• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pentingnya Hijrah dan Dakwah Berbasis Lingkungan
Berita Kegiatan

Pentingnya Hijrah dan Dakwah Berbasis Lingkungan

Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia menyambut pergantian tahun baru Islam dengan mengadakan kajian khusus spesial Muharram 1447 H di Aula Pondok Pesantren UII, pada Ahad (29/06). Acara dengan tema “Menguatkan Spirit Hijrah, Menebar Damai untuk Bumi dan Sesama” tersebut dihadiri oleh Pengasuh, santri Putra dan Putri, serta Ikrom Mustofa, S.Si., M. Si., selaku narasumber yang merupakan Dosen Jurusan Teknik Lingkungan FTSP UII.

 

Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., M.Pd, selaku pengasuh Pondok Pesantren UII Putra dalam sambutannya menekankan bahwa isu lingkungan tidak boleh hanya dipandang sebelah mata. Senada, Ikrom Mustofa, S.Si., M. Si., berangkat dari latar belakang akademiknya mengaku senang dapat diundang untuk berdiskusi dan menjadi pembicara dalam acara kajian ini.

 

“Islam yang rahmatan lil-alamin itu bukan hanya tentang manusia, bukan menetapkan manusia sebagai center of attention tetapi dengan sirkel yang sama seperti makhluk-makhluk lain. Jadi ini penting ya, memubat kita datang ke bumi bukan untuk menjadi raja dari segala-galanya, tetapi kita datang ke bumi sebagai pemimpin, dan kita menjadi pemimpin yang melayani untuk kemaslahatan semua entitas-entitas lain.” tegasnya.

 

“Isu lingkungan di masyarakat sekarang itu masih jauh dari perhatian masyarakat dibanding isu-isu lain yang hangat, seperti makan makanan bergizi, ketahanan, politik, ekonomi dan sebagainya.” Isu ini, menurut Ikrom perlu ditambahkan dalam hijrah/movement yang berasal dari dalam diri masyarakat. “Hijrah harus bertransformasi dari sejarah ke perubahan sosial, dari egoisme ke empati, dari individualisme ke kolaborasi, dan dari eksploitasi ke pelestarian.” ujarnya.

 

Tokoh agama, merujuk beberapa riset, berperan penting untuk mengampanyekan ide dan mensukseskan konsep pelestarian lingkungan dibanding dengan aktivis-aktivis lingkungan itu sendiri. Ikrom bercerita ia melakukan riset di Ternate dan Timor Tengah Utara dan bertemu dengan 2 tokoh agama, Suster katolik khusus di salah satu rumah sakit kusta di Timor Tengah Utara, dan seorang ustadz penyandang disabilitas di Ternate. Keduanya merupakan orang kepercayaan pemimpin daerahnya.

“Isu-isu lingkungan yang dibawakan baik di Ternate maupun di Timor Tengah Utara, itu diterima baik, karena apa? Karena ketokohan tadi. Informasi apapun yang disampaikan oleh suster, atau disabilitas tadi itu diamini dan dipercaya oleh masyarakat disana.” ujarnya.   Dengan begitu, ia menambahkan bahwa Islam di UII, dan Mahasantri Pondok Pesantren UII punya peran lebih di masyarakat untuk membawa nilai-nilai dakwah islam yang lebih dekat dengan ekologi/lingkungan.

“Egosentrisme harus diubah menjadi ekosentrisme. Hijrah ini tidak hanya fokus pada diri kita, tetapi juga pada lingkungan kita. Kalau kita kaitkan dengan krisis iklim, ini juga krisis etika. Karena apa, iklim hari ini yang kita percayai ada dan terasa sekali disekitar kita, panas yang semakin nyelekit, hujan yang tidak menentu, bencana dimana-mana semakin parah dan semakin masif terjadi, ternyata sebagian besar ini dilakukan atau disebabkan oleh kegiatan bersama,” ucapnya

Menurutnya, dibanding hanya berfokus pada narasi-narasi amaliyah di luar aksi nyata, seorang pendakwah harus bisa mengangkat isu yang ada di dalam masyarakat dan mengaitkannya dengan isu-isu lingkungan. Ikrom menegaskan bahwa keuntungan yang diinginkan seharusnya tidak hanya pada keuntungan ekonomi, tapi juga keuntungan sosial dan lingkungan, sehingga menjadi berkelanjutan.

Dalam penerapan terhadap dakwah seperti ini, ada beberapa inovasi unik, misalnya penerapan dakwah di masjid-masjid Indonesia. “Saya sampaikan ada beberapa masjid di Indonesia yang khutbahnya sudah membawa isu-isu lingkungan, itu sudah ada. Green Mosque, tidak hanya aspek fisiknya saja, seperti air wudhu dari hujan, lampunya LED yang lebih tahan lama, ventilasinya menggunakan ventilasi alami, menggunakan sedikit sekali kipas dan penggunaan panel surya untuk kelistrikan. Tapi disisi lain juga ada nilai-nilai seperti edukasi mengenai wudhu yang tidak membuang-buang air, edukasi anak-anak mengenai islam yang lebih berfokus pada lingkungan, dan khutbah tadi,” ungkap Iqrom. (MNDH/AHR/RS)

30 Juni 2025
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/Sambut-Tahun-Baru-Islam-1447-H-Pondok-Pesantren-Universitas-Islam-Indonesia-Garis-Bawahi-Pentingnya-Hijrah-dan-Dakwah-Berbasis-Lingkungan-.jpg 738 1168 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png Humas2025-06-30 10:40:072025-07-07 10:49:56Pentingnya Hijrah dan Dakwah Berbasis Lingkungan

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Wisuda 712 Lulusan, 300 Raih Cumlaude Link to: UII Wisuda 712 Lulusan, 300 Raih Cumlaude UII Wisuda 712 Lulusan, 300 Raih Cumlaude Link to: UII Laksanakan Pengabdian Masyarakat Internasional di Malaysia, Kolaborasi Bersama UMPSA dan UKM Link to: UII Laksanakan Pengabdian Masyarakat Internasional di Malaysia, Kolaborasi Bersama UMPSA dan UKM UII Laksanakan Pengabdian Masyarakat Internasional di Malaysia, Kolaborasi Bersama... Scroll to top Scroll to top Scroll to top