• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Hikmah Pandemi Covid-19: Bukan Halangan Ramadan Tak Maksimal
Berita Kegiatan, Covid19, Pilihan

Hikmah Pandemi Covid-19: Bukan Halangan Ramadan Tak Maksimal

Hingga sekarang pandemi virus corona (Covid-19) masih membuat banyak orang merasa takut dan khawatir. Terlebih mendekati bulan suci Ramadan, tentunya banyak ibadah yang tidak bisa dijalankan seperti tahun-tahun sebelumnya. Seperti shalat berjamaah, shalat tarawih, dan i’tikaf yang dilakukan di rumah. Meski demikian, banyak cara menyiasatinya sehingga ibadah Ramadan pun tetap maksimal.
Hal inilah yang menjadi perhatian Lembaga Dakwah Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) dengan mengadakan kajian pra Ramadan 1441 Hijriah pada 18 April lalu melalui Google Meet. Kajian bertemakan “Aku Rindu Ramadanku yang Dulu” itu diisi oleh Ust. Ahmad Dahlan, Lc., MA.

Dalam ceramahnya, Ust. Ahmad Dahlan menjelaskan bahwa Ramadan tahun 2020 masih sama dengan Ramadan tahun lalu, bahkan fadhilah atau keutamaannya juga masih sama. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr: 1).
Bahkan berdasarkan hadist Aisyah radhiallahu’anha, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Carilah oleh kalian keutamaan Lailatul Qadr (malam kemuliaan) pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan”.

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus beribadah di rumah sesuai dengan anjuran Kementerian Agama (Kemenag) begitupun fatwa Majelis Ulama Islam (MUI). Ust. Ahmad Dahlan menasihati hendaknya kita memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak Allah Ta’ala. Sehingga hal tersebut tidak mempengaruhi kita dalam melakukan ibadah kepada-Nya. “Lebih dari itu, niat utama hanyalah ditujukan karena Allah Ta’ala,” ungkapnya.

Ia pun berpesan bahwa seorang mukmin dilarang menzalimi orang lain. Beribadah di rumah merupakan salah satu ikhtiar agar mukmin yang dikhawatirkan membawa Covid-19 tidak menulari saudaranya. “Kita beribadah di rumah untuk tidak menzalimi orang lain adalah bentuk dari ketaatan kepada Allah Ta’ala,” tambahnya.

Di samping itu, ia pun mengajak hadirin untuk mengambil sisi positif dari perubahan ini. “Pertama, kita mempunyai waktu lebih di rumah. Artinya kita dapat lebih fokus dalam beribadah di Bulan Suci Ramadan. Misal ketika Ramadan keadaan normal, mungkin kita hanya akan fokus dalam sepuluh hari terakhir karena sebelumnya sibuk dengan aktivitas di luar rumah seperti kuliah atau kerja. Contoh lain adalah kita dapat lebih banyak mengkhatamkan Al-Qur’an dibandingkan dengan Ramadan biasa; atau menjadi lebih produktif dengan belajar ilmu syar’i, menulis buku, dan menyelesaikan skripsi”, tukasnya.

Tidak selesai di situ, ia juga menjelaskan hal yang perlu dilakukan dalam kondisi Ramadan di tengah pandemi. Pertama adalah melakukan persiapan reguler seperti bulan-bulan Ramadan sebelumnya. Persiapan ini berupa mempelajari akan segala hal yang berhubungan dengan Ramadan, mempersiapkan kondisi badan tetap fit untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, mempersiapkan harta untuk infaq atau sedekah, dan terakhir mempersiapkan kegiatan selama bulan Ramadan.

Kedua adalah melakukan tarawih berjamaah dengan keluarga maupun teman satu kosan. Hal ini dapat menjadi momentum untuk belajar menjadi imam salat, belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an, maupun menambah hafalan Al-Qur’an. (SF/ESP)

21 April 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Masjid-Ulil-Albab-Kampus-Terpadu-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-04-21 21:50:212020-05-11 10:42:58Hikmah Pandemi Covid-19: Bukan Halangan Ramadan Tak Maksimal

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: PTS, Ambil Ancang-Ancang di Kala Pandemi! Link to: PTS, Ambil Ancang-Ancang di Kala Pandemi! PTS, Ambil Ancang-Ancang di Kala Pandemi! Link to: Pandemi Covid-19 Turut Ubah Lanskap Hubungan Eropa-Tiongkok Link to: Pandemi Covid-19 Turut Ubah Lanskap Hubungan Eropa-Tiongkok Pandemi Covid-19 Turut Ubah Lanskap Hubungan Eropa-Tiongkok Scroll to top Scroll to top Scroll to top