• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Bersiap Menjelang Gelombang Tiga Covid-19
Berita Kegiatan

Bersiap Menjelang Gelombang Tiga Covid-19

Pernyataan Sikap UII

Kementerian Kesehatan memprediksi awal gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi pada awal Maret 2022. Bersamaan dengan tingginya kasus varian omicron melebihi varian delta yang hampir terjadi di seluruh dunia. Kenaikan kasus utamanya terjadi di Pulau Jawa-Bali yang menimbulkan gelisah dan waspada warga.

“Setiap varian memiliki sifat mutasi yang unik,” tutur dr. M. Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) dalam Seminar Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) pada Sabtu (26/2).

Lebih lanjut, dr. M. Saifudin Hakim menjelaskan jika varian omicron memiliki tingkat mutasi yang paling tinggi. Sebanyak 60 set mutasi pada area protein spike virus berakibat menurunnya aktivitas antibodi. Berlaku pada antibodi akibat vaksin maupun pasca terserang virus sebelumnya.

dr. M. Saifudin Hakim menambahkan varian omicron memiliki tingkat penularan paling tinggi dan cepat dibandingkan varian sebelumnya. Berakibat dampak jangka pendek maupun panjang pada munculnya penyakit berat. “Orang yang sudah terinfeksi varian lama, sangat mungkin untuk terinfeksi omicron,” jelasnya.

Omicron memiliki gejala yang khas dan berbeda dari varian sebelumnya. Sebagian besar pasien akan mengeluh batuk, badan pegal, demam, dan mual. Gejala lain namun lebih jarang adalah sesak napas, diare, dan hilangnya indra penciuman perasa. “Pasien saat tiba di RS biasanya mengeluh seperti sedang masuk angin,” jelas dr. Nuur Naafi Ulloh, M.Sv., Sp.PK, Dokter RS UII.

dr. Nuur Naafi Ulloh menjelaskan jika dokter akan melakukan tes antigen pada pasien yang memiliki keluhan seperti masuk angin tersebut. Meskipun tidak batuk, pasien sebagian besar mengeluh tenggorokannya gatal. “Delapan dari sembilan pasien yang datang dengan keluhan diatas positif Covid-19,” tandasnya.

Untuk itu dr. Nuur Naafi Ulloh berpesan bagi siapapun yang sudah merasakan gejala badan kurang enak ditambah pasca kontak dengan orang yang positif. Maka diharuskan untuk segera melakukan pemeriksaan Covid-19. Pemeriksaan standar adalah menggunakan antigen. Namun, kita tidak bisa sembarangan melakukannya. Seiring dengan fakta lapangan yang menunjukkan banyak pelayanan tes antigen tanpa surat izin yang resmi. “Pilihlah fasilitas kesehatan yang legal demi terhindar dari hasil negatif palsu,” jelasnya.

Namun, dr. Nuur Naafi Ulloh menyampaikan sesuai surat edaran resmi dari Kementerian Kesehatan pada 10 Februari 2022. Penggunaan tes antigen digunakan apabila terdapat keterbatasan akses pada pemeriksaan NAAT (PCR).

Lebih lanjut mengenai perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi DI.Yogyakarta yang juga mengalami kenaikan kasus. Per Hari pada pertengahan Februari kasus konfirmasi positif mencapai angka 2000 lebih. Per 25 Februari 2022, sebanyakan 2778 didapati positif Covid, 485 sembuh, dan 9 meninggal. “Di D.I. Yogyakarta omicron memiliki persentase kesembuhan 84.16% dan 2.88% kematian,” kata Dr .dr. Titik Kuntari, M.P.H, Dosen FK UII.

Melihat kondisi diatas, dr. Titik Kuntari berpesan agar masyarakat segera melakukan vaksinasi booster dan patuhi protokol kesehatan. Tidak lupa mengonsumsi makanan yang bergizi demi imun yang lebih kuat. Saling beri dukungan ke lingkungan sekitar. Terinfeksi Covid-19 bukanlah hal yang patut diberi stigma. (UAH/RS)

27 Februari 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-02-27 10:24:572022-03-01 05:28:42Bersiap Menjelang Gelombang Tiga Covid-19

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menilik Konflik Agraria dalam Pusaran Proyek Strategis Nasional Link to: Menilik Konflik Agraria dalam Pusaran Proyek Strategis Nasional Menilik Konflik Agraria dalam Pusaran Proyek Strategis Nasional Link to: UII Rangkul Pemilik Kos Ciptakan Lingkungan Islami Link to: UII Rangkul Pemilik Kos Ciptakan Lingkungan Islami UII Rangkul Pemilik Kos Ciptakan Lingkungan Islami Scroll to top Scroll to top Scroll to top