• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Indonesia Dorong Diplomasi Damai Krisis Politik Myanmar
Berita Kegiatan

Indonesia Dorong Diplomasi Damai Krisis Politik Myanmar

Krisis politik di Myanmar yang belum kunjung usai. Myanmar yang awalnya dipimpin oligarki militer beralih menjadi sistem demokrasi. Namun militer kembali merebut kekuasaan sehingga memicu demonstrasi yang berujung pada tindakan kekerasan militer. Hal ini mendorong Prodi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (HI UII) untuk mengangkatnya dalam sebuah webinar. Lewat Online Diplomatic Course “Indonesian Diplomacy in Myanmar Political Crisis Issues” pada Kamis (29/7), isu ini dibahas secara mendalam oleh para pembicara.

Dr. Muhammad Hadianto, salah seorang pembicara mengatakan politik luar negeri Indonesia saat ini untuk lebih menekankan pada diplomasi bilateral. Dr. Ian yang juga yang juga Wakil Direktur Multilateral Economic, Financial, and International Institution di CMEA juga menggarisbawahi lima faktor penting dalam menentukan politik luar negeri Indonesia.

Kelima faktor itu antara lain aktor yang terlibat, kepentingan nasional, dampak domestik, lingkungan strategis, dan gagasan serta pemikiran. “Ada dua elemen transformasi politik luar negeri Indonesia yaitu unsur keberlanjutan dan unsur perubahan. Sebagai negara yang menganut prinsip politik bebas aktif, Indonesia memiliki kebebasan dalam menentukan sikap dalam kebijakan internasional dan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia”, katanya.

Sementara itu, diplomat sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Myanmar, Dr. Ito Sumardi menguraikan proses transisi demokratisasi di Myanmar. Hal ini bermula ketika junta militer menyetujui adanya pemilu demokratis pada tahun 2015 karena optimis akan menang. Namun yang terjadi adalah Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) milik Aun San Suu Kyi menang telak.

Lima tahun kemudian, di tahun 2020, NLD kembali memenangkan pemilihan umum di Myanmar. Militer menuding NLD melakukan kecurangan pemilu yang kemudian memunculkan kudeta dan kerusuhan hingga saat ini. Menanggapi hal ini, komunitas Internasional pun menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kekerasan terhadap warga sipil di Myanmar. Respon junta militer tidak mengindahkan hal tersebut.

Sewaktu menjabat sebagai Duta Besar, ia aktif mendorong agar pemerintah Indonesia mendesak pemerintah Myanmar mempertahankan demokrasi melalui dialog persuasif. Begitu pula isu kemanusiaan di Rohingya yang harus segera diselesaikan.

Di sisi lain, dosen Universitas Bina Nusantara, Dr. Dinna Prapto Raharja, Ph.D menilai Myanmar adalah negara yang sangat tertutup dan penuh dengan kelompok bersenjata sehingga melakukan perdamaian di negara ini bisa menjadi rumit dan mahal.

Setelah kudeta Myanmar pada 1 Februari 2021, situasi tampak semakin memburuk. Dr. Dinna berpendapat bahwa kebijakan luar negeri Indonesia belum tepat dalam mengambil jalan. Ketika melihat situasinya, Myanmar masih pada transisi dan belum siap menjadi negara demokrasi sepenuhnya. Namun ASEAN memperlakukan Myanmar layaknya negara-negara lain yang memiliki sistem demokrasi lebih mapan. Hasil negosiasi diplomatik pun berubah menjadi hasil yang buruk.

“Apa yang ingin dicapai Indonesia melalui diplomasinya perlu diubah, perlu lebih dipahami Myanmar, itu harus datang dari solidaritas dan kepedulian dari masyarakat sipil. Situasinya masih sangat rapuh. Saya merekomendasikan perlunya melakukan reformasi terhadap ASEAN”, pungkasnya. (MRS/ESP)

29 Juli 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Indonesia-Dorong-Diplomasi-Damai-Krisis-Politik-Myanmar.jpg 450 785 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-07-29 15:30:162021-07-30 13:34:59Indonesia Dorong Diplomasi Damai Krisis Politik Myanmar

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Kampus Kompas TV Digelar di UII Link to: Kampus Kompas TV Digelar di UII Kampus Kompas TV Digelar di UII Link to: Kampanyekan Pencegahan Toksoplasma, Mahasiswa FK UII Juara Lomba Video Edukasi  Link to: Kampanyekan Pencegahan Toksoplasma, Mahasiswa FK UII Juara Lomba Video Edukasi  Kampanyekan Pencegahan Toksoplasma, Mahasiswa FK UII Juara Lomba Video Eduk... Scroll to top Scroll to top Scroll to top