• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Israel Telah Mengikis Sebagian Besar Wilayah Palestina
Berita Kegiatan, Pilihan

Israel Telah Mengikis Sebagian Besar Wilayah Palestina

Pendudukan Israel di tanah Palestina didasari letak yang cukup strategis dan mampu memberikan keuntungan bagi bangsa Israel. Pada mulanya, bangsa Israel hendak menduduki Uganda dan Victoria, namun tidak dilakukan karena letak Uganda yang terlalu jauh dari peradaban dan tidak adanya keuntungan geografis yang bisa didapatkan.

Aksi pendudukan tersebut juga diiringi dengan konspirasi berbagai negara adikuasa, salah satunya melalui perjanjian Balfour. Dalam perjanjian ini, tanah Palestina diberikan kepada Israel oleh kerajaan Inggris. Hal ini dikemukakan Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Dr. Zuhir Al Shun, dalam Ambassadorial Lecture bertajuk The Future of Palestine: Paving the Way for Sustainable Peace, di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (17/5).

Zuhir Al Shun menuturkan bahwa setelah kejadian Naqbah 74 tahun silam, sekitar 6,5 juta penduduk Palestina menjadi pengungsi yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Hal ini kemudian berlanjut dengan konspirasi beberapa negara untuk mengelabui bahwa Palestina adalah rumah mereka (Israel).

Selain menyebabkan jutaan penduduk mengungsi, konflik Palestina – Israel telah mengikis sebagian besar wilayah Palestina. Pada awalnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membagi wilayah tersebut menjadi 56% untuk Israel dan 44% untuk Palestina yang meliputi sisi timur Al-Quds dan West Bank.

“Namun, konflik yang terus menerus terjadi membuat wilayah Palestina berkurang sebanyak 22% sampai hari ini,” tandas Zuhir Al Shun dalam diskusi yang digagas oleh Program Studi Hubungan Internasioal UII bekerjasama dengan dengan Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia tersebut.

Zuhir Al Shun menegaskan meskipun wilayahnya semakin berkurang, orang-orang Palestina tidak pernah menyerah melawan gempuran Israel. Perjuangan bangsa Palestina dilakukan melalui kekuatan fisik dan pikiran khususnya dengan tersebarnya ahli di berbagai wilayah Palestina.

“Bahkan pada tahun 1960an, seorang pejabat Israel pernah mengatakan bahwa orang Palestina tidak siap perang. Namun faktanya saat ini penduduk Palestina yang berperang adalah anak muda yang lahir pada tahun 1980an untuk merebut kembali hak-hak mereka,” paparnya.

“Israel adalah budak yang akan kalah selama masih adanya bangsa-bangsa yang tetap berjuang membela hak-hak mereka,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai duta besar Palestina untuk Bosnia dan Herzegovina tersebut.

Selain perjuangan melalui senjata, menurut Zuhir Al Shun, bangsa Palestina juga berjuang melalui jalur-jalur negosiasi dan dialog. Sebagai contohnya Yasser ar Rafat pernah mencoba meyakinkan 44 negara untuk mengakui kemerdekaan Palestina namun tidak berhasil.

Di hadapan sivitas akademika UII, Zuhir Al Shun juga menyoroti ketidakhadiran negara-negara barat dalam memperjuangkan kemanusiaan bangsa Palestina seperti yang saat ini dilakukan dalam konflik Ukraina – Rusia. “Israel telah melanggar banyak kesepakatan (perjanjian internasional), namun pertanyaannya kemana orang-orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Zuhir Al Shun, bahwa negara-negara Barat terkesan membiarkan konflik Palestina – Israel, salah satu contohnya adalah penyerangan terhadap muslim Palestina yang tengah beribadah di bulan Ramadan. Ia menambahkan, bahwa kematian Shireen Abu Akleh, seorang jurnalis Al Jazeera di Palestina, beberapa hari yang lalu menjadi contoh baru akan ketidakpedulian bangsa barat terhadap konflik ini.

Menanggapi hal tersebut, Zuhir Al Shun mengajak umat Islam untuk bersama melakukan perjuangan secara nyata, salah satunya dengan menyebarkan berita Palestina melalui platform masing-masing. Ia mencontohkan bagaimana diamnya Mekah sebagai pusat agama Islam yang tidak memiliki kontribusi besar dalam mendukung Palestina.

Menurut Zuhir Al Shun, masalah di Palestina tersebut juga tidak diberitakan dengan baik. Israel menculik dan membunuh orang-orang, tidak hanya muslim tetapi juga Kristen. “Berita seperti ini tidak akan disebarkan kecuali melalui platform kita sendiri. Apakah kita akan diam melawan super power atau memiliki kesepakatan bersama untuk mendukung Palestina merebut kembali tanah air mereka,” tandasnya.

17 Mei 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/05/Duta-Besar-Palestina-untuk-Indonesia-H.E.-Dr.-Zuhir-Al-Shun-dalam-Ambassadorial-Lecture-di-Kampus-UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-05-17 23:33:572022-05-18 00:33:04Israel Telah Mengikis Sebagian Besar Wilayah Palestina

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mengembangkan Geliat Muslimpreneur Pasca Pandemi Link to: Mengembangkan Geliat Muslimpreneur Pasca Pandemi Mengembangkan Geliat Muslimpreneur Pasca Pandemi Link to: UII Kembali Salurkan Donasi untuk Palestina Link to: UII Kembali Salurkan Donasi untuk Palestina UII Kembali Salurkan Donasi untuk Palestina Scroll to top Scroll to top Scroll to top