• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Membangun Kembali Kejayaan Islam dengan Pengetahuan
Berita Kegiatan

Membangun Kembali Kejayaan Islam dengan Pengetahuan

Dalam rangka Penyusunan Rekomendasi dan Kebijakan tentang Konsep Dasar dan Strategi Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan, Badan Perencanaan & Pengembangan/Rumah Gagasan UII mengadakan diskusi tematik di Gedung Prof. Dr. Sardjito,Selasa (27/8).

Diskusi bertemakan Islam dan integrasi keilmuan tersebut menghadirkan Prof. K.H. Yudian Wahyudi, Ph.D. sebagai pemateri kunci. Mengintegrasikan Islam dan keilmuan dalam bidang pendidikan (pada level sekolah menengah dan perguruan tinggi) adalah langkah krusial demi menyongsong kejayaan Islam, ia menyebutnya sebagai visi ‘Menemukan Kembali Ibn Sina’. Nama Ibn Sina digunakan sebagai representatif filsuf-filsuf Muslim tingkat dunia seperti Al-Farabi dan Ibn Rusyd.

Setidaknya, ada 2 usulan yang disampaikan Yudian pada diskusi tersebut. Pertama, harus membangun SLTP dan SLTA MIA (Matematika dan Ilmu Alam) yang fokus pada Ujian Nasional (UN). Mata pelajaran yang kurang menjadi kebutuhan nasional dapat dikurangi.

“Ke depannya hanya lulusan SLTA MIA lah yang boleh kuliah ke fakultas-fakultas kedokteran dan teknik. Jelas sekali, tanpa mereka, Ibn Sina tidak akan ditemukan kembali!”

Prof. K.H. Yudian Wahyudi, Ph.D. menyampaikan pikirannya dalam diskusi tematik Rumah Gagasan

Kedua, menjadikan bahasa Arab, Indonesia dan Inggris sebagai bahasa agama dan ilmiah sekaligus. Agama harus dijadikan sebagai titik pijak pembelajaran ketiga bahasa ini.

“Misalnya, agama sedang mengajarkan shalat, maka materi bacaan bahasa Arab, Indonesia dan Inggris juga harus tentang shalat. Misalnya lagi, bahasa Arab sedang mengajarkan fail (subjek), pembahasan tentang fail secara kebahasaan dilengkapi dengan bacaan tentang shalat. Agar teori menyambung dengan praktik, siswa dilatih menjadi imam, khatib dan menghafalkan doa-doa standar.”

Sementara itu, sebagai pemateri kedua, Drs. Suwarsono, M.A. mengawali pemaparannya dengan membandingkan antara peradaban Arab Kuno dan Arab Islam. Peradaban Arab Kuno maju karena penguasaan kompetensi dasar yang mereka miliki. Militer dan kapitalisme perdagangan menjadi faktor kebangkitan Arab Kuno. Namun kapitalisme religius diidentifikasi sebagai faktor kebangkitan peradaban Arab Islam.

“Suku Badui kala itu memiliki kemampuan perang dan bisnis. Perang adalah ‘natural competence’ Arab Badui, bahkan sering disebut sebagai olahraga alami mereka. Ketika tidak ada peperangan, Arab Badui diperbantukan untuk mengawal kafilah-kafilah dagang melalui Jalur Dupa (The Incense Road). Dari perjalanan tersebut lah Arab Badui mulai belajar berdagang dan menguasai perdagangan kala itu.”

Diskusi yang berlangsung sederhana dengan lesehan tersebut diakhiri dengan 2 simpulan besar. Bahwa Islam tidak boleh melupakan rumpun keilmuan eksperimental serta ulama harus kembali pada independensi dan kompetensinya. (APB/ESP)

29 Agustus 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/08/angkringan-rumah-gagasan-UII-2.jpg 330 495 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-08-29 11:57:202019-08-29 13:39:21Membangun Kembali Kejayaan Islam dengan Pengetahuan

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mahasiswa KKN UII Tingkatkan Potensi Daerah di Magelang Link to: Mahasiswa KKN UII Tingkatkan Potensi Daerah di Magelang Mahasiswa KKN UII Tingkatkan Potensi Daerah di Magelang Link to: BPM UII Adakan Induksi Sistem Penjaminan Mutu Link to: BPM UII Adakan Induksi Sistem Penjaminan Mutu BPM UII Adakan Induksi Sistem Penjaminan Mutu Scroll to top Scroll to top Scroll to top