• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mutasi Virus Covid-19 Berbahayakah?
Berita Kegiatan

Mutasi Virus Covid-19 Berbahayakah?

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) menyelenggarakan Seminar Online Pengabdian Masyarakat FK UII dengan tema “Mutasi Virus Covid-19 dan Upaya Promotif Penanganan Covid-19” pada Minggu (13/6).

Mutasi adalah perubahan struktur genetik yang dapat diwariskan. Bisa terjadi karena kesalahan dalam penyalinan atau pertukaran genom dari virus yang berbeda. Tujuan dari mutasi ini sebetulnya untuk mempertahankan kehidupan dari virus tersebut, meskipun tidak selalu menguntungkan.

“Pada Covid-19 mutasi terjadi pada perubahan asam amino yang menyebabkan perubahan struktur virus,” jelas Dr. dr. Farida Juliantina Rachmawati, M.Kes. ”Efeknya antibodi tubuh akan sulit untuk mengenali si mutasi virus ini,” jelasnya.

Mutasi virus Covid-19 masuk ke dalam kategori Varian of High Consequence yang menyebabkan gejala khas, akan tetapi PCR negatif. “Hal tersebut akan membuat kegagalan diagnosis,” tambahnya.

Sejauh ini di dunia sudah terdapat mutasi sebanyak 54 kasus. ”Mutasi paling banyak di Indonesia adalah B1470 disusul kemudian oleh D614G,” terang dr. Farida.

Kasus mutasi terjadi menyeluruh hampir di seluruh belahan dunia. Muncul varian baru di Inggris yaitu B.1.1.7 dengan tingkat penularan meningkat 50%. Varian B.1.351 muncul di Afrika yang membuat antibodi tidak efektif lagi.

“Varian baru yang kini tengah menghebohkan dunia adalah B.1617.1 dan B.1.617.2 terjadi di India menyebabkan penularan 10x lebih cepat,” imbuhnya.

Antibodi dalam tubuh manusia dapat bertahan sampai delapan bulan. “Pasien rawat inap diketahui akan memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi daripada pasien OTG,” jelasnya.

“Adanya varian baru tentunya membuat masyarakat khawatir. Namun, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali dengan ikhtiar vaksin dan penerapan 5M,” pesan dr. Farida.

Pelaksanaan vaksin di Indonesia memiliki target sekitar 40 juta penduduk. Saat ini vaksin dosis pertama telah diberikan pada 19.211.433 penduduk, disusul tahap dua sebanyak 11.488.917 orang.

“Keberhasilan penanganan Covid-19 ini merupakan komitmen dari banyak aspek. Awal pandemi pemerintah menalokasikan dana sekitar 70 triliun. Diutamakan untuk kesehatan dan ekonomi,” ,” papar Dr.dr. Sunarto, M. Kes.

Melihat perkembangan kasus di Indonesia sejauh ini pemerintah lebih memprioritaskan ekonomi daripada kesehatan. ”Itulah yang membuat penangan pandemi jauh lebih lama,” jelas dr. Sunarto.

Transparasi data pandemi secara nasional, pemerintah dianggap kurang transparasi. Kasus yang besar dikecil-kecilkan. ”Harusnya pemerintah pusat bisa mencontoh dari DKI Jakarta yang selalu transparasi apa adanya,” ungkapnya

Pelayanan pemerintah Posbindu dan Posyandu selama pandemi mengalami penurunan. ”Hal tersebut dikarenakan pemerintah lebih banyak mengalokasikan dana untuk pandemi,” tandasnya.

Melihat banyaknya aspek yang terpengaruh oleh pandemi Covid-19, langkah pertama yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah dengan pencegahan. Mencegah berarti menunda dan mengurangi angka kejadian dari infeksi virus Covid-19. ”Tujuan utamanya adalah untuk mengeliminasi serta meminimalisir risiko kecacatan,” jelasnya.

“Pencegahan primer bisa dilakukan dengan promosi kesehatan dan vaksinasi. Selanjutnya bisa dengan diagnosis dini. ”Tingkat yang paling parah adalah dengan pengobatan,” tutup dr. Sunarto. (UAH/RS)

15 Juni 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Seminar-Online-Pengabdian-Masyarakat-Fakultas-Kedokteran-UII-1.jpg 450 801 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-06-15 13:20:082021-06-15 13:20:08Mutasi Virus Covid-19 Berbahayakah?

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Kekerasan Pada Anak di Masa Pandemi Covid-19 Meningkat Link to: Kekerasan Pada Anak di Masa Pandemi Covid-19 Meningkat Kekerasan Pada Anak di Masa Pandemi Covid-19 Meningkat Link to: Pemuda Salah Satu Kunci Kesuksesan Bangsa Link to: Pemuda Salah Satu Kunci Kesuksesan Bangsa Pemuda Salah Satu Kunci Kesuksesan Bangsa Scroll to top Scroll to top Scroll to top