• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Dokter Bintang Lima Plus dari Universitas Islam Indonesia
Pojok Rektor

Dokter Bintang Lima Plus dari Universitas Islam Indonesia

Dokter adalah profesi mulia. Tidak jarang, di tangannya nyawa anak manusia dititipkan. Dedikasi dan kecermatan dalam bertindak tidak dapat ditawar. Indikator yang saya akses di situsweb World Health Organization (WHO) pada 11 Juli 2018, mengindikasikan potret umum kualitas kesehatan bangsa ini yang masih perlu dikembangkan. Kematian neonatal, misalnya, masih di angka 70 per 1.000 bayi. Kematian ibu masih mencapai 126 orang per 100.000 kelahiran hidup. Peran dokter sangat menentukan di sini.

Konsep dokter bintang lima yang dicanangkan oleh WHO dan diadopsi untuk Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dalam mendefinisikan profil lulusan, harus betul-betul diamalkan. Pertama, seorang dokter harus siap memerankan peran sebagai penyedia layanan kesehatan (care provider). Dokter harus siap memberikan pelayanan kuratif (curative), preventif (preventive), dan rehabilitatif (rehabilitative).

Kedua, seorang dokter juga dituntut siap menjadi pengambil keputusan (decision-maker). Ini bukan peran mudah, apalagi jika dihadapkan pada keterbatasan sumber daya pendukung di banyak pojok Indonesia, terutama di daerah pinggiran atau pedalaman. Dengan sensitivitas yang dimiliki, seorang dokter harus dapat mengambil keputusan yang didukung oleh justifikasi yang memadai.

Ketiga, seorang dokter harus dapat memainkan peran sebagai komunikator (communicator) ulung. Kemampuan persuasi kepada individu, keluarga, dan komunitas yang menjadi tanggung jawabnya mutlak diperlukan. Peningkatkan kualitas kesehatan tidak mungkin mewujud tanpa peran serta aktif semua aktor tersebut. Mengajak orang lain bergerak dengan senang, tentu membutuhkan seorang penyampai pesan yang handal.

Keempat, seorang dokter juga dituntut menjadi pemimpin komunitas (community leader). Kualitas kesehatan tidak bisa lepas dari lingkungan fisiik dan sosial tempat pasien berasal. Karenanya, dokter perlu melihat masalah kesehatan pasien individu dalam perspektif yang lebih luas. Tidak hanya melihat pohon, tapi hutan. Aktivitas kesehatan bersama yang dilakukan oleh komunitas menjadi penting diperhatikan, karena berimbas kepada banyak orang.

Kelima, seorang dokter juga harus siap menjadi manajer (manager). Kemampuan manajerial dokter perlu terus diasah. Tidak jarang keputusan harus diambil dengan tim lintas disiplin yang mengharuskan kerja sama yang harmonis. Kemampuan manajerial diperlukan untuk mengorkestrasi beragam aktor dan sumber daya yang tersedia.

Di atas itu semua, sebagai alumni Universitas Islam Indonesia, kami mengharapkan nilai-nilai Islam yang abadi, dapat terus dipegang dan mewarnai semua peran dimainkan di tengah-tengah masyarakat. Sebagai contoh, dalam mengambil keputusan, kaidah fikih, bahwa meninggalkan mudhlarat lebih diutamakan dibandingkan mendapatkan maslahat dapat digunakan. Sebagai komunikator, ajaran Nabi dalam Hadis untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh lawan bicara perlu dipikirkan. Informasi yang disampaikan kepada komunitas yang akalnya tidak mampu menjangkaunya, dapat memunculkan fitnah. Masih banyak ajaran Islam yang dapat dijadikan pegangan dalam menjalankan peran sebagai dokter bintang lima plus.

Teruslah mengasah diri, karena teknologi dalam dunia kedokteran berkembang dengan sangat pesat. Hanya mereka yang dapat mengimbangi perkembanganlah yang dapat terus menjaga relevansinya di tengah-tengah zaman dan masyarakatnya.

——–

Disarikan dari sambutan Rektor pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode XLII, 18 Juli 2018.

23 Juli 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/07/Dokter-UII-6x4.png 400 600 Web Administrator https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Web Administrator2018-07-23 10:35:422018-08-15 09:39:33Dokter Bintang Lima Plus dari Universitas Islam Indonesia

Berita Terakhir

  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Maksimalkan Skor Tes CEPT, LEM FIAI UII Adakan Cilacs Day Link to: Maksimalkan Skor Tes CEPT, LEM FIAI UII Adakan Cilacs Day Maksimalkan Skor Tes CEPT, LEM FIAI UII Adakan Cilacs Day Link to: Mahasiswa UII Kembangkan Jam Ramah Difabel Link to: Mahasiswa UII Kembangkan Jam Ramah Difabel Mahasiswa UII Kembangkan Jam Ramah Difabel Scroll to top Scroll to top Scroll to top