• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Ajaran Islam Agar Selamat dari Wabah
Berita Kegiatan

Ajaran Islam Agar Selamat dari Wabah

Wabah membawa dampak yang besar bagi semua kalangan masyarakat. Orang yang sibuk mencari popularitas, di masa ini popularitasannya tidak dapat menjamin keselamatannya dari virus corona ini. Begitu pula dengan orang yang mencari pekerjaan dengan kepandaian dan kecerdasannya, banyak pula yang harus di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dari perusahaan. Orang yang memiliki usaha dan bisnis besar, sekarang harus rela usahanya sepi akan pembeli. Topik ini menjadi bahasan pada kajian Ulil Albab Ramadan Universitas Islam Indonesia (UII), Minggu (17/5), menghadirkan Ustadz Adi Abdillah.

Ustadz Adi Abdillah menegaskan bahwa wabah ini terjadi atas izin Allah Swt. Kita sebagai manusia haruslah bergantung hanya kepada-Nya, sebab appaun yang dimiliki di dunia ini hanyalah titipan dari-Nya. Banyaknya orang yang meninggal karena virus ini di setiap penjuru dunia, sudah cukup menjelaskan bahwa virus memantikan benar-benar telah ada. “Virus ini memang ada tapi bisa jadi ini hanya dihembuskan oleh orang tertentu yang membuat siapapun takut. maka berserah dirilah hanya kepada Allah,” jelasnya.

Cara agar terhindar dari virus corona dijelaskan oleh Ustadz Adi Abdillah dapat dilakukan dengan mengikuti peraturan dan himbauan dari pemerintah. Namun, apabila terdapat orang yang tetap nekat ibadah di masjid maka bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah di masjid jangan membodoh-bodohkan orang tersebut. Begitupun orang yang ibadah di masjid, janganlah mengkafirkan orang yang tidak ibadah di masjid. Karena setiap orang memiliki keyakinannya yang berbeda-beda. Jadi tidak boleh orang meremehkan atau merendahkan orang lain.

“Sebab kita tidak tahu dari kita ini siapa yang dimuliakan oleh Allah. Karena itu dirahasiakan oleh Allah. Jadi ini ujian, pelajaran buat kita semua bahwa ini dari Allah, untuk kita selalu istiqomah dan mendekatkan diri kepada Allah,” paparnya.

Ustadz Adi Abdillah mengatakan bahwa terdapat kabar gembira dari Al-Quran. Dalam QS. Al-Anfal ayat 33 yang artinya “dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”

Di dalam ayat tersebut, terdapat dua frase. Kalimat pertama, “bagaimana mungkin aku akan mengazab mereka sementara engkau masih ada di tengah-tengah mereka.” Engkau di sini adalah Nabi Muhammad Saw. dan Alllah tidak akan mengazab suatu kaum kalau Rasul masih di situ. Yang kedua adalah Allah memperlakukan orang yang taat dan tidak taat kepada nabi secara

berbeda. Ia hanya akan menyelamatkan orang-orang yang beriman kepada Nabi dan Allah. Namun, ketika orang yang tidak beriman atau kafir meminta azab padahal di situ terdapat Rasulullah, maka Allah tidak hanya memberkahi Nabi dan pengikutnya, melainkan orang yang tidak beriman pun diberi keselamatan oleh Allah.

Masa sekarang berbeda dengan masa Nabi karena pada masa itu masih ada beliau. Meskipun begitu, Ustadz Adi Abdillah menjelaskan bahwa kita dapat menghadirkan Rasulullah di tengah-tengah kita dengan du acara. Pertama, mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Sesuai dengan HR. Imam Tirmidzi yang berbunyi, “Barang siapa yang menghidupkan sunnahku maka dia telah mencintaiku, barang siapa yang mencintaiku maka dia akan bersamaku di surga”.

Sunnah-sunnah Rasulullah seperti rajin mencuci tangan. Dalam ajaran Islam kita wudhu setiap hari minimal lima kali. Maka dalam setiap wudhu tersebut sudah tentu kita akan cuci tangan. Bahkan virus corona dikatakan akan bertahan di hidup hanya selama tiga jam. Padahal jarak shalat satu dengan shalat lainnya umat Islam berkisar dua hingga tiga jam. Sunnah lainnya adalah ketika kita makan menggunakan tangan kanan, masuk ke rumah mengucapkan salam.

Ustadz Adi Abdillah menjelaskan bahwa jika yakin akan ajaran Rasulullah maka kita telah menghadirkan nur nya bersama kita. Rasulullah juga mengajarkan umatnya untuk mengucapkan doa penolak wabah selama tiga kali sehari. Doa tersebut berbunyi: “Allahuma inni a’udzu bika minal barashi, wal jununi, wal judzami, wa sayyi’il asqami.” Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit yang buruk”.

Kedua adalah membaca shalawat nabi. Ustadz Adi Abdillah menjelaskan bahwa shalawat membawa keselamatan. Sebab barang siapa yang shalawat kepada nabi satu kali, maka ia akan dirahmati oleh Allah sebanyak 10 kali. Keutamaan lain bagi yang melaksanakan shalawat nabi adalah dikabulkan doanya, dilipatgandakan pahalanya, diangkat derajatnya, dikumpulkan bersama nabi di surga, serta mendapatkan syafaat nabi. “Tidaklah kalian masuk ke surga bukan karena amal. Melainkan karena rahmat Allah kita bisa masuk surga,” ucapnya. (SF/RS)

19 Mei 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Masjid-Ulil-Albab-Kampus-Terpadu-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-05-19 05:08:072020-05-19 05:08:07Ajaran Islam Agar Selamat dari Wabah

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Strategi Pemasaran Saat Wabah Covid-19 Link to: Strategi Pemasaran Saat Wabah Covid-19 Strategi Pemasaran Saat Wabah Covid-19Jiwa mukmin - UII - berita kontrol kehamilan Link to: Pentingnya Ikhlas dalam Beramal Link to: Pentingnya Ikhlas dalam Beramal Pentingnya Ikhlas dalam Beramal Scroll to top Scroll to top Scroll to top