BPM UII Gelar Pelatihan Capacity Building Produktivitas bagi Pengendali Sistem Mutu

Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar pelatihan Capacity Building bagi Pengendali Sistem Mutu  “Productivity Skills for Professionals: Flow, Focus, Finish” dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan kualitas kerja di tengah tantangan dunia kerja modern yang semakin kompleks. Pelatihan ini mengusung konsep Work Smarter, Perform Better, Live Better dengan fokus pada penguatan keterampilan produktivitas melalui kerangka Flow, Focus, dan Finish, yang dipandu langsung oleh Human Capital Expert sekaligus Founder Insight Sinergi Talenta, Fauziah Zulfitri, S.Psi., M.M., PCC. pada Selasa (09/12) di Auditorium Gedung Fakultas Hukum (FH), Kampus Terpadu UII.

Kepala BPM, Dr. Rina Mulyati, S.Psi., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk belajar bersama tentang produktivitas. Ia mengajak para peserta untuk mengambil inspirasi dari Bu Oci, panggilan akrab Fauziah Zulfitri, S.Psi., M.M., PCC, yang mampu tetap aktif di tengah berbagai peran. “Kita ingin belajar bagaimana tetap produktif walaupun memiliki banyak tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa fokus dan pengelolaan waktu menjadi kunci agar kegiatan berjalan efektif. Peserta diharapkan dapat membatasi distraksi selama acara berlangsung sehingga materi dapat diterima dengan baik. “Kalau kita mengoptimalkan kapasitas yang kita punya, insya Allah akan ada jalannya dan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik sampai selesai,” tutur Ibu Rina

Dalam paparannya, Fauziah menjelaskan bahwa produktivitas tidak identik dengan kecepatan, melainkan kejelasan tujuan dan pengelolaan energi yang tepat. “Productivity is not speed; it is clarity and intention. Kita sering mengatur waktu, tetapi jarang mengatur energi, padahal produktivitas lebih bergantung pada energi daripada jam kerja,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya memahami ritme energi harian agar pekerjaan berat dikerjakan pada waktu yang paling optimal.

Melalui sesi Flow, peserta diajak mengenali kondisi kerja ideal dengan meminimalkan distraksi dan multitasking yang kerap menjadi penyebab kebocoran waktu. Fauziah menegaskan, “Jika semua dianggap penting, maka tidak ada yang benar-benar penting,” merujuk pada perlunya penetapan prioritas agar fokus tetap terjaga. Perencanaan singkat dan penentuan tiga tugas utama harian disebut mampu meningkatkan efisiensi kerja secara signifikan.

Sementara itu, pada sesi Focus, peserta dibekali pemahaman tentang keterbatasan perhatian manusia modern serta teknik praktis untuk meningkatkan konsentrasi, seperti Pomodoro 2.0 dan Deep Work. Menurut Fauziah, “Fokus adalah keterampilan, bukan sekadar mood. Tanpa manajemen fokus, produktivitas akan selalu bocor.” Pendekatan ini diharapkan membantu peserta mengurangi beban kognitif dan gangguan digital yang berlebihan.

Pelatihan ditutup dengan sesi Finish dan Systemize yang menekankan pentingnya menyelesaikan pekerjaan secara konsisten dan membangun sistem produktivitas jangka panjang. Peserta diajak melakukan refleksi dan evaluasi rutin agar kebiasaan kerja produktif dapat terjaga. Program ini diharapkan mampu menciptakan individu dan organisasi yang tidak hanya sibuk, tetapi benar-benar produktif dan berkelanjutan. (AHR/RS)