Peresmian gedung baru untuk Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia hari ini(21/01/2022), mengingatkan saya pribadi kepada pembangunan Kakbah oleh Nabi Ibrahim sekitar 4.000 tahun yang lalu (atau sekitar 2.000 tahun Sebelum Masehi).

 

Pembangunan Kakbab

Kakbah adalah tempat peribadahan pertama yang dibangun manusia di atas Bumi (QS Ali Imran: 96-97). Kakbah merupakan simbol kerja keras dan pengabdian tulus hamba kepada Tuhannya. Kakbah dibangun atas perintah Allah (Sahih Al-Bukhari 3365).

Dalam pembangunannya, Nabi Ibrahim tidak sendiri. Putra kesayangannya, Nabi Ismail,membantunya mengambilkan batu untuk ditata menjadi dinding Kakbah.

Allah memberikan sebuah batu untuk berpijak atau “ancik-ancik”. Dengan batu itu, Nabi Ibrahim mampu menata batu dinding Kakbah yang semakin tinggi. Batu itu saat ini disebut dengan Maqam Ibrahim.

Nabi Ismail memberikan batu kepada ayahnya yang berdiri di atas batu tersebut, ayahnya kemudian menata batu. Ada riwayat yang menyebutkan batu tersebut terasa lunak sehingga telapak kaki Nabi Ibrahim membekas di sana. Ada yang juga menceritakan jika Nabi Ismail digendong di atas di pundak Nabi Ibrahim untuk membantu ayahnya meletakkan batu (Peters, 1994).

Pada tahun 870, ketika ditemukan kembali, batu tersebut ternyata mempunyai tulisan di atasnya. Kisah ini ditulis oleh Al-Fakihi, dalam bukunya Taʾrīkh Makka (Cronicle of Mecca). Abu Zakariyya al-Maghribi, pakar hieroglif Mesir yang diminta bantuan oleh Al-Fakihi menerjemahkannya menjadi: “Aku Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, Raja yang tidak terjangkau.” (Peters, 1994).

Beragam riwayat ditemukan terkait batu itu. Batu tersebut merupakan satu dari dua batu dari surga yang diturunkan Allah ke bumi. Satu lainnya adalah Hajar Aswad.

Sebuah riwayat menyebut, jika Allah tidak menghilangkan sinar dari keduanya, maka keduanya akan mampu menerangi Timur dan Barat secara keseluruhan.  Sementara dalam riwayat lain, disebutkan, seandainya bukan karena dosa dan kesalahan manusia, kedua batu tersebut mampu menerangi Timur dan Barat.

Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir dituliskan bahwa ketika Kakbah selesai dibangun Nabi Ibrahim diminta Allah memanggil umat manusia melakukan haji. Ketika itu, Nabi Ibrahim menjawab, “Ya Allah, bagaimana saya dalam memanggil mereka jika suara saya tidak sampai ke mereka?”. Jawab Allah, “Panggillah, dan Aku yang akan meneruskannya”. Akhirnya Nabi Ibrahim di atas Maqam Ibrahim dan memanggil manusia untuk melakukan haji.

 

Mengambil ibrah

Jika Kakbah adalah rumah Allah (bait Allah), gedung yang digunakan untuk Fakultas Hukum ini ini adalah rumah ilmu (bait al-ilmi), di mana ilmu dikembangkan, ditransmisikan, dan diaplikasikan untuk sebanyak mungkin manfaat.

Nabi Ibrahim membangun Kakbah dengan niat suci, pun demikian juga seharusnya niat dalam membangun gedung ini yang memerlukan waktu empat tahun. Niat utama untuk mensyiarkan ajaran Islam yang dicanangkan oleh para pendiri sudah seharusnya dirawat dengan serius.

Nabi Ibrahim dengan segala kekuatannya tidak membangun Kakbah sendirian. Ada Nabi Ismail yang membantunya, dan juga teknologi kiriman Allah dalam bentuk batu, Maqam Ibrahim. Pun demikian dengan gedung ini. Ada kontribusi banyak aktor di sana yang tidak bisa diabaikan, plus pertolongan Allah yang tak henti.

Nabi Ibrahim juga membangun Kakbah bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk pusat peribadahan umat manusia. Sudah seharusnya juga, gedung ini bisa diakses untuk banyak orang untuk memberikan manfaat terbesarnya.

Jika batu Maqam Ibrahim dan Hajar Aswad menjadi hitam karena doa dan kesahatan manusia, kita semua berharap gedung ini tetap bersinar. Syaratnya adalah pengembangan, transmisi ilmu, kontekstualisasi dari gedung ini juga selalu disinari sukma, nurani, atau akal sehat.

Semoga Allah memudahkan kita semua untuk bersyukur atas nikmat yang tak henti diberikannya kepada UII, dan kita semua.

 

Referensi

Peters, F.E. (1994). The Hajj: The Muslim Pilgrimage to Mecca and The Holy Places. Princeton: Princeton University Press.

Sambutan pada acara peresmian gedung baru yang ditempati oleh Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 21 Januari 2022.

