• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Bekal Bahasa Prancis Untuk Bertugas di Medan Konflik
Berita Kegiatan

Bekal Bahasa Prancis Untuk Bertugas di Medan Konflik

Terlahir sebagai seorang perempuan bukan menjadi penghalang dalam berkarya menekuni profesi yang identik dengan citra maskulin. Hal inilah yang dirasakan oleh Briptu Hikma Nur Syafa, salah satu personil Kepolisian Republik Indonesia yang berkesempatan menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB (United Nations Peacekeeper). 

Wanita berhijab ini sempat bertugas di Republik Afrika Tengah sejak pertengahan 2019 hingga Juni 2020. Hikma tertarik bergabung menjadi anggota pasukan penjaga perdamaian PBB karena keinginannya untuk pergi keluar negeri dan mengikuti misi kemanusiaan di daerah konflik. Kisah itu diceritakannya dalam acara Talk Show Ngopi di Warung Prancis yang diadakan oleh Café Prancis UII secara daring belum lama ini.

Ia meneruskan ceritanya, bak gayung bersambut, ternyata keinginan tersebut didukung oleh orang tua, keluarga dan teman-temannya. Perempuan yang akrab disapa Ima ini pun mengatakan bahwa selain dukungan, Ima juga mendapatkan berbagai pertanyaan dari lingkungan sekitar mengenai keputusan yang diambilnya untuk terjun di daerah konflik terlebih lagi dirinya adalah seorang wanita. Namun, Ima merasa bahwa menjadi seorang Pasukan Penjaga Perdamaian merupakan sebuah kebanggaan dan tantangan yang tidak ternilai. 

Banyak pengalaman dan pandangan baru yang Ima petik ketika bertugas. Salah satunya perasaan miris melihat kondisi ekonomi masyarakat di tengah konflik. Anak-anak dan kaum perempuan di sana kesulitan mendapatkan akses pendidikan dan air bersih. “Merasa miris kenapa masih ada orang seperti mereka yang harus kesulitan untuk mendapatkan uang dan bahkan membangun mereka dari tanah merah.” Ujar Ima. Tidak jarang, ia bertemu anak-anak yang meminta roti sekedar untuk mengganjal perut. Mereka akhirnya mengenal Ima dan teman-temannya dengan baik.

Di medan konflik, Ima dituntut mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan budaya yang berbeda dengan Indonesia. “Karena setiap kelompok selalu dapat evaluasi dari PBB yang berpengaruh pada pengiriman pasukan selanjutnya.” Ujar Ima. Setiap anggota pasukan juga dituntut mandiri dalam mengerjakan tugas piket, patroli dan penjagaan yang dilaksanakan secara bergantian pada siang dan malam hari. 

“Di daerah konflik bukan tempat untuk bermanja-manja.” Tegas Ima. Apalagi ketika mereka dihadapkan pada pertikaian kedua kelompok bersenjata dan menjaga posisi mereka untuk tetap netral dan mengamankan warga sipil agar tidak menjadi korban. Seperti pengalamannya menyaksikan perlawanan dari 2 kelompok yang membuat kelompok Ima berada pada posisi yang sulit. Namun, untungnya saat itu kondisi masih bisa dikontrol dan misi pembebasan terjadi dengan baik.

Sebelum resmi bertugas di medan konflik, Ima mengatakan bahwa ia harus melewati berbagai tes mulai dari tes fisik, kesehatan, mental, menembak hingga mengemudi. Kecakapan lain yang menurutnya sangat membantu adalah pembekalan dalam bidang bahasa asing khususnya Bahasa Prancis yang digunakan di Republik Afrika Tengah dengan bantuan Institut Francais Indonesia dari level A1 sampai B1. 

Di sisi lain, Philomene Robin selaku Atase Kerjasama Pendidikan dan Perguruan Tinggi Kedutaan Besar Prancis mengapresiasi talk show ini khususnya karena mengangkat tema Perempuan, Bahasa Prancis, dan Peace Building. “Saya senang dan bangga Bahasa Prancis bisa membantu mewujudkan impian Briptu Ima.” Ujarnya.

Sedangkan, Ginanjar Gailea selaku salah satu koordinator kopi Prancis UII menyampaikan bahwa kerja sama ini terjadi karena Kafe Prancis UII melihat situasi Pandemi sebagai sebuah peluang untuk melakukan kolaborasi. Tema Perempuan, Bahasa Prancis, dan Perdamaian sengaja diangkat karena bertepatan dengan hari Perempuan Internasional dan Pekan Frankoponi (Pekan Bahasa Prancis) yang diperingati setiap bulan Maret. (AP/ESP)

31 Maret 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/03/Briptu-Hikma-Nur-Syafa.jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-03-31 11:14:502021-03-31 11:28:34Bekal Bahasa Prancis Untuk Bertugas di Medan Konflik

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Keluarga Besar UII Mendapat Vaksin Covid-19 Link to: Keluarga Besar UII Mendapat Vaksin Covid-19 Keluarga Besar UII Mendapat Vaksin Covid-19 Link to: Mahasiswa FK UII Raih Juara 1 Nasional Esai Ilmiah ISMC Link to: Mahasiswa FK UII Raih Juara 1 Nasional Esai Ilmiah ISMC Mahasiswa FK UII Raih Juara 1 Nasional Esai Ilmiah ISMC Scroll to top Scroll to top Scroll to top