Masa depan kemajuan sebuah bangsa sangat bergantung pada potensi pemuda karena kepemimpinan bangsa ke depan ada di pundak pemuda saat ini. Maka dari itu, pemuda harus mampu memaksimalkan potensi mereka untuk menjadi seseorang yang profesional di bidangnya masing-masing. Sehingga sebagai calon pemimpin masa depan, para pemuda harus mempersiapkan bekal yang matang. Bahkan, sejak dini harus terlibat aktif dan ikut andil dalam setiap upaya memajukan bangsa Indonesia.

Topik tersebut sebagaimana tergambar dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Mensukseskan Pilkada Serentak 2018 yang Bersih dan Beradab” yang di selenggarakan oleh Centre for Leadership and Legal Development Studies (CLDS) Fakultas Hukum UII, pada Sabtu (2/6) di Auditorium Pascasarjana Fakultas Hukum UII, Jl. Cik Dik Tiro, No. 1 Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Direktur CLDS FH UII, Prof. Jawahir Thontowi, SH., Ph.D., menyampaikan pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan sosok pemimpin yang bersih dan beradab di masa depan.

“Berbagai kecenderungan negatif tampak semakin mengkhawatirkan di negeri ini, sehingga upaya untuk mendidik generasi muda sejak dini penting dilakukan. Karena kepemimpinan ke depan ada dipundak anda”, tuturnya.

Sementara Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Prof. Sudjito Atmoredjo, SH., M.Si., menyampaikan secara idealitas generasi muda harus siap dan mampu untuk menjadi pemimpin bangsa.

“Sebagai calon pemimpin di negeri ini, pemuda harus mampu bersikap kritis dan progresif terhadap realitas yang terjadi masa kini, tentunya dengan diimbangi keimanan, keilmuan, dan skill yang mumpuni”, paparnya.

Lebih Lanjut, Mantan Anggota DPR RI, Drs. Zulkifli Halim, M.Si., menyatakan pemuda jangan hanya menjadi warga negara yang apatis bahkan tidak peduli dengan pilkada.

“Pilkada merupakan sarana pemilihan pemimpin bupati, walikota, dan gubernur di daerah. Oleh karena itu, pemuda harus menjadi subyek pilkada, karena kalau bukan anda kemana lagi bangsa ini akan di titipkan”, ujarnya. (IH/ESP)