 

Peluang kerja sama kembali diinisiasi oleh Universitas Islam Indonesia (UII). Kini, Universitas Jambi (Unja) berkesempatan untuk membangun sinergi dengan UII. Bertempat di Ruang Sidang Gedung Prof. Dr. Sardjito UII pada Kamis (20/1), sanak dari Sumatra itu disambut hangat oleh tuan rumah. Rektor UII Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. berharap tali yang coba dijalin dapat dieksekusi secara nyata, “kita tidak ingin hanya berhenti dalam dokumen. Kita ingin implementasi,” tekannya. Sinergi kerja sama itu dipayungi dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UII dan Unja. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Action (MoA) antara FMIPA UII dan Unja.

Read more

Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Humerus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) menanam 1000 bibit mangrove dalam upaya menjaga keseimbangan alam di Pantai Samas, Bantul pada Minggu (16/1). Bekerjasama dengan komunitas Reispirasi yang berfokus pada konservasi pantai TBMM juga melakukan bersih-bersih pantai.

Read more

Enam Program Studi (prodi) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) memperoleh pengakuan internasional dari ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik). Lima prodi di antaranya yakni prodi Statistika, Kimia, Pendidikan Kimia, Farmasi, dan S2 Kimia mendapatkan akreditasi. Selain itu, D3 Analisis Kimia juga memperoleh sertifikasi dari lembaga kredibel tersebut. ASIIN sendiri merupakan lembaga akreditasi internasional yang berasal dari Jerman untuk disiplin ilmu rekayasa, matematika dan sains, pertanian, biologi.

Read more

Self Healing’ menjadi suatu kata yang sangat populer di kalangan masyarakat saat ini. Namun, apakah semua metode self healing akan selamanya sesuai dengan syariat Islam?. Lalu, bagaimana menurut pandangan Islam dalam melakukan self healing agar tetap sesuai dengan koridor Islam?.

Topik inilah yang diangkat dalam Kajian Daring Akbar Muslimah #2 (KABAR Batch 2) bertemakan “It’s Okay to Not Be Okay” yang dibawakan Ustadzah Sarita Meisyaranda Matulu pada Sabty (15/1). Kajian yang diadakan Lembaga Dakwah Fakultas Jama’ah Al-Ghuroba FMIPA UII itu menyedot banyak perhatian audiens.

Read more

Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional berhasil meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Swasta terbaik kedua dalam Manajemen Laporan Kerja Sama dan Fasilitasi Kerja Sama. Penghargaan tersebut merupakan bagian dari acara Anugerah Kerja Sama 2021 yang diselenggarakan Tim Kerja Sama Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek pada Kamis (13/1). Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. menerima penghargaan secara langsung dalam acara itu.

Pada kesempatan yang sama, Direktur DK/KUI UII, Dr.rer.nat. Dian Sari Utami, S.Psi., M.A juga mendapatkan penghargaan sebagai Dosen Pembimbing Terbaik dalam Program Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA). IISMA adalah salah satu cabang dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digagas Kemendikbudristek.

Read more

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (HMTL FTSP UII) mengadakan acara “Alumni Talk” yang dilaksanakan melalui live Instagram pada Jumat (14/1). Acara bertema “How to Ace Competitive Job Interview” ini menghadirkan narasumber Andi Wim Ansharullah, Quality Excellence & Hess Manager di PT. Environesia Global Saraya. Ia juga merupakan alumni Teknik Lingkungan UII angkatan 2011. Alumni Talk ini membahas berbagai tips dan pengalaman mengenai apa saja yang dapat dipersiapkan para mahasiswa dalam menghadapi interview di dunia kerja nanti.

Read more

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai universitas dalam negeri. Kali ini UII menerima kunjungan kerja sama dari Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Padang, pada Kamis, (13/1) di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir. Acara kunjungan kerjasama ini turut dihadiri Ketua Yayasan Unbrah, H. Amran St. Sidi Sulaiman, Rektor, Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, MS, beserta jajarannya.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset UII, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng., Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari 8 fakultas yang ada di UII terdapat 50 program studi yang 4 diantaranya adalah program diploma, 24 program S1, 14 progra S2, 3 program profesi, dan 5 program doktor.

Read more

Benua Asia dan Afrika merupakan dua benua yang pernah menjadi daerah jajahan negara-negara Eropa. Meski sama-sama menjadi kawasan yang pernah terjajah, kedua kawasan ini mengalami kolonialisme dengan cara dan motif yang berbeda. Hal ini disampaikan oleh dua orang dosen program studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia Mohamad Rezky Utama, M.Si dan Wahyu Arif Raharjo, M.Int.Rel dalam talk show bertajuk NGALIR LIVE TALK dengan teman The Rise and Fall of Asia and Africa, Rabu (12/1).

Read more

Pentingnya Menjaga Sport Performance

Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama Universitas Islam Indonesia (IBISMA UII) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program inkubasi pada acara Kick off Program Pra-Startup secara daring, Rabu (12/1). Dalam sosialisasi ini, Kepala Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA) UII, Amarria Dila Sari, S.T., M.Eng. memaparkan tentang UII Business & Innovation Challenge (UBIC) 8.0.

Read more