• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Membangun Hubungan Keluarga dan Komunitas dengan Psikologi Spiritual
Berita Kegiatan

Membangun Hubungan Keluarga dan Komunitas dengan Psikologi Spiritual

Program Studi Psikologi Program Magister (MAPSI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Spiritual Psychology in Building Harmonious Family and Community” pada (26/02) di Auditorium Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) UII yang diikuti tidak hanya oleh mahasiswa Program Magister Psikologi UII, namun juga terbuka untuk umum.

Acara yang dimoderatori oleh Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A. selaku Dosen Jurusan Psikologi FPSB UII ini dibagi menjadi dua sesi materi yaitu sesi pertama diisi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Program Profesi, Dr. Sus Budiharto dan sesi kedua diisi oleh Prof. Uichol Kim dari Inha University, Korea.

Dr. Sus menjelaskan pada sesi pertama bahwa psikologi spiritual dalam Islam sangat lekat dengan psikologi kenabian yang menjadi contoh bagi sesama manusia dari para nabi dan rasul khususnya Nabi Muhammad saw.

“Dalam pendekatan psikologis, hendaknya ketika seseorang menemui suatu problematika kehidupan orang itu melakukan dialog kognitif yang memikirkan solusi yang akan dilakukan Nabi Muhammad SAW jika menemui permasalahan tersebut. Pendekatan ini diperkuat dengan dalil ayat Al-Quran Surah Al-Ahzab ayat 21 yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai teladan bagi manusia,” ungkap Dr. Sus dalam pemaparan materi.

Lebih lanjut, saat belajar, mahasiswa hendaknya juga menghadirkan kesadaran ilahiah dan menyeimbangkan dengan kesadaran ilmiah karena pada dasarnya segala ilmu pengetahuan berasal dari Allah Swt yang selanjutnya dipergunakan untuk kemaslahatan umat manusia.

Dr. Sus juga menyarankan kepada mahasiswa khususnya saat melakukan riset penelitian tugas akhir untuk tidak mengabaikan pengalaman yang dialami oleh diri sendiri ataupun orang terdekat agar kegiatan menuntut ilmu menjadi haqqul yaqin.

“Kemudian dalam menuntut ilmu seseorang harus senantiasa berpikir positif. Psikologi jiwa harus selalu di-tazkiyah agar nur semakin baik dan memberikan getaran yang positif,” jelasnya.

Sesi kedua, pembahasan mengenai psikologi spiritual dilanjutkan oleh Prof. Uichol Kim. Menurutnya, jika ilmu pengetahuan dan agama dipisahkan, maka akan terjadi error dalam pemahaman sains karena agama adalah kunci utama penafsiran ilmu untuk kemaslahatan manusia. Beberapa poin penting juga ditambahkan oleh Prof. Uichol Kim mengenai pengaruh psikologi spiritual dalam keharmonisan keluarga dan komunitas masyarakat.

“Bahwa hari raya umat Islam, yaitu Idul Fitri dirayakan sebagai hari kemenangan dan dirayakan bersama dengan anjuran silaturahim dan saling memaafkan. Momen Idul Fitri merupakan ajaran religi yang sangat sesuai dengan penelitian ilmiah yang diadakan Harvard Longitudinal Study of Adult Development yang menghasilkan hasil penelitian bahwa seseorang yang memiliki hubungan baik dengan orang lain berusia lebih panjang dari orang yang individualistis dan pemarah. Manusia adalah makhluk sosial dan kesendirian bukanlah kodrat dari manusia,” jelas Prof. Uichol Kim. (AAO/AHR/RS)

27 Februari 2025
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/03/MAPSI.jpg 738 1168 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-02-27 12:24:012025-03-03 12:25:55Membangun Hubungan Keluarga dan Komunitas dengan Psikologi Spiritual

Berita Terakhir

  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: CLC UII Ajak Mahasiswa Jelajahi Candi Kimpulan dan Plaosan Link to: CLC UII Ajak Mahasiswa Jelajahi Candi Kimpulan dan Plaosan CLC UII Ajak Mahasiswa Jelajahi Candi Kimpulan dan Plaosan Link to: UII Menjadi Pelopor Sekolah Lansia Berbasis Perguruan Tinggi Link to: UII Menjadi Pelopor Sekolah Lansia Berbasis Perguruan Tinggi UII Menjadi Pelopor Sekolah Lansia Berbasis Perguruan Tinggi Scroll to top Scroll to top Scroll to top