• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mahasiswa UII Respon Krisis Air Bersih, Pangan dan Energi
Berita Kegiatan

Mahasiswa UII Respon Krisis Air Bersih, Pangan dan Energi

Isu mengenai krisis air bersih, pangan dan energi pada tahun 2030-2045 di Indonesia melatarbelakangi sekelompok mahasiswa UII untuk kembali berinovasi. Inovasi ini diikutsertakan dalam sebuah event Engineering Physics Week (EPW) yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Judul yang diangkat tentang “Let’s Drink with Smart Water (RESEP: Rekayasa Konsep E-Ecster Portable sebagai Penunjang SDGs di Tahun 2030).″

Ajang SNOW (Smart Innovation of Writing) yang diikuti tim mahasiswa UII beranggotakan Muhammad Ilham Abdul Majid (Psikologi 2016), Saraswati Yola Nur Aisyah (Teknik Lingkungan 2016) dan Hafidh Rahmatiyas (Teknik Lingkungan 2016).

Munculnya ide dalam pembuatan rekayasa botol air minum berawal dari keprihatinan bahwa, sejumlah kota di Indonesia mengalami krisis air bersih. Krisis tersebut menjadikan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air minum yang layak konsumsi dan kesulitan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan air. Hingga menyebabkan terjadinya penyakit yang berujung kematian.

Saraswati Yola menuturkan, kami berfikir bagaimana caranya untuk menanggulangi masalah ini. Padahal di Indonesia sendiri bahkan di dunia sebenarnya air sangat banyak, tetapi bisa terjadi krisis air. Akhirnya tercetuslah sebuah ide dengan membuat suatu botol portable dilengkapi dengan alat pendeteksi air dan pemfilter air yang diintegrasikan oleh gadget. Jadi orang dimana saja dan kapan saja bisa minum air dengan aman tanpa takut kandungan airnya buruk.

“Inovasi yang dikembangkan adalah sebuah botol yang direkayasa untuk mendeteksi dan memfilter air serta dilengkapi dengan internet. Penambahan akses internet bertujuan untuk menunjang adanya loT di Indonesia. Sehingga terciptalah suatu kota yang smart (smart city) terlebih inovasi ini akan diterapkan pada tahun 2030 atau 2045,” ujar Saraswati Yola.

Harapan pembuatan botol ini dapat mengentaskan permasalahan air bersih dan penyediaan air minum di Indonesia. Sehingga Indonesia tidak mengalami krisis air bersih dan air minum di masa mendatang. Penggunaan botol portable dibatasi untuk air yang berasal dari beberapa air baku seperti air sungai, air hujan, air PDAM dan air sumur. Mungkin untuk penelitian kedepannya jangkauannya akan semakin luas.

Dijelaskan Saraswati Yola, E-ecster potable (botol portable) diciptakan dengan berbasis pada sustanable development, penyaringan dapat dilakukan karena dilengkapi dengan hollow fiber dan karbon aktif pada bagian botolnya. Penambahan internet module betujuan untuk melakukan pengiriman data kandungan air ke smartphone. “Kelebihan dari alat ini adalah efisien dan mudah dibawa, usabilitas dan sustainable, eco-technology base, dapat mendeteksi kandungan air dan internet of things,” ungkapnya. (NR/RS)

5 Maret 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/03/Mahasiswa-UII-Respon-Krisis-Air-Bersih-Pangan-dan-Energi.jpg 301 433 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-03-05 09:27:382018-03-05 09:58:07Mahasiswa UII Respon Krisis Air Bersih, Pangan dan Energi

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Prof. Mahfud MD Beri Motivasi Bagi Penerima Beasiswa UII Link to: Prof. Mahfud MD Beri Motivasi Bagi Penerima Beasiswa UII Prof. Mahfud MD Beri Motivasi Bagi Penerima Beasiswa UII Link to: IMAMUPSI UII Diskusikan Public Display Affection Link to: IMAMUPSI UII Diskusikan Public Display Affection IMAMUPSI UII Diskusikan Public Display Affection Scroll to top Scroll to top Scroll to top