lebih banyak mengenai universitas melalui tayangan visual yang disajikan.
Pelaksanaan UII Light Show sekaligus mencerminkan upaya Universitas Islam Indonesia dalam mengikuti perkembangan strategi komunikasi publik yang semakin mengedepankan pengalaman visual dan interaksi langsung dengan masyarakat. Dengan memanfaatkan salah satu ikon transportasi di Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan, kampanye ini diharapkan mampu memperluas eksposur UII kepada masyarakat dari berbagai daerah yang datang ke Kota Yogyakarta.
Melalui inovasi tersebut, UII tidak hanya memperkenalkan identitas institusi, tetapi juga menunjukkan bahwa media kreatif dapat menjadi sarana efektif untuk membangun citra kampus sekaligus menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat. Antusiasme pengunjung yang menyaksikan pertunjukan menjadi indikasi bahwa pendekatan komunikasi berbasis visual memiliki daya tarik tersendiri dalam menjembatani hubungan antara perguruan tinggi dan publik. (MFPS/AHR/RS)





